Thursday , 17 August 2017
Home » Nasional » Ekonomi » Investasi Menarik Program Satu Juta Rumah

Investasi Menarik Program Satu Juta Rumah

Perwakilan perusahaan dari China yakni Beijing Set Force Technology Development Co Ltd dan China Railway Enggineering Design Institute Co. Ltd berbincang dengan koordinator Sekretariat Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Eko D Heripoerwanto (kemeja putih) di Jakarta beberapa waktu lalu.

Perwakilan perusahaan dari China yakni Beijing Set Force Technology Development Co Ltd dan China Railway Enggineering Design Institute Co. Ltd berbincang dengan koordinator Sekretariat Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Eko D Heripoerwanto (kemeja putih) di Jakarta beberapa waktu lalu.

PROPERTI–Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu banyak dilirik oleh negara lain. Mereka menilai program ini memiliki nilai investasi yang tinggi serta dapat menjadi wadah untuk terus meningkatkan jalinan kerjasama antar negara.

Salah satu negara yang tertarik dengan program satu juta unit rumah adalah China. Beberapa waktu lalu, sejumlah perusahaan dari China yakni Beijing Set Force Technology Development Co Ltd dan China Railway Enggineering Design Institute Co. Ltd mulai menjajaki investasi dalam program Satu Juta Rumah yang menjadi salah satu program unggulan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu.

Perwakilan dari Beijing Set Force Technology Development Co Ltd, Lei Guan Ling mengungkapkan, perusahaannya telah lama berkecimpung di sektor pembangunan perumahan di China. Selain itu, teknologi rumah dengan sistem panel yang dikembangkan perusahaannya diharapkan dapat membantu pemerintah Indonesia dalam rangka mempercepat program hunian tersebut.

“Perusahaan kami memiliki Panelized System Housing yang dapat mempercepat waktu pembangunan rumah. Dan teknologi tersebut telah digunakan oleh pemerintah China sejak tahun 2011 lalu dan telah berhasil untuk membangun jutaan rumah bagi masyrakat China. Kami berharap ke depan bisa bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dalam program perumahan ini,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke Jakarta beberapa waktu lalu.

Ditambahkannya, pembangunan perumahan merupakan salah satu program yang harus dilaksanakan oleh pemerintah bukan hanya di Indonesia saja tapi juga negara-negara lain di dunia untuk membantu masyarakatnya agar bisa hidup lebih layak huni. Hal tersebut juga dilakukan oleh pemerintah China, sebagai negara yang penduduknya banyak, dengan cara mendorong pembangunan perumahan dengan waktu pembangunan yang cepat dan harga rumah yang terjangkau bagi masyarakatnya.

Adanya program Satu Juta Rumah di Indonesia, imbuhnya, tentunya membutuhkan teknologi yang mampu mempercepat proses pembangunan sehingga waktu pembangunan dan tenaga kerja yang dibutuhkan lebih efektif. Pihaknya juga mengklaim dengan Panelized System Housing yang telah lama dikembangkan dan dimanfaatkan oleh pemerintah China bisa menghemat waktu pembangunan sekitar 15 – 30 persen.

Penjajakan perusahaannya ke Indonesia ini merupakan tindak lanjut hasil kunjungan kerja yang dilakukan Presiden Joko Widodo ke China beberapa waktu lalu. Ke depan, pihaknya juga ingin melakukan paparan mengenai teknologi perumahan ini ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono serta Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Syarif Burhanuddin yang mengkoordinir program satu juta rumah tersebut.

Teknologi yang dikembangkan oleh Beijing Set Force Technology Development Co Ltd tidak hanya terbatas untuk rumah tapak saja, melainkan juga bisa digunakan untuk rumah susun juga. “Di China kami bisa membangun tiga unit rumah ukuran 36 meter persegi dengan empat orang pekerja dalam waktu satu hari dengan sistem tersebut. Panel – panel dan tulang-tulang untuk pembangunan rumah semuanya sudah dibuat di pabrik dan dengan sistem knock down maka rumah tersebut lebih cepat dibangun dan tahan terhadap cuaca,” terangnya.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*