Wednesday , 21 November 2018
Breaking News
Home / Nasional / Ekonomi / MEA, Lampu Hijau Kepemilikan Asing?

MEA, Lampu Hijau Kepemilikan Asing?

MEA Bisa Jadi Momen Yang Tepat Aturan Kepemilikan Properti Asing

MEA Bisa Jadi Momen Yang Tepat Aturan Kepemilikan Properti Asing

PROPERTI-Negara-negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia tentunya, saat ini tengah menghitung hari hingga diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), tepatnya Desember 2015. MEA akan membuat negara-negara di Asia Tenggara memiliki kebebasan satu sama lain.

Sejatinya, MEA akan membuka peluang pasar berisi lebih dari 600 juta orang dan potensi untuk menciptakan lebih dari 14 juta pekerjaan baru dalam sepuluh tahun ke depan. Setiap sektor mulai mempersiapkan dirinya untuk bersaing dengan negara tetangga, termasuk sektor properti.

Di Indonesia, saat ini masih menjadi kontroversi seputar kepemilikan properti oleh asing. Managing Director Lamudi Indonesia, Steven Ghoos, mengatakan kontroversi mengenai kepemilikan asing akan terus berlanjut, karena masih ada backlog dalam jumlah besar dari untuk permintaan perumahan domestik.

“Hukum Indonesia menyatakan bahwa hanya warga negaranya yang dapat memiliki tanah di Indonesia. Orang asing hanya dapat menggunakan hak pakai, yang hanya berlaku selama beberapa periode waktu tertentu dan harus diperbaharui setelah masa berlakunya habis,” jelas Steven Ghoos. Jika pemerintah bisa menciptakan aturan tepat yang menguntungkan masyarakat, hal ini bisa membuka banyak potensial, tegasnya

Konsultan properti menyatakan, pasar real estate di Indonesia dikategorikan sebagai semi-transparan pada 2014, meningkat dari transparansi rendah sepuluh tahun lalu. Pemerintahan yang sekarang juga bekerja untuk menciptakan proses yang lebih mudah untuk berinvestasi di Indonesia, seperti yang bisa dilihat dari “one stop service”  yang telah dicanangkan BKPM awal tahun ini.

Pemerintah juga telah memberikan sinyal positif terhadap aturan ini. Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, telah mengisyaratkan adanya kemungkinan perubahan aturan tersebut, meski beliau menekankan bahwa hanya Apartemen yang bisa menjadi sasaran peraturan tersebut. Real Estate Indonesia (REI) pun menyatakan bahwa dengan pengukuran yang tepat, kepemilikan properti asing bisa membawa banyak wajib pajak baru dan meningkatkan penghasilan negara.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*