Sunday , 18 November 2018
Breaking News
Home / Breaking News / Luncurkan Portal Khusus, Bank BTN Buka Peluang Investasi Melalui Lelang

Luncurkan Portal Khusus, Bank BTN Buka Peluang Investasi Melalui Lelang

Direktur Collection & Asset Management, Nixon LP Napitulu

BERITA PROPERTI – Jika rumah baru harganya sudah tak terjangkau, rumah seken atau bekas bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memiliki hunian. Sayangnya, informasi mengenai rumah bekas yang murah sangat terbatas. Terlebih lagi jika informasi mengenai rumah-rumah seken itu, dijual melalui sistem lelang yang kesannya tertutup dan kurang informatif.

Bank BTN melihat hal ini sebagai peluang untuk memasarkan properti, khususnya rumah-rumah bekas yang mangkrak. Untuk memudahkan program ini, Bank BTN telah meluncurkan portal www.rumahmurahbtn.com, pada tanggal 9 Februari 2018 yang bertepatan dengan HUT ke-68 Bank BTN.

Hingga saat ini, portal web dan aplikasi daring rumahmurahbtn sudah menampung rumah siap jual/lelang lebih dari 5.200 unit. Aset properti baik berupa rumah tinggal baik subsidi maupun non subsidi, tempat usaha maupun kavling tanah tersebut tersebar di seluruh nusantara dan diawasi setidaknya 64 cabang Bank BTN.

Sejak diluncurkan sampai sekarang aset yang terjual rata-rata dengan rentang harga Rp 300 – 900 juta dengan lokasi tersebar seperti : Serpong, Bekasi, Tangerang, Purwakarta, Semarang, Manado, Makassar, Kendari, Jambi, Pontianak, Balikapapan, Medan. Lewat ini, tidak hanya investor,  pembeli  yang berminat menggunakan rumah tersebut bisa juga mengikuti lelang untuk meraih rumah impian mereka.

Direktur Collection & Asset Management, Nixon LP Napitulu mengatakan, sumber informasi dari situs maupun aplikasi ini sangat memudahkan para investor rumah bekas. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan kecenderungan orang untuk membeli barang via online membuat cara konvensional mulai ditinggalkan.

“Ini adalah salah satu pilihan membeli rumah murah, dengan kondisi yang sudah free dan clear. Kami ingin memberikan edukasi bahwa konotasi rumah lelang itu bermasalah adalah tidak benar. Melalui sistem ini, kami ingin memperkuat penjualan rumah melalui lelang dengan harga yang jauh dibawah harga pasar,” ujar Nixon kepada sejumlah media, di Jakarta, Selasa (17/4).

Nixon optimis sistem yang baru pertama kali dilakukan oleh perbankan ini, dapat menjadi solusi bagi mereka yang sedang mencari hunian untuk ditempati, maupun investor yang tertarik berbisnis jual beli rumah seken. Ia menargetkan tiap tahunnya akan menampilkan 10 ribu unit rumah-rumah bekas di portal ini, dari total 45 ribu unit rumah yang tergolong mangkrak tersebut.

“Nilai outstanding yang bisa dipulihkan dari aset properti tersebut mencapai Rp 1,4 triliun. Sejak diluncurkan total penjualan hingga pertengahan April ini mencapai 106 unit dengan nilai total Rp 30,7 miliar.  Kami juga akan menggandeng para agen Properti dan mengedukasi mereka mengenai proses lelang. Kami juga menyiapkan KPR khusus untuk rumah lelang ini,” tegas Nixon.

Dikatakan Nixon, selain memberikan peluang bagi masyarakat mendapatkan rumah murah, melalui sistem ini juga merupakan peluang untuk berinvestasi. Mereka yang sudah sukses menjalankan bisnis jual beli rumah melalui lelang ini adalah Rini Indriyanti dan Andreas N. Widjaja. Kedua pengusaha ini, akan sangat terbantu dengan adanya portal rumahmurahbtn, karena selama ini hanya mengandalkan informasi seadanya.

“Saya pernah membeli rumah bekas dan saya jual lagi dan berhasil meraup untung sebesar harga 1 rumah baru,” kata Rini.  Rumah bekas yang dilelang memang dibanderol dengan harga miring dan kalau beruntung bisa mendapatkannya tanpa persaingan ketat saat dilelang.  Tak jarang, tanpa proses renovasi, Rumah bekas tersebut laris dijual kembali. Rumah tersebut diminati karena lokasi dan fasilitas umum atau sosial yang tersedia.

Sementara Andreas, juga mengandalkan rumah bekas untuk dipermak dan dijual kembali. “Membangun rumah dari nol jauh lebih mahal dan berbelit karena proses perizinan yang panjang dan lama, berbeda dengan rumah bekas yang sebagian izin sudah ada,” kata Andreas.  Dengan demikian, sambungnya, Return of Investment (ROI) jauh lebih cepat dibandingkan dia harus membangun dari nol, toh harga rumah bekasnya cukup kompetitif dibandingkan rumah baru dengan DP rendah dan tawaran skema KPR subsidi maupun non subsidi cukup diminati pembeli.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*