Monday , 19 November 2018
Breaking News
Home / Indeks Berita / Jangan Hanya Sekedar Dekat Jalur LRT

Jangan Hanya Sekedar Dekat Jalur LRT

Progres Pembangunan LRT

Progres Pembangunan LRT

BERITA PROPERTI-Infrastruktur dan akses jalan dari wilayah Bogor yang melalui tol Jagorawi memang sangat bagus dengan jalan yang sangat mulus. Namun, jika ditempuh pada pagi hari menuju Jakarta atau sebaliknya sore hari jam pulang ke arah Bogor, jalan bagus tersebut tidak ada artinya. Waktu tempuh bisa berjam-jam karena macet dan padatnya kendaraan.

Mereka yang tinggal di Cibubur hingga Bogor, harus keluar rumah di waktu subuh jika tidak ingin terlambat ke kantor. Meskipun jalan tol Jagorawi sudah diperlebar, tetap tidak mampu mengurai kemacetan yang terjadi setiap hari. Dengan banyak perumahan di kawasan Cibubur hingga Bogor, wajar kalau kemacetan selalu melanda jalan tol Jagorawi.

Diresmikannya Light Rail Transit (LRT) atau kereta ringan oleh Presiden Joko Widodo di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 9 September 2015 lalu, membawa angin segar bagi mereka yang tinggal di kawasan penyangga Jakarta, khususnya mulai Cibubur hingga Bogor. Hadirnya LRT yang ditargetkan akan mulai beroperasi pada 2018 itu, diharapkan mampu mengurangi kemacetan di jalan tol Jagorawi yang kian parah.

Bagi masyarakat perkotaan, LRT merupakan solusi yang tepat untuk mengurangi masalah kemacetan. Di kota-kota besar di dunia, LRT yang masih tergolong dalam golongan kereta ringan menjadi alat transportasi masal utama masyarakat modern. Umumnya, LRT beroperasi diantara jalan-jalan padat atau lalu lintas lainnya dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi, antara 30 hingga 40 kilometer per jam.

Keunggulan LRT adalah memiliki jalur atau track sendiri dan dikendalikan secara otomatis. Kemampuannya yang bisa beroperasi di pusat keramaian lalu lintas, diharapkan memberikan pilihan bagi masyarakat yang akan menggunakan transportasi umum. Disamping nyaman, jika dioperasikan dengan manajeman yang benar, pengguna LRT bisa sampai di kantor tepat waktu tanpa harus berlama-lama di jalanan.

Di Indonesia atau tepatnya ibukota Jakarta, pembangunan LRT terdiri atas dua tahap dengan total panjang 83,6 km. Pada tahap awal ini, LRT akan melintasi jalur padat antara Bekasi Timur-Cawang, Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol. Jalur-jalur inilah yang selalu dilanda kemacetan setiap harinya.

Karena dibangun di atas tanah ruang milik jalan tol dan non tol yang tidak bersentuhan langsung dengan jalan yang saat ini digunakan, pembanguan infrastruktur LRT mestinya dapat selesai dengan cepat. Apalagi, dalam proses pembangunannya tidak harus melalui nego-nego dengan pemilik lahan dalam hal pembebasan tanah, karena dibangun di lahan milik pemerintah.

Sejumlah pengembang menyambut baik pembangunan LRT yang menghubungkan antara kawasan hunian ke pusat aktifitas di ibukota negara ini. Bagi konsumen yang tetap memilih tinggal di kawasan penyangga karena sudah tidak terjangkaunya harga rumah di Jakarta, transportasi seperti LRT bisa menjadi faktor dalam menentukan pilihan lokasi.

Meskipun jalurnya dibangun sepanjang jalur antara Jakarta – Bogor, tapi tidak semua perumahan atau hunian dikawasan tersebut bersentuhan langsung dengan LRT. Untuk menjangkau stasiun LRT terdekat, mungkin harus menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu. Oleh karena itu, dalam memiilih hunian di sepanjang jalur LRT, utamakan yang dekat dengan stasiunnya.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*