Monday , 19 November 2018
Breaking News
Home / Indeks Berita / Istaka Karya Incar Tiga Paket Pembangunan Infrastruktur Nasional

Istaka Karya Incar Tiga Paket Pembangunan Infrastruktur Nasional

Direktur PT Istaka Karya (Persero), Ir. Widi Suharyanto (kanan) dan Mr Stevent Li, Indonesia Chief Representative (kiri) mewakili China Construction Eighth Engineering Division (CCEED) Corp. Ltd berpose bersama usai melakukan penandatangan kerjasama, Senin (12/3/2018) di Jakarta

Berita Infrastruktur : Tiga tahun memimpin Indonesia, Pemerintah Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla fokus pada pembangunan infrastruktur. Baik pembangunan infrastruktur pelabuhan laut, rel kereta, jalan tol hingga bandara. Pembangunan digenjot sejak awal pemerintahan, dengan tujuan agar ada pemerataan infrastruktur diseluruh pelosok Indonesia.

PT Istaka Karya (Persero), Perusahaan konstruksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  juga tidak mau ketinggalan dengan BUMN lainya. PT Istaka Karya kini tengah mempersiapkan diri untuk berkembang dan tumbuh sejajar dengan perusahaan konstruksi pelat merah lainnya.

Menjawab gencarnya pembangunan yang dilakukan pemerintah, PT Istaka Karya menggandeng perusahaan milik pemerintah Republik Rakyat China, China Construction Eighth Engineering Division (CCEED) Corp. Ltd.

Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Direktur PT Istaka Karya (Persero), Ir. Widi Suharyanto dan Mr Stevent Li Indonesia Chief Representative yang mewakili China Construction Eighth Engineering Division (CCEED) Corp. Ltd yang dilaksanakan di Kantor Pusat Istaka Karya, Graha Iskandarsyah lantai 9, Jl. Iskandarsyah, Melawai, Jakarta Selatan.

Direktur Operasional PT Istaka Karya (Persero) Widi Suharyanto mengatakan penandatanganan kerjasama yang dilakukan ini merupakan upaya perusahaan untuk meningkatkan kapasitas keuangan sebelum masuk sebagai peserta lelang proyek infrastruktur.

“MoU ini menjadi dasar melakukan kerjasama proyek infrastruktur di Indonesia. Kami sudah membicarakan proyek yang bersifat turn key project melalui lelang pemerintah yang availability payment,” jelas Widi di Graha Iskandarsyah.

Widi mengaku bahwa perseroan tengah mengincar tiga paket pekerjaan jalan nasional yang akan di bidik, dua di Sumatera dan satu paket di papua. dua paket proyek infrastruktur di Sumatera yaitu di Pekanbaru dan Pembang. Selain itu juga mengincar proyek Papua yang tepatnya berlokasi di Wamena. Nilai proyek pada daerah tersebut berkisar antara Rp2 triliun sampai Rp3 triliun.

“Kami memang mengincar proyek infrastruktur, jalan tol, pelabuhan, airport. Sekarang dananya belum ada, nanti pakai APBN. Kami hanya mendanai dulu 100% dan mendapat janji bayar guarantee, cicilan dari pemerintah 10 tahun sampai 15 tahun,” kata Widi.

Ada pun availability payment adalah mekanisme pembiayaan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya di Indonesia. Oleh sebab itu BUMN perlu menggandeng mitra dalam memperkuat kemampuan pembiayaan. Langkah ini juga dipandang aman karena memiliki jaminan sebelum mengikuti lelang.

Tahun ini, tambah Widi, Istaka Karya menargetkan bisa mengantongi kontrak baru senilai Rp 4 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 81 % dibanding pencapaian perusahaan pada tahun 2017 yang mencapai Rp 2,2 triuliun.

Sementara itu Sigit Winarto, Direktur Utama Istaka Karya mengatakan, pihaknya masih akan fokus membidik proyek-proyek infrastruktur seperti jalan, jembatan, jalan tol, bandara dan lain-lain. “Kami adalah kontraktor yang fokus menggaap proyek-proyek infrastruktur,” katanya

Selain menggeluti bisnis konstruksi, Istaka Karya juga akan mulai mempersiapkan diri untuk berinvestasi di bisnis properti. Pasalnya, perusahaan memiliki sejumlah lahan yang siap untuk dikembangkan di beberapa lokasi.

Direktur Istaka Karya Widi Suharyanto mengatakan, perusahaan memiliki sekitar 10 hektare (ha) sampai 15 ha lahan yang siap untuk dikembangkan yang terletak di lima lokasi seperti Bekasi, Citeurep, Cirebon, dan Bali. “Kami memiliki rencana di road map kami untuk masuk ke properti untuk mengoptimalkan aset yang ada. Kemungkinan pengembangan properti akan kami mulai tahun depan,” kata Widi.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*