Thursday , 22 November 2018
Breaking News
Home / Breaking News / Hermina Group Tutup Atap Hermina Tower Kemayoran

Hermina Group Tutup Atap Hermina Tower Kemayoran

Direktur Hermina Hospital Group Yulisar saat melakukan topping off Hermina Tower

Direktur Hermina Hospital Group Yulisar saat melakukan topping off Hermina Tower

PROPERTI-PT Pembangun Pemilik dan Pengelola Menara Proteksi Indonesia yang merupakan grup usaha dari Hermina Land, hari ini 1 Oktober 2015 melakukan prosesi topping off atau penutupan atap pembangunan Hermina Tower Kemayoran, Jakarta. Pelaksanaan topping off ini dilakukan lebih cepat 5 bulan dari rencana awal.

Proyek pembangunan Hermina Tower yang sempat tertunda selama 17 tahun ini, merupakan pengembangan mix use development di atas lahan seluas 11.510 m2 di kawasan Komplek Bandar Baru Kemayoran yang menjadi blok khusus untuk perkantoran dan pusat bisnis. Dengan luas bangunan mencapai 69.000 m2, Hermina Tower akan terdiri dari 21 lantai dan 6 lantai podium dengan berbagai kegunaan.

Direktur Hermina Hospital Group Yulisar mengatakan, pihaknya mengembangkan Hermina Tower karena melihat tingginya kebutuhan terhadap ruang perkantoran di kawasan Kemayoran. Saat ini, memang sejumlah pengembang besar telah menggarap kawasan bekas bandara itu dengan mengembangkan hunian, perkantoran maupun pusat bisnis dan niaga.

“Berawal dari kebutuhan lahan untuk perluasan dan pengembangan RS Hermina Sunter Podomoro, akhirnya dipertemukan dengan proyek Menara Proteksi Indonesia yang sempat tertunda beberapa tahun. Setelah melalui proses panjang, akhirnya pembangunan berhasil dilanjutkan kembali oleh Hermina Hospital Group pada bulan Oktober 2014,” jelas Yulisar.

Direktur Utama One Property Ismet Natakarmana, yang dipercaya untuk memasarkan Hermina Tower mengatakan, Kemayoran merupakan kawasan yang sedang berkembang sehingga properti di kawasan ini sangat layak dan menguntungkan sebagai investasi. Hal ini karena didukung oleh lokasinya yang sangat strategis dengan kemudahan akses dari berbagai penjuru.

“Jika membeli sekarang dengan harga berkisar Rp 25 jutaan per meter, maka diprediksi akan naik menjadi Rp 40 juta hingga Rp 50 jutaan dalam 3 atau 4 tahun mendatang. Hal ini karena rencana Pemda yang akan mengembangkan kawasan Kemayoran sebagai kawasan hunian elit dan sudah masuknya sejumlah pengembang besar ke kawasan ini,” jelas Ismet.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*