Friday , 14 December 2018
Breaking News
Home / Daerah / Intiland Terus Garap Potensi Pasar Surabaya

Intiland Terus Garap Potensi Pasar Surabaya

Salah satu proyek teranyar yang dikembangkan Intiland Development

BERITA PROPERTI – PT Intiland Development Tbk (Intiland, DILD) terus memperkuat kinerja usaha melalui peluncuran proyek-proyek baru maupun proyek yang sedang dikembangkan. Pasca sukses memasarkan proyek baru, Fifty Seven Promenade di Jakarta, perseroan juga akan terus menggarap potensi pasar properti di Surabaya, Jawa Timur, lewat pengembangan pada produk hunian, perkantoran, kawasan industri, hingga komersial.

Wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer Intiland Sinarto Dharmawan menjelaskan pasar properti di kota Surabaya memiliki prospek dan peluang yang baik. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dan menjadi pusat perekonomian dan bisnis untuk kawasan Indonesia bagian timur, pasar properti Surabaya terus mengalami pertumbuhan secara positif, sejalan dengan pertumbuhan perekonomian dan infrastruktur daerah.

“Kami mendapatkan respon pasar yang baik terhadap proyek-proyek properti yang kami kembangkan. Sebagai developer, kami berusaha memenuhi beragam kebutuhan properti para konsumen, seperti untuk hunian, komersial, hingga mampu memberikan nilai tambah dalam menunjang gaya hidup saat ini,” kata Sinarto.

Pasar properti di Surabaya memiliki peran strategis bagi prospek usaha Intiland. Di kota ini, perseroan memiliki beragam pengembangan produk yang inovatif, mulai dari kawasan perumahan, perkantoran, apartemen, kawasan industri, komersial dan ritel, hingga pengelolaan lapangan golf dan sarana olah raga.

Berdasarkan hasil perolehan pendapatan penjualan (marketing sales) perseroan periode sembilan bulan tahun ini, kontribusi pasar Surabaya mencapai Rp787 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 26% total perolehan marketing sales perseroan yang tercatat mencapai Rp3 triliun.

Sinarto mengakui bahwa tantangan pasar properti di Surabaya cukup berat di sepanjang tahun ini. Perseroan juga merasakan adanya tren penurunan tingkat permintaan pasar, khususnya untuk produk- produk di segmen mixed-use & high rise, seperti apartemen, komersial dan perkantoran.

Namun demikian, Sinarto optimistik pasar properti akan berangsur-angsur membaik. Permintaan lahan kawasan industri, misalnya, justru mengalami pertumbuhan tahun ini dengan angka penjualan dari proyek Ngoro Industrial Park di Mojokerto seluas 28 hektar dengan nilai sekitar Rp531 miliar.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*