Saturday , 7 December 2019
Home / Breaking News / Kuota FLPP Habis, APERSI : Ini Akibat Tidak Ada Koordinasi Antar Kementerian

Kuota FLPP Habis, APERSI : Ini Akibat Tidak Ada Koordinasi Antar Kementerian

Ketua Umum DPP APERSI Junaidi Abdillah (kanan) dan Sekretaris Jenderal DPP APERSI Daniel Djumali (kiri)

 

RUMAH RAKYAT – Para pengembang yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), makin gerah karena belum adanya kepastian penambahan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang sudah habis. Jika belum ada kejelasan mengenai penambahahan kuota FLPP itu, APERSI bahkan mengancam akan demo turun ke jalan.

Dalam Rapat Kordinasi (Rakor) APERSI di Hotel IBIS Cawang, Selasa (27/8) lalu, tak kurang dari 17 DPD APERSI yang tersebar di seluruh Indonesia yang hadir, mendesak pemerintah untuk memberikan kepastian. Total DPD APERSI yang ada hingga saat ini berjumlah 28 DPD dengan anggota yang mencapai ribuan.

BACA JUGA :   Keppel Land Hadirkan West Vista di Batam

“Sebanyak 98.000 unit rumah yang dibangun oleh anggota kami dengan kondisinya sudah ready stock di seluruh Indonesia saat ini tidak bisa akad kredit. Penyebabnya adalah karena kuota FLPP yang dikucurkan oleh BTN sudah habis. Itu berarti, hampir 100.000 kepala keluarga masyakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan anggota keluarganya terancam dan berpotensi tidak memiliki rumah hingga akhir tahun,” tegas Ketua Umum DPP APERSI Junaidi Abdillah.

Dengan melihat kondisi tersebut, sambung Junaidi, pihaknya menyangsikan keseriusan pemerintah dalam membangun rumah bagi rakyat. Dirinya juga meragukan upaya pemerintah dalam mensukseskan program sejuta rumah. Sementara pihak pengembang perumahan sederhana, sambung dia, sudah sangat serius dan mati-matian ikut mendukung program tersebut.

BACA JUGA :   Jababeka Bertransformasi Menuju Kawasan Ekslusif

“Kami yang benar-benar mengurus permasalahan masyarakat menengah bawah dalam penyediaan perumahan sepertinya tidak didengar. Kita juga malah tidak mengerti apa maunya pemerintah saat ini dengan membiarkan kondisi seperti ini. Faktanya, anggaran dari PUPR  untuk perumahan rakyat ini diturunkan, sementara kami membangun terus meningkat sekitar 10 hingga 20 persen setiap tahun, ini kan aneh,” ujar Junaidi.

Dikatakan Junaidi, jika persoalan ini dibiarkan berlarut-larut maka dampaknya bukan hanya kepada industri properti saja, tapi juga ke sektor lain seperti perbankan, bahkan yang paling berdampak adalah masyarakat kelas menengah ke bawah. Oleh karena itu, kata dia, pemerintah juga harus melibatkan semua kementerian dan lembaga terkait untuk menjalankan program sejuta rumah.

BACA JUGA :   FPI 2017, Edukasi Hunian Kalangan Milenial

“Kami APERSI sangat berharap masalah habisnya kuota FLPP ini bisa diselesaikan dengan cepat, agar program sejuta rumah tetap berjalan dengan baik dan pengembang di APERSI bisa melanjutkan membangun rumah bagi rakyat. Kami ini adalah pahlawan pembangunan perumahan rakyat, jadi harus diberikan dukungan,” ujar Junaidi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP APERSI Daniel Djumali menimpali, dampak buruk dengan adanya kuota FLPP yang sudah habis ini sudah dirasakan oleh anggota APERSI. Hingga saat ini, sudah ada dua perusahaan pengembang di APERSI yang akan menjual aset-asetnya karena terancam bangkrut atau gulung tikar.

BACA JUGA :   Intiland Luncurkan Kawasan Terpadu Seluas 3,2 Ha

“Banyak developer yang kesulitan pendanaan terutama untuk konstruksi karena tidak adanya dana FLPP. Mau bangun pakai dana dari mana? Dana internal sangat terbatas sementara kredit konstruksi juga dengan bunga komersial. Selain itu rumah yang dibangun juga dibatasi dan lama-lama akan membuat pengembang kecil bisa kolaps dan ini memang sudah mulai terjadi,” kata Daniel.

Junaidi dan Daniel sepakat, pihaknya berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan cepat agar pengembang perumahan, khususnya anggota APERSI di seluruh Indonesia tidak terancam gulung tikar. Namun, jika dalam waktu dekat memang belum ada kejelasan dari pemerintah mengenai hal ini, maka APERSI seluruh Indonesia, kata Junaidi dan Daniel, siap turun kejalan untuk melakukan demo.

Check Also

SMF

SMF Siap Kucurkan FLPP Rp3,7 Triliun di 2020, 25% Dari Total Penyaluran

KEUANGAN – PT Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) siap kucurkan pembiayaan Rp3,7 triliun pada 2020 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 166

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
Cover Property&Bank edisi 166
close-link
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI!
close-link