Sunday , 20 October 2019
Home / Indeks Berita / Hariyadi Sukamdani : Kita Kurang Pintar Mengelola Promosi Wisata
Ir. Hariyadi Sukamdani,MM Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Pemilik Jaringan Hotel Sahid Group. (poto : majalahpajak.net

Hariyadi Sukamdani : Kita Kurang Pintar Mengelola Promosi Wisata

Ir. Hariyadi Sukamdani,MM
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Pemilik Jaringan Hotel Sahid Group. (poto : majalahpajak.net)

WAWANCARA- Di jagat raya bisnis tanah air dan mancanegara, nama pebisnis satu ini sudah tak asing lagi. Aktif di sejumlah organisasi pengusaha, Hariyadi Sukamdani kini mengendalikan bisnis hotel dan properti milik Sahid Group. Alumni Fakultas Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret Surakarta ini juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan ketua alumni Lemhanas.

Magister Manajemen diraihnya dari Universitas Indonesia. Pria ramah ini juga pemegang Registered Financial Consultant dari Association of Registered Consultants, Inc. (IARFC). Mengawali karier di perusahaan milik keluarga, ia pernah dipercaya untuk menduduki jabatan Komisaris PT Jamsostek.

Penggemar olah raga golf yang lahir di Jakarta, 4 Februari 1965 ini pernah duduk sebagai Sekretaris merangkap Anggota Fraksi Utusan Golongan MPR RI periode 1999-2004 dan kini juga menjabat sebagai Ketua KEIN bidang Properti. Di tengah ramai beredar penyusunan kabinet baru presiden terpilih Jokowi, namanya beredar sebagai salah satu kandidat pembantu presiden sebagai Menteri. Ditengah kesibukannya usai melakukan wawancara dengan sebuah stasiun TV, Haryadi menerima Property&Bank untuk slituurahmi sambil wawancara. Berikut petikannya.

Nama Anda beredar sebagai salah satu figur pengusaha yang disebut-sebut layak mendampingi Presiden dalam kabinet mendatang?

Kita serahkan kepada takdir Tuhan. Presiden kita pasti memilih kandidat terbaik untuk membantu beliau pada pemerintahan mendatang.

Anda bersedia jika diminta Presiden?
Untuk negeri, harus siap.

Bagaimana Anda melihat peluang Pemerintahan baru?
Menurut saya harusnya Bapak Jokowi lebih diuntungkan dengan kondisi sekarang, karena beliau lebih tahu dan bisa langsung kerja tidak perlu menunggu Oktober. Dan itu bisa berlaku terus jadi tidak buang waktu.

Sebagai pengusaha senior dan Ketua Umum Apindo, bagaimana Anda melihat perlunya mencetak pengusaha di kalangan mahasiswa?
Tidak mudah mencetak pengusaha. Harus dilihat backgroundnya. Kemarin kita kerjasama dengan Pesantren buat bisnis ritel seperti alfamart. Nah kalau di perguruan tinggi lain lagi karakternya. Jadi yang paling berat dari kita menjadi mentor, karena banyak variannya. Ini yang belum ketemu polanya. Kita ingin tidak ada gap yang menonjol antara teman-teman pribumi dan keturunan. Jadi yang kita perhatikan pertama adalah UU ketenagakerjaan. Itu yang paling menghambat kita. Ada pengusaha yang tidak terlalu perhatikan itu.

Untuk menjadi perusahaan yang lebih baik, UU ini lebih realistis lah. Jadi kita mengusahakan itu termasuk tarif pajak. Problemnya sekarang ada di DPR. Kalau yang namanya ketenagakerjaan ini kemungkinan pemerintah mengeluarkan Perpu.

Isinya tentang apa?
Intinya membuat persangon dan upah menjadi lebih realistis. Membuat lebih bisa diimplementasikan dengan baik. Problem utama masyarakat kita itu masalah employment. Angkatan kerja kita siap pakai itu hanya 26%. Sedangkan  59% tamatan SMP ke bawah. Dan itu kan harus kita benahi.

Apa masalah dalam menciptakan pengusaha baru?
Basic dan ini diperlukan oleh semua orang. Kita buat program ini, juga ada Ilmu pemasaran, Ilmu keuangan, ilmu bagaimana mengelola HR. Jadi ingin membuat sistem moduler gitu. Kita membuat program ini bisa berjalan. Pemasaran jadi masalah. Karena sudah zamannya internet.  Jadi bagaimana kepintaran kita saja. Makanya tidak mudah mencetak untuk mengarahkan menjadi pengusaha.

Yang agak mendingan system franchise. Problemnya semua produk kita yang layak, tidak mau di franchisekan. Kalau franchise kan harus berbagi dengan orang. Tapi menurut saya pointnya adalah lihat sistem itu dilakukan dengan benar, itu salah satu sukses yang tepat. Itu opportunity. Kalau mau ya model seperti itu.

Menurut Anda bisnis apa kedepan yang akan bagus?
Saya rasa semua bisa dan punya kesempatan yang sama. Tapi kita harus mateng membuat konsep bisnisnya, harus inovatif juga.

Tantangan digital gimana?
Digital itu yang harus kita manfaatkan, itu sangat menolong. Itu peluang untuk yang memang ingin membesarkan pasar, tantangan yang ingin mendapatkan income.

Bagaimana dengan bisnis hotel?
Bisnis hotel sekarang sedang jelek, ini masalah besar. Occupancy itu average turun, hampir 50%. Indonesia timur yang paling parah. Wilayah barat seperti Padang dan Medan masih mendingan. Harga tiket mahal ya wisatawan tidak pergi. Jadi janganlah bisnis hotel, sekarang berat.

Kita punya 10 destinasi baru, targetnya mau kemana, lokal atau asing? Kalau ambil dari luar bagaimana caranya menarik mereka datang. Sekarang ini kita tidak punya strategi yang terkonsolidasi. Kita lagi mau belajar dari turis Inggris dan Rusia yang ke Indonesia. Jadi saat ini yang tertinggi wisatawan di Eropa itu dari Inggris sekitar 390 ribu. Kalau di London yang menggerakkan KBRI dengan membuat pameran. Kalau di Moscow yang membuat itu Duta Besar yang kreatif, dengan membuat festival Indonesia di sana. Jadi ada flight direct 3 x seminggu ke Bali dari Rusia dan Inggris. Nah kita berfikir kenapa kita tidak carter pesawat dari sana. Menurut saya pasar yang besar itu memang China, tapi diambil medium upper.

Lalu kenapa promosi wisata kita kurang terdengar di luar?
Karena kita tidak cukup pintar mengelola anggarannya.

Kalau industri properti gimana?
Kita lagi buat program perumahan kerjasama BPJS. Kita mau mendorong yang karyawan swasta itu program perumahannya melalui BPJS saja. Treatmentnya seperti KPR tetapi dengan bunga yang rendah bisa sampai Rp 500 juta.

Check Also

Type Rumah 2 lantai The Orchard Residence @ Parung

Beli Rumah Di The Orchard Residences @ Parung, Dapat JANDA MUDA

PERUMAHAN – Beragam promo kerap diterapkan pengembang untuk menarik perhatian masyarakat dalam memasarkan produk properti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 164

Klik Disini
close-link