Sunday , 22 September 2019
Home / Breaking News / Kaltim Jadi Ibukota RI, APLN Optimis Borneo Bay Sold Out Akhir Tahun

Kaltim Jadi Ibukota RI, APLN Optimis Borneo Bay Sold Out Akhir Tahun

Vice President of Corporate Marketing Agung Podomoro Land Agung Wirajaya (tengah) dan Head of Dept. Sales and Marketing Borneo Bay City Yoga Gunawan (kiri)

SUPERBLOK –Saat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan bahwa Kalimantan Timur yang dipilih menjadi ibukota negara yang baru, menjadi kabar baik bagi perusahaan pengembang Agung Podomoro Land (APLN). Pasalnya, APLN memiliki proyek superblok bernama Borneo Bay City yang sudah dikembangkan sejak 2013 lalu.

Senin (26/8) lalu, Jokowi telah resmi mengumumkan bahwa pemerintah menetapkan Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertangera, Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru. Segala persiapan akan dilakukan oleh pemerintah untuk mewujudkan ibukota baru tersebut.

BACA JUGA :   Waduk Kuningan Mampu Mengairi 3.000 Ha

Borneo Bay City merupakan proyek yang diakuisisi oleh APLN berupa dua pusat belanja dengan total lahan seluas 10 hektar. Saat ini, APLN telah mengembangkan kawasan tersebut menjadi superblok seluas 5 hektar dengan membangun sebuah mal baru yang diatasnya terdapat hunian vertikal. Sehingga, di lahan tersebut akan ada tiga mal, satu tower apartemen yang dilengkapi taman tematik. Sisa lahan 5 hektar akan dikembangkan kemudian, sambil menunggu perkembangan selanjutnya.

Vice President of Corporate Marketing Agung Podomoro Land Agung Wirajaya mengatakan, sejak awal APLN melihat kota Balikpapan merupakan sebuah kota yang sangat penting di Kalimantan, bahkan salah satu kota utama di Indonesia bagian timur. Kala itu, kata Agung, APLN memutuskan tidak hanya mengembangkan properti di Jabodetabek, tapi juga kawasan lain yang diprediksi akan berkembang.

BACA JUGA :   Strategi Kampanye  JGC Raih Penghargaan

Begitu juga dengan Balikpapan, tutur Agung, yang memang dari awal sudah diprediksi akan menjadi pusat pertumbuhan baru di luar Jabodetabek. Kota ini sangat strategis karena industri dan perdagangannya tergolong maju, khususnya industri minyak bumi dan pertambangan. Saat ini Balikpapan dan Makasar sudah menjadi hub nya kawasan Indonesia bagian timur.

“Setelah melakukan IPO, APLN melihat bahwa kota-kota besar lain di Indonesia harus menjadi perhatian karena akan terus berkembang. Bahkan dengan kekuatan yang dimilikinya, kota-kota tersebut pertumbuhan ekonominya bisa melampaui pertumbuhan ekonomi secara nasional. Maka saat itu diputuskanlah kota Balikpapan dan mengembangkan Borneo Bay,” ujar Agung Wirajaya saat berbincang dengan sejumlah media, di Jakarta, Kamis (5/9).

BACA JUGA :   Hadapi Tantangan, Modernland Daya Gunakan Aset dan Maksimalkan Potensi

Proyek pusat belanja yang diakuisi oleh APLN saat itu adalah Balikpapan Trade Center dan Plaza Balikpapan. Kini APLN melengkapinya dengan membangun pusat belanja ketiga, Podomoro Bay Mall yang sedang dalam tahap pengerjaan finishing. Sedangkan untuk apartemen, total hunian yang ada di dua tower Borneo Bay Residence merangkum sebanyak 1220 unit.

“Kami yang awalnya hanya melihat bahwa Balikpapan memiliki peluang untuk berkembang sebagai pusat bisnis dan perdagangan, sekarang malah lebih dari itu dan akan menjadi ibukota negara Republik Indonesia. Maka dengan begitu, tentu kami akan lebih serius lagi untuk menyelesaikan proyek ini karena memang peluangnya makin besar,” tegas Agung Wirajaya.

Pasarkan Sisa Hunian Sebanyak 300 Unit
Pada kesempatan yang sama, Head of Dept. Sales and Marketing Borneo Bay City Yoga Gunawan mengatakan, kota Balikpapan akan menjadi kota berkembang pesat dan menarik untuk memiliki investasi properti di kota tersebut.

“Borneo Bay berada dilokasi premium dan pusat kota Balikpapan, tepat di Jalan Jend. Sudirman no 1. Dengan keunggulan lokasi dan pengembangan kota Balikpapan kedepan, kami yakin Borneo Bay merupakan investasi yang sangat menguntungkan bagi investor. Bayangkan saja bagaimana meroketnya harga tanah di kawasan Sudirman di Jakarta saat ini, maka begitulah nanti kondisinya jalan Sudirman di Balikapapan dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Yoga.

Lebih lanjut dijelaskan Yoga, Borneo Bay Residence saat ini hanya menyisakan tak lebih dari 300 unit apartemen. Unit-unit tersebut dipasarkan dengan harga sangat terjangkau mulai dari Rp 800 jutaan. Kondisi unit-unitnya, 100% sudah siap huni, atau bisa langsung disewakan saat ini juga. “Lokasinya dekat dengan pusat bisnis sehingga sangat mudah mencari penyewa,” sambung Yoga.

BACA JUGA :   Kalangan Milenial Dapat Subsidi Rumah Dari PUPR, Ini Kategorinya  

Beberapa waktu lalu, APLN sempat merilis produk Borneo Bay dengan harga masih dikisaran Rp 700 jutaan. Namun, saat penjualan di hari terakhir sebelum harga dinaikkan menjadi Rp 800 jutaan, peminat terhadap unit-unit di Borneo Bay Residence membludak. “Penjualan tembus Rp 20 miliar hanya dalam satu hari,” tutur Yoga.

Yoga menambahkan, kota Balikpapan saat ini sudah menjadi incaran investor pasca ditunjuk menjadi ibukota negara yang baru. Selain itu, pembangunan infrastruktur di Kalimantan saat ini memang lebih banyak berpusat di kota Balikpapan seperti bandara internasional dan  jalan tol. “Saat ini waktu yang tepat untuk memiliki properti di ibukota baru dengan harga yang masih terjangkau. Dan kami optimis hingga akhir tahun semua unit akan terjual habis,” pungkas Yoga.

Check Also

Hapus Pengurusan IMB Yang Rumit, Dorong Saham Properti Makin Menarik

EKONOMI – Harga saham properti mulai bergeliat pada perdagangan pada Rabu (18/9) pagi. Sejumlah regulasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 163

Pesan Sekarang!
close-link