Saturday , 19 August 2017
Home » Indeks Berita » Industri Properti Kembali Bersinar Di 2016

Industri Properti Kembali Bersinar Di 2016

SAPSAP

Progres Proyek Apartemen Saumata Serpong

Progres Proyek Apartemen Saumata Serpong

PROPERTI– Industri Properti Indonesia di tahun 2016 diprediksikan akan terjadi peningkatan secara perlahan. Kenaikan harga akan tetap dipicu oleh maraknya pembangunan infrastruktur dan transportasi umum yang saat ini hampir berbanding lurus sehingga banyak konsumen akan kembali berinvestasi di sektor properti.

Demikian paparan Rumah123.com dalam “Indonesia Properti Sentimen Survei H2 2015“ yang digelar Senayan City Jakarta, hari ini, Selasa 3 November 2015. Menurut survei yang dilakukan portal properti tersebut, dikatakan harga properti yang terus melambung tinggi dalam jangka waktu tiga tahun belakangan, tingginya suku bunga KPR dan kondisi makro perekonomian menyebabkan gairah konsumen terhadap industri properti menurun secara perlahan.

Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung mengatakan, survei yang mereka lakukan secara rutin ini, memang disajikan sebagai tolak ukur bagi masyarakat umum, investor, pembeli, penjual maupun pemilik properti baik warga lokal ataupun ekspatriat dengan data-data yang kami paparkan. “Hasil survei semester dua menggambarkan adanya perbaikan daya beli dan keinginan memiliki properti dalam satu sampai dua tahun ke depan yang meningkat. Dengan survei yang ada, kita bisa lihat prediksi industri properti di tahun berikutnya,” tegasnya.

Selain itu, survei ini juga menyebutkan Tangerang Selatan, Depok dan Bogor adalah beberapa wilayah yang akan di lirik untuk daerah Jabodetabek, namun Jakarta Selatan tetap menjadi idaman utama untuk di wilayah Jakarta. Selain itu, kota-kota besar seperti Bandung, Yogyakarta, Medan, Palembang menjadi pilihan masyarakat Indonesia dikarenakan dianggap sudah memiliki infrastruktur yang cukup baik. Masyarakat Indonesia juga masih menunggu realisasi dari program Satu Juta Rumah oleh pemerintah Jokowi. Terlihat dari hasil survei (72%) Masyarakat Indonesia mengetahui dan mengharapkan kelanjutan dari program pemerintah ini.

Suku bunga KPR kembali menjadi faktor utama yang dianggap responden dapat mengancam pertumbuhan properti (35%) dan faktor paling berpergaruh bagi konsumen dalam memilih bank penyedia KPR (66%), Terungkap juga bahwa 70% dari total responden masih akan mencari pinjaman melalui KPR saat melakukan pembelian properti.

Responden secara umum belum menunjukkan keinginan yang tinggi untuk melakukan pembelian properti di luar negeri, namun hasil sentiment survei semester ini menunjukkan kenaikan ketertarikan yang cukup signifikan (9% ke 32%) total responden yang tertarik membeli properti di luar negeri dengan Singapura, Australia dan Malaysia menjadi 3 negara tujuan utama.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*