Wednesday , 20 November 2019
Home / Properti / Apartemen & Perhotelan / JLL : Investasi Hotel di Asia Pasifik Akan Meningkat 15 % Tahun 2019

JLL : Investasi Hotel di Asia Pasifik Akan Meningkat 15 % Tahun 2019

Pop Hotels, salah satu merek hotel yang dikelola TAUZIA Hotels

PERHOTELAN – Laporan dan analisa dari JLL terbaru menyatakan, Asia Pasifik adalah satu-satunya wilayah yang dinantikan untuk pertumbuhan volume transaksi perhotelan pada tahun ini. Menurut Konsultan real estate ini, mengantisipasi tercapainya total volume transaksi untuk Asia Pasifik sebesar $9,5 milyar pada tahun 2019, angka ini meningkat 15 persen dibanding dengan 2018.

Tahun lalu, kegiatan transaksi didorong oleh perdagangan single-asset, yang menghasilkan 83 persen lebih dari total nilai US$8,3 milyar yang diinvestasikan di wilayah ini. Para pengembang serta perusahaan pemodal swasta adalah pembeli terbesar, yang mendapatkan lebih dari setengah properti yang diperdagangkan.

BACA JUGA :   Gandeng MBM Group, Patra Jasa Ekspansi Bisnis Hotel Ke Arab Saudi

“Tahun 2018 adalah tahun pemulihan bagi pasar hotel di Indonesia dengan kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya yang hampir mencapai siklus akhir pembangunan. Sedangkan Bali memperlihatkan pemulihan yang sangat cepat dan substansial setelah terjadinya letusan Gunung Agung pada akhir tahun 2017. Sebagai akibatnya, volume transaksi di Indonesia meredam dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata Corey Hamabata, Senior Vice President, JLL Hotels & Hospitality Group dalam keterangan tertulis.

Dikatakan Corey Hamabata, pada tahun ini, pihaknya mencatat adanya pertumbuhan kegiatan dari para investor luar negeri serta tipe investor penanam modal dalam mengantisipasi pemulihan pasar-pasar ini. Dengan demikian, diharapkan kegiatan transaksi akan meningkat pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya.

BACA JUGA :   Pendapatan PWON Tumbuh 21 % di Sementer I 2017

Dimulai pada tahun 2018, momentum investasi ini diharapkan dapat menjadi lebih cepat saat para investor mulai menjual aset dan menuju antisipasi meningkatnya bidang pariwisata, terutama di Jepang dan Singapura. Para pembeli yang paling dominan adalah dana ekuitas swasta Pan-Asian yang berhasil meningkatkan modal pada tahun lalu tetapi belum menyebarkannya. REITs yang sudah listing, terutama REITs Jepang, akan melirik pasar yang paling likuid di Asia untuk pembelian, sementara para konglomerat dan pemilik/penghuni akan lebih selektif dalam membeli di pasar utama.

“Meskipun terjadi serangkaian bencana alam, pasar hotel di Jepang tetap mampu menarik minat para investor dunia. Hampir 30 persen dari semua investasi di Asia Pasifik ditanamkan di Jepang, dengan ini Jepang menggeser China dari posisi puncak,” kata Nihat Ercan, Head of Hotel Investment Sales Asia, JLL’s Hotel & Hospitality Group.

Menurut laporan tersebut, sentimen investor di Jepang akan tetap tinggi dengan adanya Rugby World Cup dan Olimpiade Tokyo – saat ini pasar sudah mengalami pertumbuhan sebesar 8,7 persen dalam setahun di bidang pariwisata. Sama halnya, pasar hotel di Singapura berhasil menarik tujuh persen lebih banyak wisatawan pada tahun kemarin, mendorong kenaikan positif RevPAR di semua skala kelas perhotelan. Di China, permintaan pariwisata melampaui penawaran — JLL mencatat pertumbuhan RevPAR dengan rekor tertinggi di seluruh kota-kota besar China pada tahun 2018, termasuk Chengdu yang naik 20 persen, Beijing naik 15 persen, Chongqing naik 13 persen dan Wuhan 12 persen.

BACA JUGA :   Triniti Dinamik Jadwalkan Apartemen The Smith Tutup Atap Akhir Tahun Ini

“Sementara kita berada di kondisi late-cycle dimana tingkat imbal balik tetap rendah dengan kemungkinan yang terbatas untuk tekanan lebih lanjut, kebanyakan investor tidak melihat adanya penurunan besar di masa mendatang. Setelah terjadi pelemahan pada kuartal terakhir tahun 2018, permintaan dan transaksi mulai meningkat di awal tahun ini. Tingkat suku bunga saat ini semakin stabil, jadi para investor dapat berkonsentrasi pada pertumbuhan income serta pasar yang memiliki fundamental kuat,” demikian kesimpulan Ercan.

JLL Hotels & Hospitality Group telah menyelesaikan transaksi lebih banyak dibanding konsultan real estate hotel dan perhotelan industri lainnya selama lima tahun terakhir, dengan total lebih dari $63,2 milyar di seluruh dunia. Grup ini memiliki 350 tim global di lebih dari 20 negara juga telah menyelesaikan lebih dari 5.420 transaksi dalam jasa penyediaan advisory, valuation dan asset management. Jasa valuation, brokerage, asset management dan konsultansi perhotelan telah membantu banyak investor, pemilik dan pengelola hotel mencapai keuntungan yang lebih tinggi untuk aset-aset mereka dibanding dengan penasehat real estate lain di seluruh dunia.

Check Also

Kota Jakarta

Dihadiri 1000 Broker, AREBI Real Estate Summit 2019 Tatap era Digital

BROKER PROPERTI – Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) kembali menggelar serangkaian acara besar pada akhir …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 165

Klik Disini
Cover Majalah Property&Bank edisi 165
close-link
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI!
close-link