Saturday , 24 August 2019
Home / Figur / Pengembang Inspiratif dan Kaya Inovasi serta Didukung Tim Yang Solid

Pengembang Inspiratif dan Kaya Inovasi serta Didukung Tim Yang Solid

Chairman Samera Propertindo, Adi Ming E,

EKSEKUTIF – Usianya tergolong muda, masih 40 tahun. Namun, dengan kemampuan dan jaringan yang dia miliki, Adi Ming sudah mampu menjadi figur terdepan dalam menjalankan roda perusahaan. Dia merupakan sosok pengusaha muda yang berani mengambil keputusan, memiliki konsep pengembangan dan ide-ide yang cemerlang.

Meskipun begitu, Adi Ming tetap merasa bahwa apa yang telah ia raih bersama Samera Propertindo saat ini, merupakan buah dari kerjasama tim. Partner yang solid dan selalu memberikan dukungan, baik moril maupun materil, merupakan kunci utama bagi Adi Ming E dalam menjalankan bisnis properti.

Adi Ming E sudah mengenal bisnis properti sejak usianya menginjak 20 tahun. Kala itu, sembari menjalani pendidikan sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Medan, ia mencoba profesi sambilan sebagai agen properti. Dari aktifitas sebagai broker  properti inilah, Adi Ming mengenal seluk beluk industri ini, khususnya untuk bidang pemasaran.

Setelah mengenal properti pada tahun 2000, Adi Ming E memberanikan diri terjun lebih dalam ke bisnis properti dengan menjadi pengembang pada tahun 2004. Usianya pada waktu itu memang tergolong masih muda. Bahkan dalam sebuah transaksi properti, seorang pembeli meragukan dia sebagai developer karena masih terlihat belia. “Mana bos kamu yang bernama Adi Ming E,” kenangnya sambil tertawa.

Adi Ming E selalu memberikan motivasi kepada tim, terutama marketing. Ia kerap menceritakan bagaimana dirinya menjalani dan menekuni industri ini dari awal. Adi mengakui bukan dari keluarga yang kaya dengan banyak perusahaan. Ia berasal dari keluarga yang sangat biasa, semuanya benar-benar dirintis sendiri bukan dari orang tua. “Jika ada yang bilang bisa sukses memulai dari nol, tapi saya malah memulai bisnis dari minus alias dibawah nol,” kata Adi Ming lirih.

Lalu, apa saja strategi yang dijalankan Adi Ming, seorang pimpinan yang inspiratif, dikenal sangat baik dan dermawan bagi staf-stafnya ini, hingga mampu membesarkan perusahaan pengembang Samera Propertindo hingga saat ini? Berikut petikan wawancara Property&Bank dengan pria ramah dan selalu tampil trendy ini di sebuah cafe & lounge milik ia bersama teman-temannya di kota Medan beberapa waktu lalu.

Apa yang membuat anda mampu bertahan, sementara sebagian pengembang lain menyerah?

Cover majalah Property&Bank Edisi 159, bulan Mei 2019

Kami memiliki tim yang sangat solid, sejak awal hingga sekarang, soliditas antara direksi dan manajemen yang ada di dalamnya. Samera Propertindo memang diisi oleh profesional muda yang memiliki integritas dan semangat yang sama. Kondisi saat ini juga sangat terbantu karena pemegang saham memiliki kekuatan finansial. Jika sebuah perusahaan khususnya developer sangat tergantung finansialnya dari perbankan, atau bahkan lebih ekstremnya lagi dari penjualan, maka kondisi ini sangat berbahaya. Jangankan adanya krisis, dengan sedikit goncangan aja di perusahaan maka akan langsung kolaps.

Jika para pemegang saham maupun masing-masing pribadi di jajaran top manajemennya finansialnya kuat, mudah-mudahan semua kondisi dan masalah akan teratasi dengan baik. Kondisi finansial para pemegang saham, juga sebagai faktor utama untuk melangkah dalam mengembangkan bisnis properti.

Minimal 50% finansial perusahaan pengembang, harus berasal dari kantong pribadi pemilik saham. Sisanya bisa mengandalkan perbankan ataupun dari penjualan. Itupun, lahan yang akan dibangun juga dibeli dengan modal sendiri, bukan dari pinjaman bank. Semua lahan yang kami kembangkan sampai saat ini, tidak pernah mengandalkan pinjaman dari bank. Begitu juga dengan bangunan, 50% modal yang digunakan adalah modal sendiri.

