Sunday , 22 September 2019
Home / Nasional / Ekonomi / Incar Dana Rp 355,5 miliar, Bhakti Agung Tawarkan Harga IPO Rp 150-200 per Saham

Incar Dana Rp 355,5 miliar, Bhakti Agung Tawarkan Harga IPO Rp 150-200 per Saham

PT Bhakti Agung Propertindo bidik dana dari IPO saham hingga Rp 335,50 miliar.

PASAR MODAL – Perusahaan properti PT Bhakti Agung Propertindo berencana mencari pendanaan dari pasar modal lewat penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengembang properti ini menawarkan sebanyak-banyaknya 1,67 miliar saham dengan nilai penawaran Rp 150-Rp 200 per saham.

Jumlah saham yang ditawarkan setara dengan 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Lewat IPO ini, Bhakti Agung Propertindo berharap dapat meraup dana segar sebanyak-banyaknya Rp 355,5 miliar. Bhakti Agung akan menggunakan sekitar 80% dana IPO untuk modal kerja.

BACA JUGA :   Metland Optimis Kenaikan Revenue, Penjualan Kelas Middle Tetap Baik

Sementara 20% sisanya untuk membayar sebagian utang ke PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atas fasilitas kredit konstruksi. Di samping itu, Bhakti Agung Propertindo juga akan menawarkan pemanis berupa waran seri I sebanyak 1,34 miliar atau setara dengan 34,3% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Perbandingannya, tiap pemegang 100 saham akan mendapatkan 80 waran seri I. Lalu, tiap satu waran bisa digunakan membeli satu saham yang ada di dalam portepel. Waran ini memiliki jangka waktu kedaluwarsa selama tiga tahun, terhitung enam bulan usai diterbitkannya waran ini pada tanggal pencatatan di BEI, 6 September 2019.

Artinya, masa berlaku waran adalah dari 6 Maret 2020 sampai 5 Maret 2025. Berdasarkan prospektus, penawaran awal IPO ini dilaksanakan pada 14 Agustus 2019-21 Agustus 2019. Kemudian, penawaran umum pada 30 Agustus 2019 dan 2 September 2019. Sementara itu, tanggal penjatahan jatuh pada 3 September 2019.

BACA JUGA :   Target Jualan Hingga Rp150 M, AREBI DKI Gelar Pameran Properti JPEx 2019

“Perseroan akan menggunakan 20% dana hasil IPO membayar sebagian utang (refinancing) kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk atas fasilitas kredit konstruksi. Sementara 80% lainnya untuk kebutuhan modal kerja perseroan,” kata manajemen dalam prospektus resmi, Kamis (14/8).

Adapun, Bhakti Agung didirikan di Kediri, Jawa Timur dengan nama PT Paku Bumi Sejahtera pada 20 Juli 2012. Pada 2015 terjadi perubahan pengendali perseroan, yakni dari Jusuf Thojib menjadi PT Grha Agung Propertindo, yang saat ini tercatat memiliki 57,50% saham.

Selain Grha Agung, pemegang saham perseroan yang lain adalah PT Nugraha Prima Griyatama sebesar 42,50%. Usai IPO saham, kepemilikan saham Grha Agung Propertindo akan turun menjadi 40,25%, Nugraha Prima Griyatama 29,75% dan masyarakat menggenggam 30%.

BACA JUGA :   Pemegang Saham Pwon Setujui Dividen Sebesar Rp 337 Miliar

Bhakti Agung fokus pada bisnis hunian apartemen, komersil, condominium dan hotel, serta Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Asih dan Klinik Pratama. Beberapa proyek yang sedang digarap perseroan, yaitu Green Cleosa di Ciledug, Tangerang yang sedang dikerjakan.

Di situ, terdapat apartemen dengan fasilitas middle up yang berdiri dilahan seluas 1,3 ha, terdiri dari dua tower apartemen, satu tower condotel, delapan lantai STIKES Bhakti Asih, serta empat lantai klinik kesehatan.

“Untuk kondotel, perseroan berencana membangun sebanyak 157 kamar. Perseroan dalam mengembangkan bisnisnya kini bekerjasama dengan salah satu manajemen hotel guna menjalankan pengelolaan condotel. Kerjasama operasi hotel ini akan berjalan selama 10 tahun,” kata manajemen.

BACA JUGA :   Laba Turun, Emiten Konstruksi Kejar Target Kontrak Baru di Semester II-2019

Sesuai rencana kondotel itu bakal terdiri atas 72 unit kamar standar, 63 unit kamar deluxe, dan 11 unit kamar suite. Perseroan menargetkan penyelesaian pembangunan condotel ini pada Maret 2022. Sementara untuk gedung STIKES, pembangunannya akan menempati lahan dengan total luas 5.000 m2.

STIKES serta klinik diproyeksikan beroperasi pada Mei 2020. Per 28 Februari total ekuitas Bhakti Agung mencapai Rp 190,69 miliar, sedangkan total aset dan liabilitas masing-masing sebesar Rp 280,24 miliar dan Rp 89,55 miliar.

Sepanjang 2018, perseroan membukukan penjualan Rp 5,92 miliar, sedangkan per 28 Februari 2019, perseroan meraih penjualan Rp1,12 miliar. PT MNC Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi aksi penawaran ini. Masa penawaran awal atau bookbuilding dilangsungkan sejak 14 Agustus hingga 21 Agustus.

BACA JUGA :   Crown Group Luncurkan Proyek Terbaru, Eastlakes Live Senilai Rp 10 Triliun

Kemudian, perseroan menargetkan tanggal efektif pada 28 Agustus, yang dilanjutkan masa penawaran umum selama 30 Agustus hingga 2 September. Perseroan memperkirakan distribusi saham dan waran I secara elektronik pada 5 September, dan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 September. (Artha Tidar)

Check Also

Hapus Pengurusan IMB Yang Rumit, Dorong Saham Properti Makin Menarik

EKONOMI – Harga saham properti mulai bergeliat pada perdagangan pada Rabu (18/9) pagi. Sejumlah regulasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 163

Pesan Sekarang!
close-link