Sunday , 18 November 2018
Breaking News
Home / Indeks Berita / Kopelland Fokus Garap Hunian Untuk Pekerja

Kopelland Fokus Garap Hunian Untuk Pekerja

Kunjungan Kopelland Ke Property&Bank

Kunjungan Kopelland Ke Property&Bank

BERITA PROPERTI-Hanya dalam kurun waktu singkat, belum sampai 2 tahun sejak berdiri, PT Kopelland (Kopel Lahan Andalan) sudah merencanakan pengembangan tiga proyek yakni Kota Swarnabumi Cikunir, Bekasi, Swarnabumi Residence Bandung (Kiara Condong) dan Swarnabumi Bintaro (Jombang). Perusahaan anak usaha dari Koperasi Pegawai dan Pensiunan Bulog Seluruh Indonesia (Kopellindo) ini optimis bisa eksis dengan konsep pengembangan yang penuh inovasi.

Disamping dikembangkan dengan sentuhan berbeda seperti konsep pemasaran atau cara penjualannya yang tak biasa, skema pembiayaan yang ditawarkan juga sangat menarik seperti uang mukanya bisa 0 % bahkan dengan bunga flat selama masa cicilan. Semuanya dilakukan untuk mengakomodir berbagai kebutuhan penghuni dan konsumennya.

“Saya mencoba merangkai berbagai elemen atau kekuatan tim yang ada untuk menganalisa apakah mungkin bisa membuat uang muka 0 % tersebut dan ternyata bisa. Tentunya kita tetap memperhatikan cash flow keuangan perusahaan,” ujar Direktur Utama Kopelland Bogi Aditya, saat berkunjung ke kantor redaksi Majalah Property&Bank beberapa waktu lalu.

Proyek Kota Swarnabumi Cikunir yang dibangun di atas lahan seluas 2,8 hektar dan terdiri dari tujuh tower dengan jumlah unit sebanyak 8 ribu, disebut-sebut menjaring para pekerja sebagai pembeli utama. Lokasi proyek terbilang strategis, berada di mulut tol Jatiasih yang ke depannya akan terkoneksi dengan transportasi masal light rail transit (LRT), kereta komuter, tol Becakayu, dan lainnya.

“Perlu kami sampaikan bahwa pekerja yang dimaksud adalah karyawan yang bekerja di Jakarta dengan kemudahan yang ada di kawasan proyek kami. Setelah kami survey, kami berpikir bahwa kawasan ini memang layak untuk hunian para pekerja karena aksesibiltas yang bagus. Kami akan sediakan shuttle dengan rute ke sarana transportasi masal,” sambung Bogi.

Segmen para pekerja ini membutuhkan hunian yang paling banyak. Kopelland menganalisa bahwa segmen ini sangat riil dan mereka akan fokus untuk menyasar dan mengembangkan proyek apartemen untuk pekerja. Dan segmen ini benar-benar end user sehingga produk yang dikembangkan bukan untuk konsumen yang memiliki motif investasi.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*