Sunday , 18 November 2018
Breaking News
Home / Properti / Apartemen & Perhotelan / Lippo Tutup Atap Dua Tower Pertama Di Meikarta

Lippo Tutup Atap Dua Tower Pertama Di Meikarta

(ki-ka) Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Danang Kemayan Jati, Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya dan Chief Marketing Officer PT Lippo Cikarang Yopi Rusli saat press conference

BERITA PROPERTI – Pembangunan mega proyek Meikarta menunjukkan progres yang sangat signifikan sejak resmi diluncurkan Agustus 2017 lalu. Lippo Group selaku pengembang kawasan kota baru dengan total seluas 500 hektar itu, akan melakukan prosesi topping off atau tutup atap untuk dua tower pertama, Minggu (29/10) mendatang.

Dalam press conference di Kemang Village, hari ini Kamis (26/10), Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya, mengatakan, topping off ini merupakan bentuk komitmen Lippo Group kepada para pembeli dan membuktikan mereka membangun Meikarta dengan kecepatan tinggi. Setelah topping off dua tower ini, Lippo akan melanjutkan dengan pembangunan tower-tower berikutnya, sesuai dengan master plan yang ada.

“Target kami lima puluh gedung sudah akan mulai siap dihuni pada bulan Desember 2018. Meikarta diharapkan dan diperkirakan akan menjadi bagian dari solusi kemacetan, kepadatan dan tekanan sosial lainnya dari ibukota Jakarta. Kami akan mengelola Meikarta dengan prinsip visi, keberanian, pengelolaan solid, kecepatan dan sistim keuangan yang sehat,” ujar Ketut Budi Wijaya.

Dijelaskan Ketut Budi Wijaya, untuk menyelesaikan pembangunan dua tower pertama di Meikarta tersebut, Lippo Group menggelontorkan investasi sebesar Rp 1 triliun. Dengan dilakukannya topping off tower yang telah mengantongi izin Surat Izin Mendirikan Bangunan No.503/096/B/BPMPPT ini, menandakan pembangunan kota baru Meikarta segera dimulai.

Meikarta, sambung Ketut, akan menjadi kawasan segitiga emas baru di koridor timur Jakarta karena berlokasi tepat di jantung area antara Lippo Cikarang, Delta Mas dan Jababeka serta memiliki akses gerbang tol tersendiri yaitu exit tol Cibatu. Lokasinya berada di koridor Jakarta-Bandung dan akan mendorong Meikarta menjadi sebuah pusat ekonomi baru.

“Saat ini 60% ekonomi nasional Indonesia berada di kawasan Jakarta-Botabek-Bandung. Dan 70% nya berada di pusat Bekasi-Cikarang dengan penduduk yang akan mencapai 15 juta dalam waktu 20 tahun ke depan. Di kawasan ini, juga menjadi pusat dari keseluruhan Industrialisasi nasional, dimana lebih dari satu juta mobil, sepuluh juta motor dan jutaan kulkas, TV dan alat alat rumah tangga di produksi per tahun,” tegas Ketut.

Presiden Lippo Group Theo L Sambuaga mengatakan, pembangunan Meikarta diharapkan mampu memberikan dorongan kepada industri properti nasional yang dalam beberapa tahun mengalami perlambatan. “Dengan hadirnya Meikarta, kami yakin akan memberikan stimulus untuk industri properti, untuk bisa kembali berkembang,” jelas Theo.

Lippo Group menyiapkan investasi lebih dari Rp 278 triliun untuk mengembangkan Meikarta. Proyek ini diklaim sebagai proyek dengan investasi terbesar yang pernah dikerjakan oleh dalam kurun waktu selama 67 tahun sejarah berdirinya kelompok ini. Lippo memastikan bahwa Meikarta dikembangkan dengan Infrastruktur dan fasilitas yang dibangun berskala dan bertaraf kualitas dunia.

“Meikarta dikembangkan dengan lima pilar dan pusat-pusat inovasi yang meliputi Innovative Infrastructure & Transportation, High Tech CBD & Research Hub, Business & Commercial Hub, Green Sustainable Living, Center for the Arts, Culture & Education,” kata Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Danang Kemayan Jati.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*