Saturday , 19 August 2017
Home » Eksekutif » Masa Lalu Membentuk Karakternya

Masa Lalu Membentuk Karakternya

Suwandi Tio, Direktur Utama MAS Group

Suwandi Tio, Direktur Utama MAS Group

EKSEKUTIF-Terlahir dari keluarga sederhana yang penuh dengan warna. Pengalaman menguatkan dirinya untuk terus membangun rumah murah bagi masyarakat kelas bawah.

Untuk kedua kalinya dalam waktu seminggu kami menyambangi kantor MAS Group yang berlokasi di pusat kota Tangerang, Banten. Di ruang kerja yang berukuran lapang, Suwandi Tio Direktur Utama MAS Group si pemilik ruangan sedang asik berkomunikasi  melalui gagang telpon sambil mempersilakan kami masuk. Dari obrolan yang kami dengar, Suami dari Reginna Simon ini tampaknya sedang berdiskusi dengan staf teknik yang ada di lapangan (proyek).

Selepas menutup gagang telpon, Andi biasa dirinya disapa menebar senyum kepada kami sambil berkata, kordinasi dengan orang lapangan. Sebagai salah satu nahkoda di MAS Group, Suwandi sadar dirinya harus berperan lebih besar. Andi mengaku dalam seminggu bisa datang ke lokasi proyek 2 hingga 3 kali sekedar melihat progres pembangunan. “Ini kebiasan sejak dulu, mungkin karena saya terlahir dari orang lapangan,” jelas Suwandi tersenyum.

Masa kecil hingga remaja dihabiskan di Kota Medan, Sumatera Utara. Lelaki kelahiran tahun 1985 ini mengaku masa kecilnya tak seperti anak-anak lainnya, keseharian penuh dengan warna. Andi, biasanya dirinya disapa berkisah, saat di Sekolah Dasar dirinya sudah terbiasa mandiri dan bekerja sekedar untuk menambah uang jajan. Dirinya pernah berjualan di toko milik tetangganya sepulang dari sekolah.

Dan yang paling terekam dengan jelas hingga kini adalah saat dirinya aktif membantu sang ayah yang bekerja sebagai kontraktor, membangun dan merenovasi rumah.  “Sejak kecil saya sering ikut orang tua (ayah) dan tentunya juga membantu beberapa pekerjaannya. Biasanya untuk ke lokasi rumah yang sedang dikerjakan kita naik motor dan kadang naik mobil pick up tua,” jelas Andi tersenyum mengenang masa kecilnya.

Baginya, pengalaman tersebut adalah ruang pelajaran kehidupan yang bermanfaat. Andi seperti diperlihatkan potret kehidupan oleh sang ayah, kerja keras adalah kunci keberhasilan. Andi mengaku peran orang tualah yang membentuknya seperti sekarang ini.

Dengan gaya hidup sederhana, orang tuanya ternyata memiliki visi hidup yang modern. Sang ayah dengan sekuat tenaga menyekolahkan anak-anaknya hingga bangku kuliah. Sadar bukan siapa-siapa, Andi pun sekuat tenaga menyelesaikan kuliahnya di Negeri Jiran (Monash University Malaysia ) dengan sambil bekerja.

Belajar sambil bekerja ini dilakoninya sejak semester 2 dan tentunya perlu komitmen kuat menjalanan keduanya untuk sekedar bertahan hidup di negeri orang. Dirinya mengaku semua yang pernah dilakoninya dengan segala keterbatasan membuatnya lebih kuat dan percaya diri dalam mengarungi kehidupan.

Tak heran di usianya yang relatif masih muda dirinya masuk dalam jajaran dewan direksi MAS Group. Selain rumah kelas menengah, MAS Group telah banyak meretas rumah untuk masyarakat kelas bawah yang banyak bertebaran di kawasan Tangerang, Banten dan sekitarnya. Selain perjalanan hidup yang penuh warna dan kesamaan visi dengan MAS Group membuat karakter dan komitmen dirinya dalam berbisnis semakin kuat.

Menurut Andi, membangun rumah murah untuk masyarakat kelas bawah tak  bisa ditinggalkan oleh para pendiri MAS Goup. “Dan secara pribadi saya happy dengan bisnis properti yang mengambil segmen masyarakat kelas bawah. Ada kepuasan tersendiri ketika konsumen yang yang rata-rata berpenghasilan rendah akhirnya bisa memiliki tempat tinggal,” jelas Andi sambil tersenyum.

Seperti pada akhir April lalu, proyek perumahan MAS Group yakni Grand Sutera Rajeg yang berada di kawasan Rajeg, Pasar Kemis (Kabupaten Tangerang) dijadikan salah satu tempat groundbreaking program pemerintah “Pembangunan 1 Juta Rumah”. Ini sebuah penghargaan yang tak terhingga yang secara tak langsung dirinya dan perusahaan didaulat untuk terus lebih banyak mengembangkan perumahan subsidi yang ditujukan untuk masyarakat bawah.

Bersama dengan MAS Group, Andi mengaku akan terus konsen membangun rumah murah karena kebutuhannya memang besar. Selain itu dirinya tak menampik untuk membangun properti kelas atas, dimana keuntungannya bisa mensubsidi modal pembangunan perumahan kelas bawah. “Kebanggan menjadi developer adalah bisa merumahkan masyarakat di proyeknya. Dan sejalan dengan visi perusahaan, MAS Group akan terus memberikan kehidupan yang lebih baik dan berkualitas untuk seluruh masyarakat tak terkecuali kelas menengah bawah,” tegas Andi.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*