Monday , 25 March 2019
Home / Indeks Berita / Inovasi Sangat Penting Di Era Industri Properti Milenials

Inovasi Sangat Penting Di Era Industri Properti Milenials

Hermon Simanjuntak, Sales & Marketing Division Head Bakrie Swasakti Utama (BSU)

EKSEKUTIF – Orientasi pengembang tahun ini mengarah kepada pembangunan produk properti yang bisa dijangkau oleh pasar generasi milenial. Kemampuan daya beli kelompok generasi milenial di dalam sektor properti terbilang sangat menarik, dengan kisaran antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Apalagi generasi yang disebut generasi Y ini di dukung oleh orang tua yang sudah mapan secara ekonomi.

Sosok muda yang penuh canda, murah senyum dan sederhana ini memiliki pribadi supel serta pandai bergaul membuatnya memiliki banyak relasi. Sales & Marketing Division Head PT. Bakrie Swasakti Utama (BSU), Hermon Simanjuntak, dikenal pria yang cukup gigih dalam pencapaian target yang diinginkan perusahaan. Kecermatannya dalam membaca peluang menjadi satu kombinasi sempurna yang membawa keberuntungan dalam bisnis.

BACA JUGA :   Butuh Intervensi Pemerintah Agar Kalangan Milenial Mampu Beli Rumah

Pria berdarah batak kelahiran Jogyakarta ini, menilai perkembangan industri properti saat ini tengah mengarah kepada generasi milenial. Tingginya kemampuan daya beli generasi milenial dari tahun ke tahun membuat pasar properti perlahan namun pasti kembali bergairah.

Hermon Simanjuntak menganggap kehadiran generasi Y ini merupakan suatu yang spesial. Dengan keakraban mereka menggunakan teknologi digital, tentunya memberikan angin segar bagi industri properti di tanah air. “Meski saat ini mereka belum melihat pentingnya berinvestasi khususnya di produk properti, namun ke depan generasi milenial ini akan mendorong perkembangan tren industri properti,” ujar pria yang aktif sebagai Relawan BNN ini.

Dengan gaya hidup yang aktif dan dinamis, senang terhadap segala sesuatu yang praktis menjadikan hunian vertikal sebagai solusi tepat. Melihat potensi yang besar itu, beberapa pengembang properti berlomba-lomba menarik perhatian kaum milenial untuk menjadi konsumennya.

BACA JUGA :   BPL Topping Off Kawasan Bisnis Di Sentra Timur

Generasi yang menjadikan gadget sebagai alat untuk menggali informasi tentunya harus ada strategi yang tepat. Jadi tidak bisa secara langsung memasarkan produk dengan cara konvensional, selain itu sebagai pelaku di industri properti juga harus update mengenai proyek apa saja yang sedang menjadi trending topic di media sosial.

Menurutnya, tuntutan jaman di generasi milenials, membutuhkan kreativitas dan inovasi. Kedua hal tersebut memiliki peranan penting dalam bisnis properti selain itu komitmen, pelayanan dan menjaga kualitas adalah yang paling utama, kilahnya.

Meski untuk segmen Apartemen The Masterpiece & The Empyreal dan Ocea Kondotel, memiliki karakter customer tersendiri. BSU mencoba menangkap peluang tersebut dengan melengkapi kawasan terpadu Rasuna Said dengan menghadirkan epiwalk Mall. Mall yang menawarkan konsep gaya hidup dan hiburan serta terintegrasi dengan Epiwalk Office Suites didalamnya dengan dilengkapi berbagai gerai kopi, cafe dan tempat makan lainnya

“Kami menganggap epiwalk merupakan tempat yang sesuai bagi kalangan milenial untuk bisa memulai bisnis rintisan (Start-up) maupun industri kreatif dimana mereka dapat bekerja dan menikmati hidup pada saat yang bersamaan,”ujar pria yang kerap disapa Simon.

BACA JUGA :   Saya Harus Hard Work, Tidak Hanya Smart Work

Gaya hidup aktif dan dinamis ala kaum urban juga mempengaruhi kaum milenial dalam memilih unit properti, salah satunya melalui sosial media Instagram yang menjadi platform untuk mengunggah foto dan video singkat yang banyak menjadi referensi milenial guna mencari inspirasi. Selain itu, film juga menjadi sektor lain yang tak kalah menarik untuk dimanfaatkan untuk pemasaran. Melalui iklan berupa film pendek diharapkan bisa membuat kaum milenial lebih mudah menyerap informasi lebih cepat dan efektif.

“Didukung team sales dan promosi yang solid, maka strategi penjualan dan promosi bisa lebih mengarah kepada segmen yang sesuai dengan produk yang dijual, termasuk market dari kalangan milenials ini,” ujar pria yang selalu berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.

Jadi kita sebagai bagian dari pelaku bisnis properti ini, harus benar-benar mengetahui seperti apa produk yang sedang kita bangun.

BACA JUGA :   Jangan Pernah Menunda Pekerjaan

Menurut Simon, kesuksesan yang diraihnya saat ini bukanlah datang begitu saja. Tapi usaha dengan kerja keras, karena sesuatu tidak didapatkan dengan gratis. Pesan tersebut yang selalu diajarkan kedua orang tuanya. ‘’Selain nasihat, dukungan orang tua adalah hal yang paling utama untuk saya melangkah,’’ ujar simon sambil menambahkan keluarga juga menjadi kunci utama dan sangat berperan penting didalam kehidupannya.

Seseorang akan sukses dalam pekerjaan dan sebagainya, apabila bisa memadukan hard skill dan soft skill. Hal inilah yang saya coba terapkan dalam keseharian dikantor, apabila kemampuan dibidangnya sudah dikuasai dan memiliki mental yang positif maka mimpi atau kesuksesan bisa diraih.

Lebih jauh dikatakan ayah dari Mosa dan Mora, yang menjadi tantangan sebuah bisnis properti saat ini adalah pengenalan brand. Hal itu lantaran dengan brand tersebut, produk kita akan lebih cepat dikenal oleh khalayak.(Syahrul)

Check Also

Saumata Apartment Hadirkan Suites Premium, Hanya 104 Unit

BERITA PROPERTI-  PT. Sutera Agung Properti kembali menawarkan hunian eksklusif Saumata Suites. Pembangunan proyek yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 157

Pesan Sekarang!
close-link