Saturday , 25 May 2019
Home / Breaking News / Kinerja Positif di Awal Tahun 2019, Kredit Bank BTN Meningkat 19,57%

Kinerja Positif di Awal Tahun 2019, Kredit Bank BTN Meningkat 19,57%

Direktur Utama Bank BTN Maryono bersama jajaran Direksi saat paparan kinerja

INFO PERBANKAN – Berbagai aksi strategis yang dilakukan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. di awal tahun 2019, membuat bank plat merah yang fokus kepada pembiayaan perumahan itu mencatat kinerja positif pada triwulan I/2019. Kinerja Bank BTN per 31 Maret 2019, mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan naik 19,57% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp202,5 triliun pada triwulan I/2018 menjadi Rp242,13 triliun.

Pada Konferensi Pers Paparan Kinerja Bank BTN per 31 Maret 2019, Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, kenaikan positif pada penyaluran kredit dan pembiayaan Bank BTN tersebut masih berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Menurut dia, Bank Indonesia (BI) merekam kredit perbankan secara nasional hanya naik di level 12% yoy per Februari 2019.

BACA JUGA :   Kaya Inovasi, UrbanIndo Capai 1 Juta Iklan Properti

“Perseroan konsisten menggelar berbagai aksi strategis, kemitraan, dan promosi agar kian ekspansif dalam menyalurkan kredit. Meski tetap fokus dalam bisnis inti perseroan di bidang pembiayaan perumahan, Bank BTN terus aktif memacu akselerasi kredit di sektor non-perumahan,” ungkap Maryono di Jakarta, hari ini, Selasa (23/4). Capaian penyaluran kredit ini, sambungnya, akan terus dipacu hingga akhir tahun nanti, dengan tetap selektif dan fokus menjaga kualitas kredit.

Maryono menjelaskan kuatnya pertumbuhan kredit di Bank BTN tersebut bersumber dari lini sektor perumahan dan non-perumahan. Di sektor perumahan, kredit tercatat tumbuh 19,11% yoy dari Rp184,46 triliun pada akhir Maret 2018 menjadi Rp219,72 triliun di akhir Maret 2019. Permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang masih tinggi menjadi pendorong kuat kenaikan total kredit di segmen ini. Catatan keuangan Bank BTN merekam KPR Subsidi naik 28,87% yoy dari Rp79,14 triliun per 31 Maret 2018 menjadi Rp101,99 triliun di periode yang sama tahun ini.

BACA JUGA :   Sentra Timur Tawarkan Tower Sapphire Di REI Expo

Per triwulan I/2019, KPR Non-Subsidi pun naik sebesar 14,37% yoy menjadi Rp79,83 triliun. Dengan capaian tersebut, KPR emiten bersandi saham BBTN ini tumbuh sekitar 22,07% yoy menjadi Rp181,83 triliun pada 31 Maret 2019. Rapor hijau tersebut sukses menempatkan Bank BTN sebagai pemimpin pasar di segmen KPR dengan pangsa sebesar 39,35% per Desember 2018. Bank BTN juga masih menempati posisi wahid di pasar KPR Subsidi dengan pangsa sebesar 92,96% per 31 Maret 2019.

Kemudian, di segmen kredit perumahan, kredit konstruksi juga terpantau naik 8,96% yoy menjadi Rp29,45 triliun pada akhir Maret 2019. Pada akhir bulan ketiga tahun ini, kredit perumahan lainnya tercatat telah disalurkan senilai Rp8,44 triliun.

Di sektor kredit non-perumahan, Bank BTN juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 24,24% yoy. Kenaikan tersebut ditopang laju positif penyaluran kredit di segmen kredit konsumer dan kredit komersial yang naik masing-masing sebesar 25,53% yoy menjadi Rp4,97 triliun dan 23,88% yoy menjadi Rp17,43 triliun per triwulan I/2019.

