Saturday , June 6 2020
Home / Indeks Berita / Kebun Raya Harus Terus Ditata dan Dikelola Agar Berfungsi Sebagai RTH

Kebun Raya Harus Terus Ditata dan Dikelola Agar Berfungsi Sebagai RTH

Kebun Raya Baruraden seluas 142 hektar yang ditata oleh pemerintah

UMUM – Sejumlah kawasan kebun raya yang tersebar di Indonesia, terus dilakukan penataan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Hal ini karena kehadiran kebun raya sebagai salah satu upaya konservasi tumbuhan secara ex-situ (pelestarian spesies diluar habitat alaminya).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan disamping konservasi tumbuhan dan keindahan, juga bermanfaat bagi konservasi air, tanah, dan udara. Kerjasama Kementerian PUPR dengan LIPI dalam pengembangan kebun raya dilakukan melalui Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH).

BACA JUGA :   Kawan Lama Group Bangun Pusat Belanja Di Grand Wisata Bekasi

“UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan perlunya pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan perkotaan sebesar 30 persen dari luas kawasan perkotaan. Pengembangan kebun raya di bawah koordinasi LIPI, sementara Kementerian PUPR memberikan dukungan infrastruktur,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Tugas yang dilakukan Kementerian PUPR adalah membuat masterplan atau rencana induk dan desain serta pelaksaan konstruksi berbagai sarana dan prasarana pendukung dalam Kebun Raya. Sementara LIPI membuat konsep kebun raya sesuai peruntukan masing-masing. “Kebun Raya juga diharapkan bisa menjadi daerah tampungan air dan menahan air di daratan selama mungkin saat musim hujan,” terang Menteri Basuki.

BACA JUGA :   Selain FLPP Rp 11 Triliun, PUPR Juga Siapkan BP2BT Rp 13,4 Miliar Di Tahun 2020

Pemerintah Pusat dan Daerah melakukan penataan pada 12 Kebun Raya yakni Kebun Raya Bogor, Cibinong, Cibodas, Purwodadi, Eka Karya Bali , Liwa Lampung Barat, Balikpapan, Kuningan, Baturraden, Banua, Jompie Parepare dan Kendari. Dari 12 kebun raya, pelaksanaannya dilakukan oleh Kementerian PUPR yakni Kebun Raya Bogor, Cibinong, Eka Karya Bali, Baturraden.

Sementara 8 kebun raya lainnya dilakukan oleh Satuan Kerja Provinsi yakni Kebun Raya Batam, Liwa Lampung Barat, Itera Lampung Selatan, Cibodas, Banua (Kalsel), Kendari (Sultra), Sulut dan Jagatnatha (Jembrana Bali).

Salah satu kebun raya yang sudah dilakukan penataan adalah Kebun Raya Baturraden di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kawasan kebun raya seluas 142 hektare ini berada di Desa Kemutung Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, berbatasan dengan Lokawisata Baturraden dan Bumi Perkemahan Baturraden.

BACA JUGA :   Desain Bangunan TK Unik Dari Negeri Sakura

Kebun raya ini mengoleksi tumbuhan Pegunungan Jawa, dengan keunggulan local antara lain kantong semar, pinang, anggrek Vanda, Rhododendrum, pohon mandalaka dan Polygala. Penataan dilakukan secara bertahap sejak tahun 2015 berupa penyusunan Detail Engineering Design(DED), pekerjaan struktur gedung pengelola, lawn dan flower bed.

Tahun 2016 dibangun rumah kaca, lanjutan gedung pengelola dan taman tematik. Tahun 2017 dilanjutkan pembangunan jalan inspeksi dan jalan lingkungan dan tahun 2018 yakni signage, cafe, pujasera dan mushola. Anggaran yang dikeluarkan dalam periode 2015-2018 yakni total Rp 44,7 miliar.

Check Also

lantik pejabat

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Lantik Pejabat Baru Ditjen Perumahan

UMUM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan pelantikan pejabat di berbagai unit …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 171

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link