Jadi cash flownya tidak terganggu dengan pengembalian pinjaman bank dengan bunganya yang terus bertambah. Karena bisnis properti padat modal, maka jika ada pengembang yang berspekulasi dengan mengandalkan pinjaman dari bank apalagi dari penjualan, maka hati-hatilah karena sangat beresiko.

Lalu, langkah apa lagi yang dilakukan agar semua tetap berjalan dengan baik?

Selain itu memiliki kekuatan finansial dan soliditas tim, properti yang kami tawarkan juga merupakan konsep pengembangan yang berbeda. Dan untuk mendapatkan tim yang solid, memang hanya waktu yang bisa menjawab dan membuktikannya. Bersyukur, saya sudah memiliki tim tersebut. Karena, industri properti itu bukan dijalankan dengan modal nekad, tapi harus ada dukungan investor.

Kami pertama kali mengembangkan properti berupa hunian sebanyak 20 unit, juga didukung oleh investor yang memberikan kepercayaan kepada kami. Saya dan tim sudah memiliki pengalaman 20 tahun dan tidak pernah coba-coba pindah ke bisnis lain. Kami fokus ke bisnis properti dengan memiliki basic pemasaran properti dengan baik. Kami juga sangat mengenal karakter konsumen properti di Medan.

Sudah berapa proyek properti yang dikembangkan, dari awal hingga saat ini?

Jika dihitung sejak mulai berdiri pada tahun 2000 lalu, sampai saat ini kami sudah mengembangkan kurang lebih 50 proyek baik residensial maupun komersial di Medan dan sekitarnya. Dari semua proyek yang kami kembangkan tersebut, belum pernah sekalipun kami merasa rugi dari proyek-proyek tersebut. Oleh karena itulah kami beranggapan bahwa industri properti tetap bergairah, khususnya untuk hunian atau residensial.

Bisnis properti tidak akan pernah lesu karena dia merupakan sebuah kebutuhan, bukan life style atau gaya hidup. Orang mungkin bisa saja mengurangi anggaran untuk lifestyle atau untuk memenuhi kebutuhan gaya hidupnya, misalnya mengurangi jalan-jalan ke luar negeri, atau mengurangi belanja barang-barang mewah. Tapi karena properti merupakan kebutuhan, maka orang akan tetap dan harus membelinya sebagaimana kebutuhan pokok lainnya seperti makan dan pakaian.

Apa strategi dan langkah yang diambil sehingga tetap terus eksis di bisnis ini?

Kami sangat konsisten dalam membidik segmen pasar. Di saat banyak pengembang di Medan yang beralih ke pasar menengah ke bawah, kami tetap menggarap properti yang ditujukan bagi segmen menengah ke atas. Meskipun ceruk pasarnya lebih sedikit dibanding menengah ke bawah, namun segmen menengah ke atas masih potensial untuk digarap.

Properti yang kami kembangkan, juga langsung menyasar kepada enduser. Jadi bukan investor yang selama ini masih menjadi andalan jualan developer. Sehingga, dalam mengemas produk properti pun, kami menawarkan hunian yang memang nyaman untuk dihuni. Kalau investor, hanya membeli properti untuk dijual kembali atau disewakan, tanpa memperhatikan sisi kenyamanan.

Investor yang membeli properti, biasanya lebih mengutamakan adanya fasilitas yang ada di dalam kawasan perumahan. Mereka melihat bagaimana pengembangan ke depannya. Investor tidak begitu mementingkan pengembangan unitnya, tapi yang terpenting dibeli dan setelah itu disewakan atau dijual kembali dengan nilai kenaikan harganya. Sementara bagi enduser, mereka akan lebih memperhatikan kenyamanan di dalam rumah itu sendiri. Mereka lebih mementingkan pengembangan unit-unit rumah itu sendiri.

Hal ini kami aplikasikan pada salah satu proyek yakni Samera Residence dengan konsep sudut. Artinya, setiap unit rumah terletak disudut dan memiliki view ke depan dan samping. Konsep ini dibuat karena memang ingin memberikan sesuatu yang memang dibutuhkan oleh konsumen atau user itu sendiri. Dari pengalaman yang kami dapati setiap menjual hunian, unit-unit yang berada di sudut lebih cepat terjual. Dan pasti setiap unit yang terletak di sudut itu selalu dibeli oleh user. Maka, dari survey itulah kami tawarkan konsep sudut dan memang respon konsumen sangat bagus.

