Sunday , 18 November 2018
Breaking News
Home / Indeks Berita / HSBC dan PSF Dukung Pembentukan ALFED

HSBC dan PSF Dukung Pembentukan ALFED

Peresmian ALFED

Peresmian ALFED

KEUANGAN- Hari ini (20/10), HSBC Indonesia dan Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui Sampoerna University (SU) mendukung pembentukan Association of Lectures for Financial and Economic Development (ALFED), sebuah asosiasi yang menjadi wadah bagi para dosen di seluruh Indonesia untuk mengembangkan sektor keuangan dan ekonomi di daerah masing-masing.

ALFED terbentuk sebagai salah satu strategi dari kerja sama jangka panjang antara HSBC dan PSF yang bertujuan untuk meningkatkan literasi perbankan dan keuangan. Sebelumnya, kerja sama yang berlangsung selama 3 tahun ini juga telah melahirkan inisiatif – inisiatif seperti pendirian program studi Perbankan dan Keuangan di Sampoerna University, serta mencetuskan beberapa program pengembangan, seperti Training of Trainer (ToT) yang menyasar dosen-dosen dari puluhan kampus di berbagai penjuru tanah air, serta Professional Development Program (PDP) yang merangkul puluhan bankir muda dari puluhan bank daerah.

“Dengan keberadaan ALFED, kami berharap dapat mengidentifikasi secara tepat tantangan dan kebutuhan setiap daerah terhadap keuangan dan perbankan, sehingga proses edukasi akan tepat sasaran. Dengan demikian, dosen bisa menjadi agen perubahan dan setiap daerah dapat tumbuh sesuai dengan karakteristiknya masing-masing, sehingga menguntungkan masyarakat,” ujar Senior Vice President and Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia Nuni Sutyoko dalam siaran pers.

Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc., selaku Ketua Dewan Pertimbangan Presiden turut hadir untuk membuka kegiatan hari ini dengan menyampaikan sambutan mengenai pentingnya peran dosen dalam pengembangan sektor keuangan dan ekonomi. Sesi dilanjutkan dengan diskusi terbuka bersama Toto Zurianto, Kepala Departemen Learning and Assessment Center OJK Institute, Steven Suryana, Senior Vice President and Head of Wealth Management HSBC Indonesia, dan., selaku perwakilan ALFED.

“Pengembangan edukasi keuangan yang optimal dapat terjadi dengan adanya sinkronisasi antara pemerintah, NGO, asosiasi, para pendidik, juga pihak swasta melalui penyelenggaraan program yang saling mendukung. Hal ini tentu akan membawa dampak yang lebih besar bagi masyarakat, daripada program yang berdiri sendiri-sendiri,” ujar Toto.

Sementara itu, Ketua Umum ALFED yang juga dosen di Sampoerna University Bambang Setiono Ph.D., mengatakan, selain bisa mendorong lahirnya agen-agen perubahan yang diawali oleh para dosen, ALFED juga diharapkan bisa menjadi media berbagi pengetahuan (knowledge transfer) bagi setiap anggota.

“Selama ini, belum ada medium yang dapat mempertemukan para dosen dari seluruh Indonesia untuk membahas pemikiran, berbagi kisah sukses, ataupun tantangan edukasi keuangan yang mereka temui di setiap daerah. Sejumlah program community development yang telah diselenggarakan anggota ALFED pada tahun ini akan menjadi studi kasus awal dan akan terus dikembangkan dari tahun ke tahun,” ujar Bambang.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*