Monday , 16 December 2019
Home / Breaking News / Jaya Bangun Ulang Pasar Senen, Jadi Kawasan TOD Paling Ramai se-Jakarta

Jaya Bangun Ulang Pasar Senen, Jadi Kawasan TOD Paling Ramai se-Jakarta

Pasar Senen
Pembangunan gedung Senen Jaya diharapkan menjadi kawasan TOD teramai di Jakarta

BERITA PROPERTI – Pedagang lama terdampak kebakaran bangunan Pasar Senen Blok 1 dan 2 pada Januari 2017 menjadi prioritas dan diberi keleluasaan guna menempati bangunan baru. Hal ini diungkap pihak PT Pembangunan Jaya (Jaya Real Property,Tbk), selaku pengelola pembangunan kembali Pasar Senen Jaya Blok 1 dan 2.

“Awalnya kami berencana membangun Blok V. Sayang, terjadi musibah di Blok 1 dan 2, yang menghilangkan 1.500 ruang usaha. Ini mengubah prioritas, sehingga mendahulukan pembangunan ini, demi mengembalikan ruang usaha yang baik bagi mereka,” ungkap Manajer Perencanaan Pasar Senen Jaya Blok 1 dan 2, Adhitya Sasongko.

BACA JUGA :   LTC Gelar Program Promo Tingkatkan Pengunjung

Adhitya mengungkapkan dalam acara ground breaking pembangunan Pasar Senen Jaya Blok 1 dan 2 yang baru, pada Rabu (20/11). Pihaknya pun berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terkait peningkatan mutu dan fungsi bangunan yang berada di kawasan yang akrab disapa Senen Jaya ini.

Di antaranya peningkatan keamanan dan ketahanan bencana, mendukung program pemerintah agar kawasan memiliki konektivitas transportasi massal dan pejalan kaki, memiliki ruang terbuka hijau atau ruang ketiga untuk publik, serta meningkatkan ruang usaha yang ada menjadi sebanyak 2.087 tempat berdagang.

Trisna Muliadi, Direktur Utama PT Jaya Real Property, Tbk memaparkan, dalam rancangan arsitekturnya gedung ini terhubung ke gedung Blok 3 dan 4 serta fasilitas moda transportasi publik di sekitarnya. Ini dilakukan guna memperluas konsep pembangunan Transit Oriented Development (TOD) yang kini sedang dicanangkan pemerintah.

BACA JUGA :   Perkantoran, Gedung Baru Tarip  Lama

“Kami akan membangun Pasar Senen Jaya Blok 1 dan 2 dengan total luas 69.300 meter persegi, yang terkoneksi dari Perempatan Kramat menuju Terminal hingga ke jalur LRT Pulogadung – Kebayoran Lama,” kata Trisna. Bangunan ini dibuat setinggi 6 lantai, yang merangkum ruang usaha (kios) hingga 2.087 unit, dan fasilitas lahan parkir.

Salah satu faktor utama yang diperhatikan adalah keamanan, yang dilengkapi CCTV 24 jam di setiap sudut bangunan, serta early warning system untuk melacak potensi dan resiko kebakaran. “Faktor kenyamanan bagi para pedagang dan pengunjung, seperti hadirnya fasilitas pendingin ruangan (AC) pun akan sangat diperhatikan,” katanya.

Pembangunan gedung Senen Jaya ini diharapkan menjadi kawasan TOD teramai di Jakarta. Dengan rencana hadirnya proyek LRT yang akan melewati Pasar Senen Jaya, menurut Trisna akan membuat aksesibilitas dan konektivitas kawasan tersebut semakin baik, sehingga akan tumbuh dengan baik.

BACA JUGA :   Tingkatkan Layanan Distribusi, Matahari Gandeng MANH

Kelak, pengembangan Pasar Senen Jaya nantinya akan menyatu dari Blok 1 hingga Blok 6. Sedangkan, untuk proyek Pasar Senen Jaya Blok 1 dan 2 diproyeksikan pengerjaannya berjalan selama 28 bulan. Dan bisa topping off pada Februari 2021, hingga aktif berkegiatan pada April 2022.

Sedangkan Walikota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara mengatakan kawasan Pasar Senen penuh dengan cerita sejarah pembangunan Kota Jakarta. Ia mengurai Pasar Senen telah ada sejak 1735. Menurut dia kawasan Senen merupakan bagian yang terintegrasi dengan aktivitas selama 24 jam, karena terdapat pasar, terminal maupun stasiun kereta.

“Ini (Pasar Senen) merupakan bagian penting dan mempunyai nilai yang strategis. Nantinya, juga akan terintegrasi dengan stasiun LRT. Kami sedang membangun trotoar di sepanjang Jalan Kramat Raya. Langkah ini, menjadi bagian penting dalam pembangunan konsep TOD,” tandasnya.

BACA JUGA :   Trimitra Propertindo Tutup Atap Tower Parkland

Manajer Pemasaran Pasar Senen Jaya Blok 1 dan 2 Dodit Herdianto menambahkan, jika 40 persen ruang usaha ini tersewa, termasuk oleh para pedagang lama yang terdampak kebakaran. Ia menjelaskan para pedagang lama telah mendapat keleluasaan untuk pertama kali memilih spot tempat usaha sesuai kemampuannya.

“Pedagang lama ada yang memang mengambil, ada yang tidak. Yang mengambil, mendapatkan harga yang jauh lebih murah. Untuk pedagang baru, sudah naik beragam antara 5 persen sampai 10 persen,” jelas Dodit. Dengan harga di kisaran Rp44 juta sampai Rp130 juta yang merupakan harga awal dengan kontrak 20 tahun penempatan.

Ia pun menyebut Pedagang lama mendapatkan harga murah karena subsidi silang. Dodit  menegaskan hal ini juga demi menghidupkan lagi ciri khas produk-produk dari Pasar Senen. Misalnya, pasar pembuatan atribut partai dan atribut TNI/Polri, jam, kacamata, pakaian second, hingga Kue Subuh sebagai sentra jajanan pasar.

BACA JUGA :   Fasilitas Baru Bagi Penghuni Sentra Timur

Sementara Yohannes Henky Wijaya, Wakil Direktur Utama Jaya Real Property menyebut untuk proyek tersebut pihaknya menggelontorkan dana investasi Rp 900 miliar. Sayang, ia tidak merincikan komposisi sumber dananya. “Yang jelas, dananya akan berasal dari internal, hasil sewa, dan asuransi,” tambahnya.

Sekedar tambahan, untuk dana dari asuransi sendiri Hengky mengaku tak terlalu besar yakni sekitar 10% dari total investasi proyek. Harapannya, bangunan di atas tanah 2 hektare dengan luasan total 6 lantai 68.300 m2 ini bisa menghadirkan kembali memori Pasar Senen dengan wajah baru. (Artha Tidar)

Check Also

saumata suites

Target Terjual Habis 2020, Saumata Suites Tawarkan Unit Tiga Kamar Tidur

BERITA PROPERTI – Sukses dengan Saumata Apartment, PT Sutera Agung Properti (SAP), kini tengah merampungkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 167

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link