Friday , 20 September 2019
Home / Indeks Berita / Maklumat The HUD Institute : Rumah Adalah Hak Dasar Semua Warga

Maklumat The HUD Institute : Rumah Adalah Hak Dasar Semua Warga

Buka puasa bersama The HUD Institute

BERITA PROPERTI – Tak ada orang yang tak berkehendak atas tempat, hunian dan mengambil spasial  ruang bagi dirinya dan kehidupannya. Sebab itu pemenuhan hak atas hunian  sebagai wujud dari hak bertempat tinggal bagi seluruh rakyat (for all) sebagai hak dasar, hak asasi manusia, dan hak konstitusi yang bukan hak  dan hal yang dianggap muskil sebab watak konstitusi adalah cita-cita  realisitis-idealis yang diolah dari pikiran-pikiran puncak dan utama  pendiri bangsa.

Demikian salah satu poin Maklumat Sewindu The HUD Institute, Menuju Terwujudnya Sistem Nasional Perumahan dan Pembangunan Perkotaan, yang disampaikan saat acara buka bersama, Selasa (21/5) di Restoran Pulau Dua Senayan, Jakarta. Sejumlah pejabat dan mantan pejabat hadir di acara ini seperti Wantimpres Suharso Monoarfa yang juga mantan Menteri Perumahan Rakyat. Tampak juga hadir Theo L. Sambuaga dan Yusuf Asy’ari. Keduanya juga mantan menteri di era pemerintahan sebelumnya.

Ketua The HUD Institute Zulfi Syarif Koto mengatakan, maklumat yang disampaikan ini beranjak dari rujukan utama, sahih dan otentik dalam berbangsa  dan bernegara yakni Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun UUD 1945 (“UUD 1945”) yang secara sadar dan jelas memberi makna pernyataan kemerdekaan rakyat Indonesia dari asing dalam segala manifestasinya untuk mewajudkan kehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

“Pernyataan kemerdekaan itu tidak berhenti namun dilanjutkan dengan tekat sungguh-sungguh membentuk dan menjadi  Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh  tumpah darah Indonesia untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan  kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan  kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” ujar Zulfi.

Maklumat ini, kata Zulfi, mengingatkan betapa pentingnya arah kebijakan makro-strategis yang musti menjadi perhatian dalam merancang masa depan kemajuan bangsa bidang perumahan dan pembangunan perkotaan setidaknya dalam tahap 20 tahun berikut sebagai rencana pembangunan jangka panjang nasional, maupun rencana pembangunan jangka panjang nasional.

“Tantangan yang besar di tengah zaman yang berubah dengan amat cepat (hyper change),  urbanisasi, perubahan iklim, resiko alam dan darurat kebencanaan, berkompetisi  dengan pembangunan kota-kota yang berskala supermetropolitan pada era  revolusi industri 4,0 maka patut merefleksi dan mengingatkan pembangunan  perumahan rakyat,” ujar Zulfi yang juga sempat menjabat Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera.

Sementara itu, Direktur Rumah Umum dan Komersial Kementerian PUPR, Yusuf Hari Agung.yang mewakili Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR mengatakan, pemerintah akan terus membuat kebijakan-kebijakan yang positif dalam meningkatkan kinerja sektor perumahan, khususnya pembanguan program sejuta rumah.

“Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan bantuan dan peran serta stakeholder seperti The HUD Institute dan pengembang sebagai pelaku pembangunan perumahan. Kita berharap dengan kerjasama ini, dapat mewujudkan target pembangunan program sejuta rumah tahun ini,” ujar Yusuf Hari Agung.

Check Also

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Sah, Anggaran PUPR Di 2020 Sebesar Rp 120,21 T, Khusus Perumahan Rp 8,48 T

EKONOMI – Alokasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam RAPBN TA 2020 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 163

Pesan Sekarang!
close-link