Friday , 6 December 2019
Home / Indeks Berita / Jadi Finalis Ajang Kompetisi AETP, Startup Gradana Ingin Layanan Lebih Luas  

Jadi Finalis Ajang Kompetisi AETP, Startup Gradana Ingin Layanan Lebih Luas  

Gradana, menjadi satu-satunya perwakilan startup bidang tekfin di ajang The Asia Entrepreneurship Training Program (AETP)

TEKNOLOGI – Dalam ajang The Asia Entrepreneurship Training Program (AETP) yang diadakan oleh pemerintah Switzerland belum lama ini, perusahaan peer to peer lending khusus properti, Gradana, menjadi satu-satunya perwakilan startup bidang tekfin. Gradana menjadi salah satu dari 20 finalis yang berhak ikut babak selanjutnya, dari 250 startup yang berpartisipasi.

Co-founder Gradana, Angela Oetama mengatakan, ajang ini merupakan validasi atas kehadiran Gradana sebagai platform yang menjembatani masalah kebutuhan pembiayaan properti yang selama ini sering dihadapi oleh masyarakat Indonesia bagi para peminjam dan sebagai alternatif investasi properti bagi para pendana.

BACA JUGA :   Kompetisi Rumah Sempit Raih Penghargaan Di Marketing PR Awards 2019

Awalnya, kata Angela, Gradana hanya melayani pembiayaan pembelian rumah, lalu berdasarkan kebutuhan yang ada dan permintaan para konsumen, pihaknya merambah ke pembiayaan sewa  dengan GraSewa dan renovasi dengan GraRenov hingga yang terbaru melalui GraStrata untuk kebutuhan pembiayaan pembelian rumah secondary.

“Diversifikasi ini sebenarnya adalah respon kami terhadap berbagai kebutuhan pasar yang bermacam-macam terkait properti itu sendiri, dimana biaya sewa dan renovasi pun cukup tinggi dari segi nominal dan kebutuhannya dan permintaan an property secondary yang sudah siap untuk langsung digunakan dan dihuni serta secara harga biasanya lebih murah dari yang baru / primary” kata Gradana beberapa waktu lalu.

AETP (The Asia Entrepreneurship Training Program) hadir di Indonesia sebagai sebuah program yang diinisiasikan oleh Zürcher Hochschule für Angewandte Wissenschaften (ZHAW – Zurich University of Applied Sciences) dan Eidgenössische Technische Hochschule Zürich (ETH Zurich – Swiss Federal Institute of Technology in Zurich. Tujuan diselenggarakannya acara ini untuk mendapatkan startup-startup potensial dari kedua negara untuk dipertemukan dengan para venture capital dan stakeholders.

BACA JUGA :   University Resort Bogor Raih Trophy IMHA 2017

Dikatakan Angela, sebagai sebuah startup, dirinya masih ingin terus bertumbuh dan berkembang baik dari sisi pasar maupun dari sisi teknologi. Dengan dipertemukannya nanti di Swiss bersama calon-calon investor, Angela berharap Gradana mendapatkan “cheaper cost of fund” untuk bisa melayani konsumen Indonesia dengan lebih luas lagi dan dengan rate yang semakin terjangkau.

Baru-baru ini, Gradana menjalin kerjasama dengan salah satu agen properti di kota Samarinda, Kalimantan. Menurutnya, rencana pemerintah untuk memindahkan ibukota ke daerah Kalimantan berdampak positif terhadap pertumbuhan industri properti di sana. Sebagai kota terbesar di pulau Kalimantan ditambah dengan rencana perpindahan ini, Samarinda memiliki potensi pasar properti yang cukup prospektif.

Tidak hanya pembelian properti, tambah Angela, Gradana pun memberikan solusi kepada warga Samarinda yang ingin menyewa rumah di kota tersebut. Menurutnya, tidak semua orang memiliki kemampuan atau keinginan membeli rumah permanen karena alasan-alasan khusus.

BACA JUGA :   Pembangunan Infrasfruktur dan Perumahan di Papua Barat Terus Ditingkatkan

“Misalnya, ada orang yang memang berencana tidak untuk menetap selamanya di Samarinda. Mungkin karena faktor pekerjaan yang membuat mereka harus berdomisili di sana. Maka fasilitas layanan kami seperti GraSewa bisa menjadi solusi. Apalagi tidak semua perusahaan menyiapkan tempat tinggal buat karyawan-karyawannya,” ujarnya.

Luthfi Juharta, Associate di Coporate Venture Capital UMG Idealab dan Project Coordinator wilayah Jakarta dan Yogyakarta untuk Asia Entreprenuership Training Program mengamini apa yang dikatakan oleh Angela. Menurutnya, Gradana menunjukkan kinerja yang konsisten dalam pertumbuhan bahkan sejak pertama kali ikut pitching competition AETP di Jogjakarta.

“Jumlah lender dan borrower Gradana berkembang cukup pesat dan juga berhasil mendapatkan pendanaan. Saya sangat antusias melihat Gradana telah bisa berkolaborasi dengan startup lain dari AETP seperti Khaira Enery,” ungkap Luthfi.

Check Also

SMF

SMF Siap Kucurkan FLPP Rp3,7 Triliun di 2020, 25% Dari Total Penyaluran

KEUANGAN – PT Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) siap kucurkan pembiayaan Rp3,7 triliun pada 2020 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 166

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
Cover Property&Bank edisi 166
close-link
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI!
close-link