Sunday , 18 August 2019
Home / Breaking News / Laba Turun, Emiten Konstruksi Kejar Target Kontrak Baru di Semester II-2019

Laba Turun, Emiten Konstruksi Kejar Target Kontrak Baru di Semester II-2019

Sejumlah tantangan masih membayangi kinerja sektor konstruksi pada paruh kedua 2019.

PASAR MODAL – Mayoritas emiten konstruksi membukukan penurunan pendapatan pada semester I/2019. Sejumlah tantangan masih membayangi kinerja sektor ini pada paruh kedua 2019. Bagaimana prospeknya? Berdasarkan data, sejumlah emiten yang menjalankan bisnis konstruksi mengalami penurunan laba bersih secara tahunan pada semester I/2019.

Perolehan nilai kontrak baru beberapa emiten memang belum mencapai separuh dari target keseluruhan tahun ini. Kendati begitu, mereka menyebut perolehan nilai kontrak baru telah sejalan dengan target yang ditetapkan.

BACA JUGA :   Sinergi APP Dan ABN Dukung Sejuta Rumah

Sebut saja PT Wijaya Karya (WIKA) yang baru memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp 15,23 triliun atau setara dengan 24,67% dari target. Emiten ini akan kejar target di paruh kedua tahun ini. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah meraih kontrak baru Rp 3,25 triliun sepanjang semester I-2019.

Sekretaris Perusahaan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Fathia Syafurah menilai capaian tersebut masih sejalan dengan target perusahaan tahin ini. Dimana perolehan nilai kontrak baru mencapai 31,4% dari target yang sebesar Rp 10,35 triliun.

BACA JUGA :   Sentul City Gelar RUPLSB, AKN Jadi Wakil Presdir

“Beberapa proyek yang nilainya besar diantaranya tol KLBM seksi dua dan tiga, tol Jakarta-Cikampek II elevated paket 3, tol Cibitung-Cilincing dan PIK Agung Sedayu Grup,” jelas Fathia, pekan lalu.

Termasuk PT Adhi Karya (ADHI) juga baru mencapai perolehan kontrak baru sebesar 18% dari target sepanjang tahun. Perusahaan ini baru mencatatkan kontrak baru senilai Rp 5,4 triliun. Sedangkan PTPP membukukan kontrak baru senilai Rp 14,8 triliun.

BACA JUGA :   HSBC dan PSF Dukung Pembentukan ALFED

Angka tersebut setara dengan 29,42% dari target kontrak baru tahun ini yang sebesar Rp 14,8 triliun. Berdasarkan catatan, nilai kontrak paling besar yang diraih oleh emiten tersebut adalah penggarapan RDMP V Balikpapan tahap II. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp 3,38 triliun.

Nada optimistis juga keluar dari Kepala Riset Infovesta Utama Wawan Hendrayana. Menurutnya wajar apabila emiten konstruksi mengebut kontrak pada sisa akhir tahun ini.

BACA JUGA :   Melantai Di BEI, SATU Bidik Dana Hasil IPO Sebesar Rp 58,5 Miliar

“Jadi tak perlu merevisi target,” jelas dia. Dari beberapa emiten tersebut, Wawan melihat ADHI dan PTPP secara valuasi masih menarik.

Price earning ratio (PER) ADHI saat ini tercatat 11,61 kali dengan price book value (PBV) 0,78 kali. PER PTPP tercatat 15,9 kali dengan PBV 0,7 kali. Sedangkan WIKA yang memiliki PER 11,21 kali dengan PBV sebesar 1,12 kali. PER WSBP tercatat 12,07 kali dengan PBV 1,2 kali. (Artha Tidar)

Check Also

Incar Dana Rp 355,5 miliar, Bhakti Agung Tawarkan Harga IPO Rp 150-200 per Saham

PASAR MODAL – Perusahaan properti PT Bhakti Agung Propertindo berencana mencari pendanaan dari pasar modal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 162

Pesan Sekarang!
close-link