Sunday , 18 November 2018
Breaking News
Home / Breaking News / Lebih Cepat 100 Hari, Mardhika Artha Upaya Topping Off JB Tower

Lebih Cepat 100 Hari, Mardhika Artha Upaya Topping Off JB Tower

topping off JB Tower

Prosesi topping off gedung perkantoran JB Tower

BERITA PROPERTI –Pembangunan gedung perkantoran JB Tower yang dikembangkan oleh PT Mardhika Arta Upaya memasuki tahap finishing, dengan dilakukannya prosesi topping off atau tutup atap, Sabtu (5/5) kemarin. Gedung yang terletak di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta itu, ditargetkan memulai operasional nya sebelum kuarter ke-4, atau sebelum Oktober 2019.

Pelaksanaan topping off ini, dilakukan lebih cepat dari rencana awal yakni pada bulan Agustus tahun 2018 mendatang. Berkat kerjasama yang sangat baik dalam tim JB Tower, yang terdiri dari Manajemen MAU, Kontraktor, Konsultan, dan lain-lain, topping off dapat terlaksana 100 hari lebih awal dari jadwal semula.

JB Tower, kata Direktur PT Mardhika Artha Upaya (MAU) Edi Susilo merupakan gedung perkantoran masa depan yang hemat energi dan berada di kawasan strategis segitiga emas Jakarta Pusat. Gedung ini adalah jawaban bagi kebutuhan pengusaha dan pebisnis di Jakarta. Di kawasan itu, kebutuhan terhadap ruang perkantoran masih cukup tinggi.

“Dengan total investasi yang ditanamkan oleh PT Mardhika Artha Upaya mencapai nilai Rp 1,1 triliun,  JB Tower kami bangun bekerjasama dengan Asiacross Group Indonesia (PT. MAU) dan Asiawide Group – Singapore. Dalam afiliasinya dengan Asia Quest Group – Malaysia, telah sukses mengembangkan berbagai High Rise Building di Singapura, Tiongkok dan Malaysia,” ujar Edi dalam siaran pers.

JB Tower menempati area seluas 5.816 m2, yang merangkum hingga 35.000 m2 luas area yang dapat disewakan, yang sebagian besar diperuntukkan bagi perkantoran, dengan menyisihkan 3.000 m2 semigross untuk restoran and retail. Disamping itu, terdapat areal seluas 1.500 m2 dari lahan tersebut yang secara khusus didedikasikan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan jalur pejalan kaki.

Gedung ini, selain mengadopsi konsep ramah lingkungan, PT Mardhika Artha Upaya juga sangat serius dalam menempatkan kekhasan budaya lokal dalam desain bangunannya sehingga tercipta harmoni antara modernitas, ramah lingkungan, kekuatan, kualitas dan kultur setempat, dengan mengusung konsep tradisional Betawi.

“JB Tower sungguh unik karena dibangun dengan konsep dasar berupa kumpulan box/kotak yang membentuk komposisi menjulang ke atas, sebagai simbol dari semangat dunia bisnis yang terus bertumbuh mencapai kesuksesan. Lokasi gedung juga turut andil dalam konsep JB Tower karena berada di sekitar Monas yang merupakan Pusat dan Simbol kota Jakarta,” ujar Project Manager JB Tower N. Jahja Gozali.

Jahja jelaskn, disamping mengusung teknologi canggih ramah lingkungan seperti ‘water conservation’ dan ‘energy efficiency’, JB Tower juga merupakan bangunan yang kokoh, yang dalam desain strukturnya disimulasikan untuk mampu bertahan terhadap gempa berkekuatan hingga 8.5 skala Richter.

“Inilah keunggulan-keunggulan utama yang membedakan kami dengan gedung-gedung yang sudah terlebih dulu eksis di kawasan ini. Singkatnya, JB Tower adalah: sebuah gedung dengan penampilan yang Unik, yang mengusung kekhasan kota Jakarta, Kokoh dan sekaligus Ramah Lingkungan. Diharapkan nanti, JB Tower akan tampil menjadi salah satu ’icon’ kota Jakarta,” kata Jahja.

Target utama penyewa JB Tower adalah perusahaan–perusahaan yang sudah terbiasa beroperasi di daerah Thamrin dan sekitarnya, baik itu perusahaan nasional maupun multinasional, terutama perusahaan yang sangat peduli akan pentingnya penerapan konsep ‘green building’. Kepada calon penyewa, rata-rata ditawarkan harga-sewa sekitar Rp 300.000,- per-m2 perbulan, tergantung pada luas lantai yang disewa.

“Kami targetkan sebelum pembangunan selesai 100%, gedung telah terisi sekitar 60%. Melihat kondisi saat ini, walaupun banyak ruang kantor yang tersedia di pasaran, tetapi di kawasan Kebon Sirih sendiri penyerapan ruang kantor cukup tinggi, dimana tingkat hunian perkantoran di kawasan ini masih berada di atas angka 89%,” ungkap Direktur Leads Property, ‘Marketing Agent’ JB Tower Darsono Tan. Leads Property juga dipercaya untuk mengelola gedung JB Tower.

JB Tower dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung seperti coffee shop, restaurant, banking hall, ATM, nursery room, convenience store. Pada tahun 2020, akses ke JB Tower juga akan semakin dipermudah, yaitu: saat MRT Fase 2 mulai beroperasi. JB Tower hanya berjarak 500 meter dari Stasiun MRT Sarinah (di dekat Sarinah Thamrin) dan Stasiun MRT Monas (di dekat Patung Arjuna Wijaya atau patung Kuda), yang masing-masing dapat dicapai hanya dalam waktu lima menit dengan berjalan kaki dari JB Tower.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*