Sunday , 18 November 2018
Breaking News
Home / Breaking News / Jurus Marketing Handal Ala Andreas Nawawi

Jurus Marketing Handal Ala Andreas Nawawi

Andreas Nawawi, Managing Director PT Paramount Land

Andreas Nawawi, Managing Director PT Paramount Land

BERITA PROPERTI – Managing Director PT Paramount Land Andreas Nawawi berbagi kisah saat dirinya meretas karir dalam industri pemasaran. Berawal dari sales produk rumah tangga, yaitu panci membuat dirinya candu berjualan. Baginya menjual produk itu adalah mudah yang penting harus memahami produk yang akan dipasarkan serta siapa sasaran yang akan dituju.

Menurut Andreas, menjual produk termasuk properti haruslah kepada orang-orang yang kita kenal, untuk itu sangatlah penting seorang marketing membina jaringan. “Dalam membina jaringan kita tidak boleh memandang kelas, pangkat atau apapun,” ujar Andreas.

Lebih jauh Andreas Andreas mengatakan dalam membina jaringan harus memperhatikan terhadap kendala sekecil apapun, harus ditangani dengan hati-hati agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. “Harus juga diingat dalam proses menjual harus dilaksanakan dengan terbuka, tidak ada yang rahasia atau sesuatu yang disembunyikan,” ujarnya.

Ia menyarankan, sebelum menawarkan produk properti, penjual terlebih dahulu menyiapkan daftar pembeli prospektif atau diistilahkan sebagai hit list. Mereka dipilih berdasarkan 2M tadi yakni Mau dan Mampu. “Kita mengenal istilah 2M untuk sasaran yang akan kita tawarkan yakni ‘mau’ dan ‘mampu’,” ujarnya berbagi tips.

Selain itu sebelum melakukan penawaran, penjual harus yakin dulu pada pemahaman tentang produk, pasar, serta yang lebih penting pada konsumen yang akan kita tuju. Berikutnya dari daftar yang telah kita buat, mulai melakukan pendekatan secara benar dan terarah, kemudian dilanjutkan dengan membangun hubungan, memperkuat jaringan, serta mengembangkannya.

“Menjual itu sama dengan memindahkan keyakinan. Untuk itu sebelum menjual produk seorang marketing dituntut memiliki pemahaman terlebih dahulu terhadap produk yang akan dijual,” ujar dia.

Andreas menyarankan bertindaklah sebagai seorang sahabat, menjadi pendengar yang baik, serta hasilnya harus win-win condition artinya penjual senang, pembeli puas. Dalam membina pembeli kita mengenal tahapan-tahapannya yang disebut AIDA yakni attention (perhatian), interest (ketertarikkan), desire (keinginan) dan action (aksi).

Penjual yang baik harus mampu memberikan motivasi serta memunculkan antusias bagi konsumen. Untuk itu perlunya mengenal siapa konsumennya, kemudian kuasai, berikan motivasi adanya masa depan yang cerah apabila membeli produk tersebut.

Penjual juga harus membagi jaringannya ke dalam dua kelompok yakni berpengaruh dan perhatian. “Kelompok berpengaruh ini sangat penting karena dipastikan akan membeli produk yang kita tawarkan, sedangkan untuk perhatian sewaktu-waktu mereka akan membutuhkan produk kita,” jelas Andreas.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*