Masih Besar Potensi Bisnis Waralaba Di Indonesia | Property & Bank
Saturday , 16 December 2017
Home / Indeks Berita / Masih Besar Potensi Bisnis Waralaba Di Indonesia

Masih Besar Potensi Bisnis Waralaba Di Indonesia

Suasana IFRA 2016

Suasana IFRA 2016

UMUM-Para pelaku waralaba Indonesia diharapkan mampu mengembangkan bisnis mereka tidak hanya di Indonesia tetapi juga ke mancanegara. Ini menjadi salah satu poin dari penyelenggaraan International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2016. Waralaba Indonesia memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih jauh lagi.

Saat ini, waralaba masih didominasi oleh sektor makanan dan minuman yang mencapai 60 persen dari seluruh waralaba yang ada. Di luar itu, masih banyak bidang lain yang bisa digarap oleh pelaku waralaba. Dari sekitar 700 warala yang ada di Indonesia, baru 55 waralaba yang merupakan merek lokal. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi para pelaku dan pemerintah untuk terus mendorong pertumbuhan waralaba lokal.

Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar, berharap penyelenggaraan IFRA bisa memicu masyarakat untuk lebih berani menjadi pengusaha melalui sistem waralaba. Sektor waralaba memberikan kontribusi yang cukup besar bagi ekonomi Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Srie Agustina, mengatakan sampai Mei 2016 pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 4,9 persen. Dari angka tersebut, 4,4 persen disumbangkan oleh sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk waralaba, atau sekitar Rp303,4 triliun. Hal ini mencerminkan besarnya perputaran uang yang beredar di sektor waralaba. Namun Srie menyatakan pertumbuhan sektor waralaba di Indonesia belum seperti yang diharapkan.

Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku waralaba untuk mengembangkan bisnis mereka adalah dengan memanfaatkan teknologi digital. Saat membuka IFRA 2016, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Srie Agustina, mendorong pebisnis waralaba Indonesia untuk mulai melirik teknologi digital atau online dalam mengembangkan usaha mereka. “Sekarang adalah era digital. Jadi ke depan kita harus sinergikan perkembangan ekonomi dengan fenomena digital ini,” ujarnya.

Di dalam berbagai kesempatan, Anang Sukandar menyatakan bahwa waralaba di Indonesia masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih baik lagi. Menurutnya masih banyak bidang waralaba yang belum tersentuh para pelaku waralaba Indonesia. Pameran IFRA 2016 menjadi medium bagi para pelaku waralaba untuk mulai menjajaki peluang di berbagai daerah lain di Indonesia. 

IFRA 2016 yang baru saja berakhir berhasil menarik pengunjung sebanyak 14.953 orang dengan nilai transaksi selama pameran berlangsung mencapai Rp 485 miliar. Antusiasme pengunjung untuk melihat peluang bisnis sudah terlihat sejak hari pertama pameran. Kehadiran 320 merek dari 180 perusahaan menyediakan banyak pilihan bagi pengunjung untuk memilih jenis waralaba yang sesuai minat dan tingkat permodalan yang mereka miliki. Perhelatan IFRA 2016 diharapkan bisa meningkatkan pelaku waralaba Indonesia, tidak hanya di kota besar tetapi juga di kota-kota lain di Indonesia.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*