Wednesday , 26 June 2019
Home / Indeks Berita / Jadi Stimulus Pembiayaan Perumahan, Bank BTN Siap Jadi Mitra BP Tapera

Jadi Stimulus Pembiayaan Perumahan, Bank BTN Siap Jadi Mitra BP Tapera

Direktur Utama Bank BTN Maryono (tengah) bersama jajaran direksi

INFO PERBANKAN – Pemerintah telah membentuk badan khusus yakni Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) berdasarkan UU No.4 Tahun 2016. Pembentukan BP Tapera tersebut merupakan upaya Pemerintah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar memiliki rumah layak huni dan terus menekan backlog (kebutuhan terhadap rumah).

Sedangkan untuk mempercepat operasional BP Tapera, belum lama ini pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melantik Komisioner dan 4 Deputi Komisioner Badan Pengelola (BP) Tapera. Untuk tahap awal, dana yang dikelola BP Tapera berasal dari keanggotaan PNS, TNI dan Polri yang sebelumnya dikelola oleh Bapertarum dan Asabri.

BACA JUGA :   Gelar Event FAME, Sinar Mas Luncurkan Nuvasa Bay

Terkait dengan telah dibentuknya BP Tapera, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., Maryono mengatakan perseroan dan BP Tapera memiliki visi yang sejalan, karena merupakan agen pemerintah yang disiapkan untuk mendukung program pemerintah, khususnya dalam pembiayaan perumahan menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk memiliki rumah yang terjangkau.

Oleh sebab itu, kata Maryono, Bank BTN sangat siap menjadi mitra utama BP Tapera untuk mengakselerasi kepemilikan hunian yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Pengalaman Bank BTN menjadi pemimpin pasar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi, inovasi bisnis yang sudah dilakukan BTN, hingga kepemilikan Manajer Investasi yang sudah diinisiasi perseroan dengan membidik saham mayoritas PNMIM dimana saat ini 30% saham sudah diambil alih BTN, menjadi modal utama Bank BTN untuk siap menjadi mitra utama BP Tapera.

BACA JUGA :   Bluebird Gandeng BTN Agar Pengemudi Taksi Bisa Miliki Rumah

“Sebagai bank spesialis pembiayaan perumahan, perseroan telah menggelar berbagai langkah strategis untuk mengembangkan kapasitas bisnisnya. Perseroan, lanjut Maryono, tengah berupaya merampungkan aksi akuisisi perusahaan Manajer Investasi dan meracik skema pembiayaan perumahan  yang baru guna menjangkau semakin banyak masyarakat memiliki rumah,” ujar Maryono dalam buka puasa bersama Media di Jakarta, Minggu, (26/5).

Menjadi mitra BP Tapera, sambung Maryono, merupakan sinergi yang sangat tepat karena sejalan dengan upaya untuk terus mendukung kesuksesan Program Satu Juta Rumah. Hanya BTN yang sangat concern mendukung pembiayaan perunahan rakyat sejak bank didirikan tahun 1974. “Ini bukan program BTN tetapi program pemerintah yang perlu didukung bersama stakeholder terkait bidang perumahan. Kami akan terus berinovasi guna menjangkau semakin banyak masyarakat Indonesia, khususnya MBR untuk memiliki hunian yang terjangkau,” ujar Maryono.

BACA JUGA :   Pendapatan PWON Tumbuh 21 % di Sementer I 2017

Lebih lanjut dikatakan Maryono, Bank BTN telah melakukan berbagai inovasi dan sinergi di segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi kelompok MBR. Di segmen KPR Subsidi misalnya, perseroan aktif bersinergi dengan berbagai pihak guna penyaluran kredit yang lebih luas. Perseroan pun menciptakan produk KPR Mikro untuk menyasar MBR informal seperti tukang ojek online dan tukang bakso untuk memiliki rumah.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, bank spesialis kredit perumahan ini mencatatkan pertumbuhan pesat di segmen KPR Subsidi. Catatan keuangan perseroan menunjukkan dalam lima tahun terakhir, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan KPR Subsidi sebesar 29,85% mulai Desember 2014 hingga Desember 2018. Per Maret 2019, emiten bersandi saham BBTN ini juga masih menempati posisi wahid di pasar KPR Subsidi dengan pangsa sebesar 92,96%.

