Friday , 16 November 2018
Breaking News
Home / Properti / Apartemen & Perhotelan / Hunian Yang Mudah Aksesnya Dan Dekat Transportasi Makin Diminati

Hunian Yang Mudah Aksesnya Dan Dekat Transportasi Makin Diminati

Diskusi mengenai hunian yang dekat dengan sarana transportasi

BERITA PROPERTI – Potensi pasar dan karakteristik unik lokasi hunian, khususnya terkait antarmoda transportasi publik akan memudahkan masyarakat melakukan mobilitas, baik dengan kendaraan pribadi ataupun transportasi publik. Ketika memilih sebuah hunian, alternatif jalur commuter line, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rapid Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT) kini harus menjadi perhatian.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Kementerian Perhubungan RI Sigit Irfansyah mengatakan, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mendorong beberapa kawasan untuk segera melakukan penanganan terkait permasalahan lalu lintas dan kebutuhan serta fasilitas pendukung transportasi publik.

“Contohnya di Jabodetabek terkait transportasi telah dilakukan beberapa upaya uang mendorong percepatan pelayanan angkutan umum melalui Jabodetabek Airport Connection (JAC) dan Jakarta Railway Center (JRC), serta penanganan stasiun kereta dengan konsep integrasi,” ujar Sigit pada Gathering and Discussion bertema Solusi Hunian: Transportasi, Akses dan Kualitas Hidup beberapa waktu lalu.

Country Director Institute for Transportation & Development Policy Yoga Adiwinarto menjelaskan, pembangunan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) saat ini memang tengah diminati. Banyak dari pengembang melirik potensi hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik.

“Akses jalan tol sudah tidak mampu menampung pengguna mobil, sehingga masyarakat harus berjam – jam di perjalanan. Salah satu solusi bisa dilakukan pemerintah dan pengembang properti adalah melakukan kolaborasi membangun kawasan yang dekat dan lengkap ada transportasi publik. Karena untuk membangun kawasan terintegrasi dan multiplier effect harus perhatikan transportasi publik. Kondisi ini akan memudahkan masyarakat atau penghuni kawasan tersebut dan meningkatkan perkembangan daerah tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, President Director Synthesis Development Budi Yanto Lusli menyambut baik dorongan dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) terkait penyediaan transportasi pendukung di Jabodetabek. “Synthesis Development menyadari saat ini diperlukan sinergitas semua kalangan, pemerintah, operator, lembaga profesional dan pengembang untuk memiliki pemahaman yang sama tentang sistem transportasi masa depan sebagai bagian dari solusi hunian,” jelas Budi.

“Synthesis Development berharap kedepannya dapat berkolaborasi bersama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan PT. Transportasi Jakarta untuk mengembangkan Prajawangsa City dengan pola tata ruang sebagai kawasan superblok yang accessible di Cijantung,” ujar Managing Director Synthesis Development Mandrowo Sapto.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*