Friday , 20 September 2019
Home / Apa Kabar / Kehidupan Baru di Kota Penyangga

Kehidupan Baru di Kota Penyangga

Kesemrawutan hidup di tengah polusi, kemacetan dan kriminal yang kian parah, membuat tak sedikit masyarakat ibukota yang kini mulai berfikir memulai hidup baru di kawasan baru. Bukan lagi hanya sekadar pindah wilayah, bahkan juga pindah pulau dan kota. Inilah fenomena yang belakangan terjadi. Banjir yang beberapa waktu lalu “menenggelamkan” beberapa perumahan dan pusat bisnis di Jakarta, membuat keinginan warga untuk eksodus pada kehidupan yang baru kian besar. Salah satu target pindahnya adalah ke Kota Baru.      
Banyak hal yang membuat proyek Kota Baru di seputaran kawasan penyangga Ibukota jadi harapan. Selain harganya masih punya nilai tambah dan naik, udara sejuk, penataan kota serta drainase yang terencana menjadi pertimbangan awal untuk melakukan eksodus.  Pembaca, fenomena inilah yang kami angkat menjadi Laporan Utama edisi ini. Saat ini, sedikitnya ada belasan proyek Kota Baru yang terserak diberbagai lokasi, mulai di sub urban Jakarta, Bandung,  Surabaya, Medan dan Semarang. Sengaja kami membedah khusus kawasan Serpong yang terbit  edisi ini. Edisi selanjutnya mungkin saja kawasan lain yang kami ulas.
Selain karena pertumbuhan harga yang cukup fenomenal, Serpong memiliki jumlah proyek Kota Baru paling banyak. Sekadar menyebut seperti BSD City  dengan luas lahan 6.000 hektar, Lippo Karawaci seluas 1.500 hektar, Summarecon Serpong  dengan luas lahan 375 hektar, Paramount Serpong dengan luas lahan 550 hektar, dan Alam Sutera dengan luas lahan 700 hektar. Namun, tidak semua proyek Kota Baru ini punya prospek cerah. Selain karena konsep dan progres yang harus kuat, Hanya proyek Kota Baru yang memiliki kelengkapan layaknya sebuah kota saja yang punya magnet besar untuk dilirik pemburu properti. Mereka semua berharap akan menemukan kehidupan di kota baru.
Masih terkait dengan kenyamanan hidup, banjir yang mengepung sejumlah perumahan membuat warga korban banjir mulai berfikir ulang tentang tempat tinggal mereka. Beberapa warga yang tempat tinggalnya tersandung banjir, mulai mencari alternatif di lokasi yang bebas banjir. Tentu saja agar tidak terjadi penyesalan tak berujung yang dialami oleh konsumen sebuah proyek di kawasan Pondok Ungu, Bekasi. Tergiur dengan nama dan tawaran menarik, ia terpaksa gigit jari karena rumah yang dibelinya seharga Rp2,5 miliar, direndam air setinggi 2 meter. “Padahal pengembangnya sudah lama dan pengalaman,” sesalnya.
Kali ini, sengaja kami turunkan Liputan Khusus proyek proyek perumahan di dataran tinggi, Bogor. Meski berada di kawasan tinggi, ternyata tidak semua proyek perumahan di sini bebas banjir. Beberapa perumahan di Bogor juga tak luput tergenang air. Berikut kami laporkan beberapa proyek yang berprospek dan tentunya jauh dari genangan air.  Pembaca, edisi ini kami sengaja menurunkan liputan tentang bencana banjir lebih lengkap, mengingat area yang digenangi banjir tahun ini ternyata lebih meluas. Harapan kami, Laporan edisi ini  bisa menjadi panduan Anda dalam membeli rumah dan property sebelum gigit jari menyesali diri.

Check Also

Trivo Group, Dengan Niat Baik Menyulap Kawasan Sepi Jadi Bergengsi

APA KABAR – Pembaca,kembali kami menyapa dan hadir ke ruang baca Anda dalam edisi kali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 163

Pesan Sekarang!
close-link