Meski terus menorehkan akselerasi pada kredit, Bank BTN tetap menjaga kualitas kredit dan pembiayaan selama tiga bulan pertama di 2019. Laporan keuangan Bank BTN menunjukkan per kuartal I/2019, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) nett perseroan berada di level 2%. Posisi tersebut jauh di bawah ambang batas atas NPL yang ditetapkan regulator sebesar 5%.

BACA JUGA :   Tower Paris Metropolitan Park Tutup Atap

Pertumbuhan kredit Bank BTN juga mendorong kenaikan aset perseroan sebesar 16,47% yoy dari Rp258,73 triliun pada triwulan I/2018 menjadi Rp301,34 triliun. Nilai aset tersebut masih mengukuhkan predikat Bank BTN sebagai bank dengan aset terbesar kelima di Indonesia. Penyaluran kredit juga mendukung perolehan pendapatan bunga Bank BTN yang naik 21,69% yoy dari Rp5,27 triliun menjadi Rp6,42 triliun per akhir Maret 2019. Dengan pendapatan bunga tersebut, laba bersih Bank BTN per Maret 2019 menjadi senilai Rp723 miliar.

Sementara itu, di tengah kondisi likuiditas secara nasional yang tumbuh terbatas, Bank BTN tetap mampu mencatatkan kinerja positif pada penghimpunan dana masyarakat. Per 31 Maret 2019, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun BBTN mencapai Rp215,82 triliun atau naik 10,98% yoy dari Rp194,48 triliun di periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut pun berada di atas rata-rata kenaikan DPK di industri perbankan nasional. BI merekam DPK perbankan nasional hanya naik sebesar 5,8% yoy pada Februari 2019.

BACA JUGA :   Greenhouse Menjadi Greenest Coworking Space Di Asia Tenggara

“Kami akan terus berfokus menghimpun dana masyarakat untuk menopang ekspansi kredit. Penghimpunan dana tersebut juga difokuskan pada peningkatan berbagai produk tabungan dengan cost of fund yang rendah,” jelas Maryono.

Di lini bisnis syariah, Bank BTN juga tetap mengalami pertumbuhan positif. Per kuartal I/2019, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN mencatatkan akselerasi positif pada penyaluran pembiayaan dan penghimpunan DPK yang naik masing-masing sebesar 19,33% yoy menjadi Rp22,43 triliun dan 15,72% yoy menjadi Rp21,66 triliun. Dengan kenaikan bisnis tersebut, aset UUS Bank BTN terakselerasi sebesar 19,41% yoy menjadi 27,84 triliun pada triwulan I/2019. Kinerja bisnis unit bisnis ini juga menyumbang perolehan laba bersih UUS Bank BTN senilai Rp30,29 miliar per kuartal I/2019.

Semntara untuk Program Satu Juta Rumah, Bank BTN yang berperan sebagai agen program pemerintah itu juga terus berupaya menjangkau masyarakat untuk memiliki rumah yang terjangkau. Hingga kuartal I/2019, Bank BTN telah menyalurkan kredit perumahan untuk 207.317 unit rumah atau senilai Rp22,65 triliun.

BACA JUGA :   HKR Terbitkan Sukuk Mudharabah Rp 150 Miliar

Jumlah unit tersebut terdiri atas 150.064 unit rumah KPR Subsidi senilai Rp9,62 triliun dan 57.253 unit KPR Non-Subsidi senilai Rp13,02 triliun. Realisasi ini setara 25,91% dari target unit yang ditetapkan perseroan pada 2019. Adapun, pada akhir 2019 nanti, BBTN mengincar dapat menyalurkan kredit perumahan untuk 800.000 unit rumah.

“Kami terus berkomitmen mendukung Program Satu Juta Rumah. Kami yakin dengan langkah ekspansif dalam memacu kredit akan mampu mencapai target Program Satu Juta Rumah yang mencapai 800.000 unit pada akhir tahun nanti,” jelas Maryono.

Check Also

Maklumat The HUD Institute : Rumah Adalah Hak Dasar Semua Warga

BERITA PROPERTI – Tak ada orang yang tak berkehendak atas tempat, hunian dan mengambil spasial …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 159

Pesan Sekarang!
close-link