Tuesday , 20 November 2018
Breaking News
Home / Dekorasi / Menperin : Industri Furnitur Nasional Meningkat Tajam

Menperin : Industri Furnitur Nasional Meningkat Tajam

Menteri Perindustrian RI Saleh Husin (kanan) didampingi Ketua Umum ASMINDO M Taufik Gani (kedua dari kanan), Presiden Direktur Traya Indonesia Ernst K Remboen (tengah), dan Ketua Penyelenggara Pameran IFFINA Furniture Indonesia & Mozaik Indonesia 2016 Andre Sundriyo saat pembukaan IFFINA Furniture Indonesia dan Mozaik Indonesia 2016

Menteri Perindustrian RI Saleh Husin (kanan) didampingi Ketua Umum ASMINDO M Taufik Gani (kedua dari kanan), Presiden Direktur Traya Indonesia Ernst K Remboen (tengah), dan Ketua Penyelenggara Pameran IFFINA Furniture Indonesia & Mozaik Indonesia 2016 Andre Sundriyo saat pembukaan IFFINA Furniture Indonesia dan Mozaik Indonesia 2016

DEKORASI-Menteri Perindustrian Republik Indonesia Saleh Husin mengatakan, industri furnitur Nasional mengalami peningkatan yang signifikan setelah pemerintah menerapkan kebijakan untuk melarang atau membatasi ekspor sumber daya alam. Nilai ekspor kayu dan rotan pada tahun 2012 mencapai US$ 1,4 miliar dan terus meningkat hingga US$ 2,2 miliar pada tahun 2014 dan diprediksi mencapai US$ 5 miliar dalam kurun waktu lima tahun mendatang.

Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian saat meresmikan pembukaan Pameran Furniture Indonesia dan Mozaik Indonesia 2016, Kamis, (10/3). Event yang diselenggarakan oleh Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) dan PT Traya Eksibisi Internasional (Traya Indonesia) ini, digelar di Jakarta Convention Center (JCC), hingga 13 Maret 2016.

 “Kementerian Perindustrian secara berkelanjutan mendorong kemajuan dan mempopulerkan industri furnitur dengan mengikuti pameran bertaraf internasional. Salah satu pameran tingkat internasional yang diikuti oleh Kementerian Perindustrian adalah IFFINA Furniture Indonesia 2016. Pameran ini selain untuk memperkenalkan produk-produk furnitur Indonesia di pasar internasional juga diharapkan untuk mempercepat pencapaian target ekspor sehingga industri furniture dapat memberikan kontribusi yang lebih pada perolehan devisa negara maupun penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.

Pameran Furniture Indonesia 2016 yang diikuti oleh 300 exhibitor domestik dan asing ini akan menampilkan keunikan beragam furnitur bermaterial rotan dan kayu dari Indonesia, serta berkolaborasi dengan Pameran Mozaik Indonesia, yaitu sebuah pameran bagi perdagangan Business to Business (B2B) yang akan memamerkan produk-produk terbaru dari produsen maupun manufaktur dan menyediakan inspirasi ide bagi para buyers sesuai dengan keunikan bisnis mereka masing-masing.

“Industri furnitur dan kerajinan memiliki potensi yang tinggi dan dapat menjadi andalan di masa depan. Data BPS menunjukkan nilai ekspor industri furnitur dan kerajinan pada tahun 2015 mencapai US$2,6 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa potensi industri furnitur masih sangat besar dan mungkin untuk berkembang lebih lagi,” jelas Ketua Umum ASMINDO Taufik Gani.

Oleh karena itu, lanjut Taufik, di tahun penyelenggaraannya yang ke 9, pihaknya menghadirkan wajah baru IFFINA, yaitu Pameran Furniture Indonesia yang mengusung konsep Unleashing High Quality Furniture Indonesia for International Market sebagai sarana untuk menunjukkan potensi Indonesia di dunia Internasional.

“IFFINA Furniture Indonesia dan Mozaik Indonesia tahun ini menyasar 3.500 buyer dan hingga minggu yang lalu sudah terdaftar 1978 buyer dari 87 negara. Kami menargetkan transaksi sebesar US$ 700 juta. Selain melihat produk dan desain produk, pengunjung juga dapat mengikuti seminar dan workshop terkait dengan desain dan produk furnitur yang terbuka untuk umum setiap harinya,” tambah Taufik.

Share artikel ini dengan teman

One comment

  1. semoga bisnis furniter selalu mengalami kenaikan

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*