BACA JUGA :   Rumah Bagi Warga Eks Tim-Tim dan Warga Dipengungsian Segera Dibangun

Bank BTN juga telah menggelar Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Shares Purchase Agreement/CSPA) untuk membeli saham PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM). Hingga kini, Bank BTN telah berkomitmen membeli 30% saham perusahaan manajer investasi tersebut. Ke depannya dengan ijin OJK, perseroan bakal menambah kepemilikan saham hingga mencapai 85%.

“Pembelian saham manajer investasi ini kami lakukan untuk memaksimalkan pengelolaan dana jangka panjang seperti dana Tapera, sekaligus untuk meningkatkan kinerja bisnis Bank BTN,” tambah Maryono.

Per April 2019, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan positif pada penyaluran KPR dan berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Catatan keuangan perseroan merekam, KPR Bank BTN tumbuh sebesar 22,29% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp150,9 triliun pada April 2018 menjadi Rp184,53 triliun.

BACA JUGA :   Sepanjang 2015-2018, Sudah Dibangun 895 Unit Rusus di Provinsi Gorontalo

Adapun, dari data Bank Indonesia menunjukkan per Maret 2019, KPR secara nasional hanya tumbuh sebesar 13,2%  yoy, turun dari 13,7% yoy pada bulan sebelumnya.

Pertumbuhan pesat KPR di Bank BTN disumbang laju KPR Subsidi yang naik 29,37% yoy dari Rp80,49 triliun pada April 2018 menjadi Rp104,13 triliun di periode yang sama tahun ini. KPR Non-subsidi juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 14,19% yoy menjadi Rp80,4 triliun pada April 2019 dari Rp70,41 triliun.

Sementara itu, Deputi Komisioner BP Tapera Bidang Pemanfaatan Ariev Baginda Siregar mengatakan kehadiran BP Tapera ditujukan agar kebutuhan kalangan MBR akan perumahan dapat dipenuhi. Kehadiran BP Tapera, ujar Ariev, bertujuan untuk menyediakan dana murah jangka panjang. Dana tersebut akan disalurkan untuk pembiayaan perumahan yang berkesinambungan.

“Peserta Tapera yang tergolong sebagai masyarakat berpenghasilan rendah dapat memeroleh manfaat untuk pembelian rumah, perbaikan rumah, atau membangun rumah melalui KPR dengan bunga rendah yang disalurkan oleh institusi keuangan yang bekerja sama dengan kami,” jelas Ariev.

BACA JUGA :   Bank BTN Targetkan Rp 6 Triliun Dalam Ajang IPEX 2019

Saat ini, Ariev menjelaskan BP Tapera tengah merancang pondasi mulai dari SDM, keuangan, logistik, hingga rencana strategis dalam 5 tahun pertama. Nantinya, kalangan masyarakat yang ditargetkan menjadi peserta Tapera yakni para pekerja asing, pekerja swasta, pekerja mandiri, pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Aparatur Sipil Negara (ASN)/Tentara Nasional Indonesia (TNI)/Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Menurut Ariev, per April 2019, BP Tapera telah memiliki dana senilai Rp10,4 triliun. Dana tersebut berasal dari Taperum-PNS yang nantinya akan diperuntukkan bagi pemupukan, pemanfaatan, dan dana cadangan bagi peserta yang pensiun. “Ke depannya dana tersebut akan terus meningkat. Kami memproyeksikan potensi peserta Tapera akan mencapai 139 juta orang pada 2024,” kata Ariev.

Check Also

Bisnis Properti Masih Stagnan, Pemerintah Siapkan Lima Jurus Paket Hemat

BERITA PROPERTI – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan sejak 2015 industri properti Inodonesia selalu tumbuh di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 160

Pesan Sekarang!
close-link