Wednesday , 21 November 2018
Breaking News
Home / Breaking News / Intiland Bagikan Dividen Rp102,7 miliar

Intiland Bagikan Dividen Rp102,7 miliar

(Ki-Ka) Archied Noto Pradono (Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland) bersama Utama Gondokusumo (Direktur Intiland), Hendro S Gondokusumo (Presiden Direktur Intiland) dan Cosmas Batubara (Presiden Komisaris Intiland) usai Rapat Umum Pemegang Saham

(Ki-Ka) Archied Noto Pradono (Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland) bersama Utama Gondokusumo (Direktur Intiland), Hendro S Gondokusumo (Presiden Direktur Intiland) dan Cosmas Batubara (Presiden Komisaris Intiland) usai Rapat Umum Pemegang Saham

PROPERTI–PT Intiland Development Tbk akan membagikan dividen senilai Rp102,7 miliar atau Rp10 per saham, sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Perseroan yang dilaksanakan di Jakarta, 9 Juni 2015. Nilai dividen yang dibagikan tersebut setara dengan 23,9 persen dari total perolehan laba bersih yang dibukukan perseroan tahun 2014 sebesar Rp429,2 miliar.

Sisa laba bersih perseroan akan dialokasikan sebagai laba ditahan sebesar Rp324,5 miliar dan sebesar Rp2 miliar sebagai cadangan wajib. Pada RUPS tersebut pemegang saham juga menerima dan menyetujui laporan keuangan tahunan, pengesahan neraca, dan perhitungan laba rugi perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2014.

Selain itu, pada RUPS tersebut pemegang saham juga menerima dan menyetujui pengunduran diri Moedjianto Soesilo Tjahjono dari jajaran direksi perseroan sekaligus menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Tidak ada pergantian anggota direksi sehingga jumlah direksi perseroan adalah tujuh orang dengan susunan sebagai berikut, Hendro S. Gondokusumo sebagai Presiden Direktur dan Chief Executive Officer, Suhendro Prabowo sebagai Wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer Jakarta, Sinarto Dharmawan sebagai Wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer Surabaya, Utama Gondokusumo, Archied Noto Pradono, dan Ricky Holil Direktur, serta Irene P. Rahardjo sebagai Direktur Independen .

“Secara umum perseroan berhasil mengeksekusi sejumlah strategi kunci untuk mempertahankan tren pertumbuhan. Perseroan berfokus pada kegiatan usaha utama yaitu pengembangan properti dan realestat untuk mempertahankan tren pertumbuhan perusahaan kendati kondisi ekonomi nasional cukup berat,” ujar Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono

Intiland pada tahun ini merencanakan untuk meluncurkan sejumlah proyek baru di Jakarta dan Surabaya. Proyek-proyek tersebut antara lain meliputi pengembangan kawasan terpadu, proyek hunian vertikal, maupun fasilitas perkantoran.

Segmen lainnya adalah properti investasi yang memberikan pendapatan berkelanjutan (recurring income). Proyek-proyek yang termasuk dalam segmen ini adalah gedung perkantoran, jaringan hotel Intiwhiz, rumah sakit, serta fasilitas lapangan golf dan klub olahraga.

Proyek lain yang diproyeksikan memberikan kontribusi pendapatan berkelanjutan yang signifikan bagi perseroan adalah pengembangan terpadu Spazio Tower dan Praxis di Surabaya telah memulai tahap pembangunan pada tahun 2014. Kawasan industri Ngoro juga telah membangun bangunan pabrik standar (Standard Factory Building) yang disewakan kepada perusahaan-perusahaan, pengembangan ini juga diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan kepada pendapatan berkelanjutan.

Archied mengungkapkan pihaknya menyiapkan belanja modal (capital expenditure, CAPEX) sebesar Rp2,11 triliun untuk pembiayaan pengembangan proyek-proyek perseroan tahun ini. Dari jumlah tersebut, Rp1,92 triliun atau 91,3 persen dialokasikan untuk biaya konstruksi proyek. Sementara sisanya digunakan untuk pengembangan usaha dan menambah cadangan lahan.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*