Friday , 14 December 2018
Breaking News
Home / Figur / Inilah, Raja Rumah Bersubsidi Dari Kota Daeng Sulsel

Inilah, Raja Rumah Bersubsidi Dari Kota Daeng Sulsel

Darwis DG Nai (kiri) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

FIGUR – Sulawesi Selatan dinilai sebagai provinsi dengan pasar properti terbaik se-Kawasan Timur Indonesia. Sejumlah pengembang adu nasib di kota Daeng ini. Namun, untuk rumah subsidi, Darwis DG Nai, Rajanya.

Sebutlah nama Haji Darwis, owner PT Hidayat Anugrah Pratama (HAP), pengembang perumahan di Makassar, kalangan pengembang kota Daeng pasti mengenal. Berdiri sejak tahun 2012,  PT HAP, fokus mengembangkan hunian bersubsidi.

Direktur Utama PT HAP, Darwis Dg Nai mengatakan, hingga saat ini ia memang fokus ke pembangunan rumah subsidi. Pembangunan rumah bersubsidi ini sebagai salah bentuk partisipasi dalam mendukung program pemerintah untuk pengadaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Program pemerintah ini betul-betul dibutuhkan masyarakat kecil yang jumlahnya sangat besar di Indonesia,” kata Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pengembang Indonesia (PI) Sulsel ini.

Sejak tahun 2012 hingga sekarang ini PT HAP sudah membangun perumahan di sembilan lokasi, yakni Green Cakra Regency sekitar 750 unit, Cakra Hidayat Regency 500 unit, Green Nur Hidayat 70 unit,  Cakra Hidayat 2 dengan total 250 unit.

Baca Juga : Asmat : Bangun Rumah MBR Itu Bisnis dan Ibadah

Saat ini proyek rumah subsidi yang sedang dikembangkan yakni Cakra Hidayat 2, Green Cakra Regency, Parangbanoa ada sekitar 1000 unit yang dikembangkan di atas lahan seluas 10 hektar. “Hampir semua rumah yang kita bangun ini, semuanya merupakan rumah bersubsidi,” kata ujar Dg Nai. Saat ini diprediksikan market rumah bersubsidi di Makassar sangat besar, yakni sekitar 75 persen.

“Tahun 2018 ini kami menar­getkan akan membangun 1000 unit rumah subsidi di tiga lokasi berbeda, Sulawesi Selatan,” ungkap Darwis yang menerima penghargaan Property Award dari Bank BTN. Masing-masing, Di Kelurahan Parangbanoa dan di Desa Taeng di Kecamatan Pallangga serta di Kecamatan Bontomarannu. “Untuk ketiga tempat ini, lokasi semua sudah siap,” ujarnya.

Dg Nai menjelaskan, konsumen yang membeli rumah yang dibangun PT HAP,  umumnya mereka berasal dari berbagai daerah yang bekerja di Makassar sebagai karyawan swasta, PNS, dan wiraswasta dan berbagai profesi lain yang berpenghasilan berdasarkan Umum Minimum Provinsi (UMP).

Di tahun 2017 lalu,  pihaknya berhasil menjual 600 unit rumah subdisi. Angka ini menempatkan PT HAP sebagai mintra Bank BTN Tbk sebagai pengembang berpenjualan tertinggi secara nasional di luar Jabodetabek. Prestasinya yang cukup sensasional  itu, secara nasional PT HAP berada di posisi ke tujuh, dimana perusahaan yang berada di posisi pertama hingga keenam itu, semuanya berada di Jabodetabek.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*