Monday , 19 November 2018
Breaking News
Home / Indeks Berita / “Inisiatif Tiga Gajah” SMBR Rajai Pasar Sumbagsel & Lampung

“Inisiatif Tiga Gajah” SMBR Rajai Pasar Sumbagsel & Lampung

BERITA PROPERTI – Namun disaat pasar semen kelebihan suplai (Over Supply), bahkan sejumlah produsen semen berbondong-bondong menyasar ekspor. Namun tidak demikian dengan yang ditempuh PT Semen Baturaja (Persero) Tbk.

Melalui Quick Win Initiative, dimana produsen semen lain membicarakan masalah over supply, justru Semen Baturaja (SMBR) semakin tumbuh yang diikuti dengan EBITDA margin naik. Hal ini terbukti pada semester 1 2018, kinerja penjualan SMBR tumbuh 28%, bahkan pada bulan Juli lalu meningkat menjadi 92 %, ujarnya.

Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, Rahmad Pribadi mengatakan bahwa kami menerapkan strategi yang diberi nama Inisiatif Tiga Gajah, sebagai inisiatif strategis.

Dijelaskan Rahmad, Inisiatif Tiga gajah ini terdiri dari tiga. Pertama, Cost leadership Initiative. Cost leadership Initiative ini bukan berarti semua harus dipotong, tapi bagaimana mengeluarkan uang di tempat-tempat yang bisa menjerat uang menjadi lebih banyak. “jadi bisa memberikan dampak efisiensi. Targetnya adalah menjadi perusahaan yang mempunyai tingkat profitabilitas tinggi, yang kita definisikan dengan EBITDA margin yang tertinggi di Industri,” jelasnya.

BACA JUGA :   Kota Terpadu 2.760 Ha di Barat Jakarta

Kedua, Market Expantion Initiative ini memiliki dua tujuan yakni memperkuat market share di existing market, dan memperluas wilayah pasaran. Ketiga, Business Process Streamlining Initiative. Yakni melakukan perbaikan-perbaikan mulai dari model bisnis, model operasi, termasuk bisnis proses. Itu kita perbaiki semua. Tujuannya supaya bisnis proses itu bisa cepat mengambil keputusan.

“Dari tiga inisiatif yang kita sebut Inisiatif Tiga Gajah ini, hasilnya pada semester 1 2018 ini sudah kelihatan. Karena kita memimpin industri semen dalam tiga hal, pertumbuhan penjualan, pertumbuhan pendapatan dan tingkat EBITDA margin,” ujar Rahmad.

Hingga saat ini SMBR lebih mengutamakan pasar lokal mengingat harga jualnya masih lebih baik daripada ekspor.

Produsen semen yang Memiliki Pabrik di Baturaja, Palembang dan Lampung ini hingga saat ini telah mencatat pertumbuhan volume penjualan diatas rata rata nasional. Penguasaan pasar di sebagian wilayah sumatera itu yang menjadi pendorong utama pertumbuhan Semen Baturaja.

Misalnya saja di Palembang dan Sumatera Selatan ini kami sudah menguasai pasar 70  hingga 80 persen. Untuk wilayah Lampung sendiri Semen Baturaja sudah menjadi Market Leader. Bahkan Saat ini Semen Baturaja juga tengah menjajaki pasar Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung.

BACA JUGA :   CEO Keller Jeli Dalam Membidik Produk Properti

Jadi secara keseluruhan dengan kapasitas terpasang hamper 4 Juta ton per-tahun, Semen Baturaja telah menguasai sekitar 15 persen pasar di Sumatera ini ”ujar Rahmad sambil menambahkan bahwa hingga semester satu tahun ini, Semen Baturaja mengalami pertumbuhan penjualan hingga 28 persen, dibandingkan konsumsi semen domestik yang tumbuh hanya 3,6 persen.

Lebih jauh Rahmad mengatakan keunggulan dari Semen Baturaja selain kualitas semen yang baik, yakni dari segi delivery dan pelayanan.

Sejak didirikan pertama kali pada tahun 1974 lalu, pabrik semen kebanggan warga Sumatera Selatan ini telah memberikan kontribusi yang luar biasa. Keberadaan perusahaan semen ini dibangun atas dasar pertimbangan untuk bisa lebih mengoptimalkan penyediaan pasokan semen terutama dalam pemenuhan kebutuhan pembangunan proyek konstruksi dan infrastruktur di Bumi Sriwijaya dan daerah sekitarnya.

Tidak mengherankan jika di wilayah Sumatera Selatan ini, Semen Baturaja mensuplai 75 persen pasar ritel dan sisanya proyek-proyek pembangunan maupun infrastruktur yang kini tengah giat dilakukan pemerintah provinsi Sumatera Selatan.

“Jadi di banding dengan produsen lain yang bermain di Sumatera ini, kami yang paling dekat dengan konsumen. Karena pabrik kami ada di Baturaja, Lampung dan Palembang. Sehingga akan lebih cepat dalam pelayanan kepada konsumen,” kilahnya.

SMBR dari tahun ketahun terus berkembang, hal ini ditandai antara lain dengan dioperasikannya secara komersil cement mill pada bulan Juli 2013 dengan kapasitas produksi sebesar 750.000 ton semen/tahun, hingga pabrik Baturaja II yang telah beroperasi secara komersil pada Juni 2017 dengan kapasitas terpasang 1.850.000 ton semen/tahun.

Rencana perusahaan untuk meningkatkan kapasitas terpasang dimulai saat selesainya proyek optimalisasi pada tahun 2001, dimana perusahaan dapat memproduksi semen dengan total kapasitas terpasang 1,25 Juta ton pertahun.

Setelah dilakukan optimalisasi pada tahun 2013 dengan selesainya pembangunan Cement Mill dan Packer, perusahaan dapat memproduksi semen dengan total kapasitas menjadi 2 juta ton pertahun. Bahkan ditahun 2017 dengan beroperasinya Pabrik Baturaja II, maka perusahaan dapat memproduksi semen dengan kapasitas 3,85 juta ton pertahun.

Semen Baturaja sendiri hingga saat ini telah memproduksi beberapa tipe semen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seperti yang dikatakan Rahmad Pribadi, yakni Type 1, PCC, Type 2 dan type 5, namun perusahaan juga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk semen type PPC maupun semen type  OEC yang digunakan dalam pengeboran minyak.

Untuk semen type 1 dan PCC adalah yang paling diminati masyarakat, yang biasa dipakai untuk pembangunan perumahan, bangunan gedung, jembatan, dan infrastruktur lainnya. Sementara untuk type 2 biasanya dipakai untuk beton kebutuhan khusus dan type 5 yang digunakan untuk daerah yg butuh beton tahan sulfat seperti di wilayah pantai dan rawa rawa.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*