Tuesday , 11 December 2018
Breaking News
Home / Indeks Berita / Industri Perbankan dan Tantangan Era Disrupsi Digital

Industri Perbankan dan Tantangan Era Disrupsi Digital

Para Penerima penghargaan dalam acara : Anugerah Perbankan Indonesia-VII-2018 (APBI-VII-2018) & Anugerah BPR Indonesia VI-2018 (APBRI-VI-2018), di Balai Kartini, Jakarta (19/11/2018)

Berita Perbankan – Berkembangnya teknologi mengharuskan industri perbankan untuk bertransformasi. Terlebih di era digital ini penggunaan teknologi internet , telah mendorong perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor, termasuk jasa bisnis perbankan.

Guna memberikan apresiasi industri perbankan Nasional, Economic Review kembali menggelar acara Anugerah Perbankan Indonesia-VII-2018 (APBI-VII-2018) & Anugerah BPR Indonesia VI-2018 (APBRI-VI-2018), pada Senin, 19 November 2018.

CEO Economic Review, Irlisa Rachmadiana dalam sambutannya menyampaikan, penghargaaan APBI-VII-2018 & ABPRI-VI-2018 merupakan bentuk apresiasi kepada perbankan Indonesia atas inovasi dan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan ekonomi Indonesia.

Acara yang digelar di Balai Kartini Jakarta, lanjut Irlisa,  mengusung tema “Perbankan Indonesia, di Era Disrupsi Digital”.

“Penganugerahan ini merupakan salah satu penghargaaan atas mereka (perbankan) yang telah mampu untuk terus berinovasi dan menorehkan prestasi bisnisnya sepanjang 2017” ujar Irlisa Racmadia.

Di era digitalisasi seperti saat ini, membuat teknologi informasi mengalami perubahan di berbagai sektor. Banyak sektor yang berbondong-bondong untuk mengubah layanan mereka menjadi lebih digital salah satunya yakni perbankan.

Adanya disrupsi digital ini membuat perbankan harus mengubah cara berpikir dan terus berinovasi dalam menghadapi disrupsi digital. Perubahan ini juga menjadi sebuah tantangan bagi industri perbankan, pada masa yang akan datang perbankan harus menghadapi industri financial technology (Fintech).

“Disrupsi Digital membuat Bank harus mengubah cara berpikir mereka, dari yang selama ini hanya menunggu konsumen datang dan menyimpan uangnya. Kini harus lebih dinamis,” tambah Irlisa Rachmadiana, Pendiri Economic Review.

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Juri APBI-VII-2018 dan ABPRI-VI-2018, Marsudi Wahyu berpendapat bahwa Era Disruptif ini bagi perbankan bukanlah masalah besar dalam menghadapi persaingan dengan industri Fintech.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo, mengungkapkan pendapatnya, bahwa kedepan industri perbankan perlu menyederhanakan sistem transaksi pembayaran. Saat ini masyarakat khususnya pada generasi milenial lebih suka menggunakan pembayaran online daripada pembayaran secara cash.

“User experience penting, kita pemain perbankan , pakai istilah dua kaki. Dari yang tadinya offline ke online e-cash dengan venture capital. Suatu saat akan convert yang lebih user friendly.” Tegasnya.

Dalam acara penganugerahan bergengsi bagi kalangan perbankan, turut menghadirkan beberapa pembicara yang berkompeten di bidangnya yakni, Hermanto Siregar Rektor Perbanas Institute, Kartika Wirjoatmodjo Ketua Umum Perbanas, Wimboh Santoso Dewan Komisioner OJK, dan Joko Suyanto Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia. (Irvan Chandra)

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*