Saturday , 25 January 2020
Home / Nasional / Ekonomi / Kondisi Properti di 2020 Diprediksi Membaik, Ini Rekomendasi Analis Saham

Kondisi Properti di 2020 Diprediksi Membaik, Ini Rekomendasi Analis Saham

BSDE
Analis menyarankan untuk mengkoleksi PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) di tahun depan. (poto bizlaw.id)

EKONOMI – Kondisi pasar properti di Indonesia dinilai masih melambat secara total. Namun, beberapa emiten properti mencatatkan kinerja bagus. Pada kuartal I-2019 penjualan properti residensial tumbuh 0,05% secara tahunan (yoy), kuartal II-2019 terkontraksi -15,79% yoy dan untuk kuartal III-2019 tumbuh 13,95% yoy.

Bila ditotal, secara year to date (ytd), masih melemah 1,79%. Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas menyebut melemahnya daya beli disebabkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang cukup tinggi, harga rumah yang tinggi dan permasalahan perizinan atau birokrasi dalam pengembangan lahan.

BACA JUGA :   Tahun Depan, Adhi Commuter Mulai Pasarkan TOD Gateway Park Bekasi

Sementara itu, indeks properti tahun ini tumbuh sekitar 11,19% ytd. Sedangkan tahun sebelumnya, Sukarno mencatat indeks properti turun sebesar 9,6%. “Artinya mayoritas saham-saham properti masih ada yang mencatatkan kinerja bagus,” jelasnya, Selasa (24/12).

Berkaca dari kondisi tersebut, Sukarno mengatakan pasar properti tahun depan diharapkan menunjukkan kinerja yang lebih bagus. Katalis positif berasal dari tren suku bunga yang mulai melandai.

“Salah satu penyebab melemahnya daya beli yaitu karena suku bunga yang dinilai tinggi atau suku bunga KPR yang tinggi. Setidaknya sentimen ini menjadi faktor penting akan permintaan di sektor properti,” ujar dia.

BACA JUGA :   Tahun ini, Kualajaya Realty Bangun Dua Proyek Apartemen

Lebih lanjut, ia menyarankan membeli untuk beberapa saham properti yaitu perusahaan properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dengan target harga Rp 1.560. Serta PT. Pakuwon Jati Tbk  (PWON) dengan target harga Rp 650, dalam satu tahun ke depan. Alasannya, BSDE dan PWON memiliki kondisi rasio profitabilitas dalam tren naik.

Kondisi tren rasio return on equity (ROE) dan net profit margin (NPM) milik PWON dalam tren naik, sedangkan rasio utang dalam tren penurunan. Di mana rasio terakhir yang diciptakan menjadi ROE 19,98% dan NPM 41,03%.

Menurut Sukarno, kelebihan BSDE saat ini adalah valuasi dinilai masih murah. Price earning ratio (PER) BSDE saat ini 7,94 kali dan price book value (PBV) 0,86 kali. Disamping itu, rasio ROE 10,78% dan NPM 44,16%. “Sama-sama meningkat dibandingkan periode lalu,” pungkasnya. (Artha Tidar)

Check Also

Logo Baru, Meikarta Giat Rampungkan Seluruh Tower Di District 1

Properti : Tahun 2020, Meikarta tampil dengan semangat baru melalui hadirnya jajaran manajemen dan logo …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 167

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link