Bagaimana menjaga komitmen dan kepercayaan konsumen yang loyal?

Kami tentu sangat memperhatikan konsumen yang loyal tehadap produk properti yang kami kembangkan. Memang cukup banyak konsumen loyal yang beli produk properti kami. Tak jarang mereka membeli di satu proyek, lalu beli lagi di proyek-proyek berikutnya. Bahkan ada yang sampai membeli 35 unit di lokasi-lokasi yang berbeda.

Menjadi inspirasi pengembang muda

Sementara untuk komitmen, ini merupakan sesuatu yang sangat kami jaga dan pelihara. Kami bahkan pernah menawarkan program buy back guarantee di sebuah proyek perumahan. Kami berikan jaminan bahwa kami akan beli kembali unit-unit yang sudah dibeli dan dibayar lunas oleh pembeli, jika mereka berniat untuk menjual kembali ke kami.

Maka, setelah mereka menyelesaikan kewajiban melunasi cicilan selama 24X hingga lunas, kami beli kembali unit tersebut dengan harga yang sama saat mereka beli untuk membuktikan komitmen. Memang tidak semua proyek dan tidak semua pembeli yang kami tawarkan program ini. Tapi hanya sebatas konsumen yang loyal terhadap produk properti yang kami pasarkan. Mereka biasanya sudah membeli beberapa properti di sejumlah proyek kami.

Waktu itu, tak kurang dari 60 unit di saat yang hampir bersamaan mengambil program buy back guarantee ini. Dengan kemampuan finansial yang kami miliki, maka kami beli kembali unit-unit rumah tersebut dengan nilai yang mencapai Rp 40 miliar lebih dan hanya dalam waktu 3 bulan. Ini menjadi bukti bentuk komitmen Samera kepada konsumen.

Selama menjalankan bisnis sebagai pengembang, kami tidak pernah ingkar janji. Misalnya tidak serah terima unit kepada konsumen, atau tidak sesuai dengan spesifikasi awal. Semua kami tepati sesuai dengan janji dan komitmen dari awal.

Apa rencana bisnis anda bersama bendera Samera Propertindo?

Hingga akhir tahun ini, kami akan fokus menyelesaikan penjualan proyek-proyek yang saat ini sedang dikembangkan, sambil melihat perencanaan dan peluang di tahun depan.  Saat ini kami sedang merancang pengembangan bisnis ke Jakarta dan sekitarnya. Untuk itu, kami sudah memiliki kantor di kawasan Jakarta Barat dan kini sedang serius untuk proses pengembangannya. Kami juga masih fokus menggarap potensi pasar properti di Medan khususnya segmen menengah ke atas.

Di Medan, kami masih menjalankan pengembangan hunian dengan konsep cluster seperti saat ini. Lahan-lahan atau landbank kami masih ada dan potensial untuk dikembangkan seperti di De Casa Villa seluas 1,5 hektar, lalu di kawasan Medan Sunggal sekitar 1 ha lebih, ada juga di kawasan DR. Mansur, yang sangat dekat dengan Universitas Sumatera Utara (USU) sekitar 7.000 meter. Ini semuanya dilokasi-lokasi yang tergolong prime area.

Selain itu kami juga masih banyak punya lahan di sejumlah lokasi di Medan, tapi memang lokasinya tidak sebagus lokasi yang disebutkan diatas. Misalnya di kawasan jalan STM, Medan dengan luas 3.000 ha atau di kawasan ring road yang sangat cocok untuk mengembangkan kawasan komersial seperti ruko.

Dan jika semuanya berjalan dengan baik sesuai rencana, kami juga berencana untuk segera menjual sebagain saham perusahaan melalui IPO. Tapi ini memang masih menjadi rencana jangka panjang, kita harapkan bisa terwujud.

Check Also

Lengkapi Superblok South Quarter, Intiland Bangun Apartemen SQ Res

APARTEMEN – Kawasan terintegrasi South Quarter, Jakarta Selatan yang dikembangkan oleh PT Intiland Development Tbk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 162

Pesan Sekarang!
close-link