Saturday , 17 November 2018
Breaking News
Home / Breaking News / Menakar Peluang Bisnis Properti Berbasis Syariah

Menakar Peluang Bisnis Properti Berbasis Syariah

Deputi Komisioner Bidang Perbankan, Otoritas Jasa Keuangan Achmad Bukhari didepan peserta seminar properti syariah

Deputi Komisioner Bidang Perbankan, Otoritas Jasa Keuangan Achmad Bukhari didepan peserta seminar properti syariah

BERITA PROPERTI-Ekonomi berbasis syariah memiliki prospek sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia. Disamping sebagai negara terbesar muslim di dunia, pertumbuhan bisnis syariah telah menunjukkan peningkatan yang sangat pesat.  Terlebih lagi, perekonomian Indonesia mengalami tantangan yang cukup berat di masa mendatang. Sistem syariah diharapkan ikut serta dalam meningkatkan perekonomian.

Konsep ekonomi berbasis syariah pun merambah ke bisnis properti, khususnya di Indonesia. Dalam beberapa tahun belakangan, bisnis properti syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan. Data menunjukkan bahwa porsi pembelian properti melalui sistem syariah telah meningkat sebesar 11,23%, pertanda peluang bisnis untuk properti syariah masih terbuka lebar.

Deputi Komisioner Bidang Perbankan, Otoritas Jasa Keuangan Achmad Bukhari mengatakan, visi ekonomi syariah berpotensi besar dalam mendukung perekonomian Indonesia, termasuk didalamnya industri properti. “Bisnis properti syariah mulai mendapat perhatian publik dari berbagai sisi,” ujarnya pada seminar Prospek Bisnis Properti Syariah, Mencari Platform Bisnis Properti Syariah dan Solusi Pembiayaan yang digelar Majalah Property&Bank dan Hasanah Global, Jakarta, Rabu, 30 Maret.

Dijelaskan Achmad Bukhari, selain untuk membuka akses kepada masyarakat ekonomi rendah, ekonomi syariah juga dapat berkontribusi dalam pembiayaan jangka panjang. Ekonomi syariah tidak hanya mengenalkan konsep, halal untuk masyarakat, namun juga menawarkan inovasi produk yang dapat menunjang perekonomian.

“Hanya saja, dalam pengaplikasiannya, produk inovasi yang ditawarkan ekonomi syariah perlu untuk diedukasikan lagi kepada masyarakat. Penjelasan mengenai produk harus sesuai antara seluruh perbankan syariah kepada nasabahnya. Apalagi dengan produk dan akadnya yang cukup beragam,” tegas Achmad Bukhari.

Ekonomi berbasis syariah juga sudah banyak diaplikasikan oleh perbankan. Tak sedikit lembaga perbankan membuat divisi khusus bahkan memisahkan menjadi sebuah perusahaan bank tersendiri yang fokus pada perbankan syariah dengan menyediakan berbagai fasilitas perbankan dalam produk syariah. “Kami serius untuk ikut menggarap potensi ekonomi syariah di Indonesia, dan kami akan terus berusaha untuk terus menjalankan konsep syariah tersebut sesuai dengan kaidah,” jelas Direktur Bisnis BNI Syariah Kukuh Rahardjo pada kesempatan yang sama.

Selain menampilkan 2 pembicara diatas, seminar sehari ini juga menghadirkan sejumlah pembicara lainnya seperti Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman, Dewan Syariah Nasional MUI Adiwarman Karim, President Syarea Real Estate Alliance Samsul Arifin, dan pakar Ekonomi Syariah Erwandi Tarmizi.

Sementara pembicara yang merupakan pelaku bisnis properti syariah yang sudah eksis dan berhasil menjalankannya antara lain Komisaris PT. Sofyan Hotel Tbk. Riyanto Sofyan, CEO Bumi Darusalam Group Yon Haryono, dan CEO Maton House M Makbul.

Share artikel ini dengan teman

One comment

  1. yossi suryosumirat

    Barakallah

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*