ofis taşıma evden eve nakliyat evden eve nakliyat ofis taşıma evden eve nakliyat evden eve nakliyat sarıyer evden eve nakliyat evden eve nakliyat evden eve nakliyat kartal escort pendik escort tuzla escort izmit escort kurtkoy escort atasehir escort istanbul escort sex hikaye fuck google sex hikayeleri kurtkoy escort kurtkoy escort kurtkoy escort istanbul travesti kurtköy escort kurtköy escort kurtköy escort maltepe escort ataşehir escort Bahis Poker oyna kadıköy escort Böcek İlaçlama Ataköy Escort beylikdüzü escort ankara escort ankara escort ankara escort ankara escort bursa sınırsız escortlar beylikdüzü escort avcılar escort Ataköy escort beylikdüzü escort beylikdüzü escort istanbul travesti izmir travesti gebze escort ataköy escort ankara escort ankara escort şişli escort ankara escort bayan ankara escort antep escort astropay adana seo astropay card astropay kart astropay kart al astropay card al ucuz astropay ucuz astropay satın al canlı bahis kaçak bahis siteleri Menangkap Peluang Dengan Meminimalis Kendala | Property & Bank
Monday , 25 September 2017
Home » Indeks Berita » Menangkap Peluang Dengan Meminimalis Kendala

Menangkap Peluang Dengan Meminimalis Kendala

Agen properti terus bermunculan

Agen properti terus bermunculan

BERITA PROPERTI-Bisnis broker tak hanya berkembang di kota besar. Kendala tiap daerah berbeda namun tujuannya sama agar bisnis ini berkembang secara profesional.

Memasuki awal tahun 2017 berbagai pelaku bisnis properti berharap keadaan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Kondisi pasar yang sempat tertahan karena kondisi makro ekonomi yang kurang bersahabat menjadikan bisnis properti sedikit terkendala lajunya. Banyak pelaku bisnis memngatakan, tahun lalu merupakan tahun penuh tantangan, penuh survive.

Menariknya, pasokan tetap ada dan nama-nama baru pun bermunculan. Dan saat ini perkembangan properti di Tanah Air tak hanya di seputaran Jabodetabek saja, kota besar lain pun bergerak. Salah satu cara melihat perkembangan ini dengan melihat bergeraknya bisnis broker di kota-kota tersebut. Tumbuh subur berarti kehadiran kantor broker tersebut memang untuk menopang bisnis properti, sebagai jasa perantara jual-beli.

Ya, kantor bisnis perantara jual-beli properti dalam 5 tahun belakangan ini memang marak. Mulai dari brand besar dengan bendera franchise hingga bendera lokal bersaing berbisnis berkompetisi mencari peruntungan. Kantor broker pun tumbuh diberbagai kota. Tak hanya di kota besar seperti di Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Medan, Makasar dan lainnya. Tapi juga di kota kecil yang perekonomiannya menggeliat.

Tentunya setiap kota ada karakter yang berbeda, lain padang lain ilalang. Namun berbagai kendala tersebut merupakan tantangan yang harus diselesaikan agar bisnis tetap berjalan. Saat ini, satu-satunya organisasi yang menaungi broker di Indonesia adalah AREBI (asosiasi real estate broker Indonesia). Organisasi ini terbilang solid, karena visinya sama menjadikan profesi broker diakui oleh pemerintah. Bukan seperti puluhan tahun lalu orang mengenalnya sebagai calo.

Seperti Jawa Timur, Cecilia Erni Ketua DPD AREBI Jatim mengatakan, tahun ini di Jawa Timur bisnis broker berkembang dengan terus bertambahnya kantor broker baru. “Kebanyakan yang baru tersebut adalah kantor broker tradisional. Ini ada dampak positif dan negatif, pertama bisnis bertumbuh namun perlu juga dibarengi oleh profesionalisme dari pelakunya. Kita akan terus sosialisasikan soal sertifikasi profesi broker ini karena memang sudah ada aturannya,” jelas Cecilia.

Sementara di Pulau Dewata, masalah yang masih dihadapi adalah persaingan dengan broker asing. Putu Subada Kusuma, Ketua DPD AREBI Bali menjelaskan, mereka secara ilegal memasarkan produk-produk properti yang mereka bawa dari negaranya dan mereka datang dengan visa turis. “Kita terus memantau mereka dan melaporkan pada pihak yang berwenang terkait masalah ini sehingga tidak merugikan pihak-pihak lain yang bisa merusak nama broker di bali,” imbuh Putu.

Sedangkan di Ibu Kota, saat ini pengurus DPD AREBI Jakarta gencar memberikan pelatihan terkait profesi broker properti. Kegiatan ini bertujuan agar profesi ini tidak dipandang sebelah mata karena kemampuan brokernya kurang. Selain itu Clement Francis, Wakil Ketua DPD AREBI Jakarta mengatakan, agar kemampuan lebih berkembang, pihaknya terus memberikan dukungan kepada anggota dengan berbagai kegiatan pelatihan.

“Selain itu kita juga menjalin kerjasama dengan developer agar bisa bekerjasama dalam memasarkan proyek yang sedang dikembangkan. Saya meyakini memasuki semester II properti akan kian membaik dan kita harus bisa menagkap peluang tersebut,” tegas Clement.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*