Friday , 18 August 2017
Home » Breaking News » Menteri PUPR : Beban Kota Metropolitan Harus Dikurangi

Menteri PUPR : Beban Kota Metropolitan Harus Dikurangi

The Sixth Asia-Pacific Urban Forum (APUF 6) di Ballroom Fairmont Hotel, Jakarta, Senin (19/10)

The Sixth Asia-Pacific Urban Forum (APUF 6) di Ballroom Fairmont Hotel, Jakarta, Senin (19/10)

PROPERTI-Di kawasan Asia Pasifik, Indonesia memegang peranan penting dan merupakan salah satu contoh bagi negara lain dalam hal menyelesaikan permasalahan perpindahan penduduk. Terlebih, terus meningkatnya angka populasi, ditambah dengan perubahan iklim membuat kondisi kawasan Asia Pasifik menjadi sangat rentan. Untuk itu, pemerintah harus mulai menerapkan tata kelola yang baik agar bisa melanjutkan isu-isu pembangunan bersama semua pemangku kepentingan.

Hal ini menjadi topik utama dalam Agenda Baru Perkotaan (New Urban Agenda) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), di Jakarta, pada 19-21 Oktober 2015. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mewujudkan kota yang layak huni dan berkelanjutan secara inklusif. Terlebih, masalah perkotaan telah menjadi agenda seluruh pemangku kepentingan di dunia.

Secretary General of the United Nations and Executive Secretary of The United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP), Shamshad Akhtar, mengatakan, dimasa depan akan lebih banyak orang yang bertempat tinggal di kota ketimbang di daerah pedesaan. Hal ini juga diprediksi melalui penambahan populasi penduduk didunia hingga 1 miliar hingga tahun 2020.

Menurutnya, dari penambahan populasi tersebut setengahnya akan berada didalam wilayah kota. Dalam kurun waktu tiga puluh lima tahun, proporsi tersebut telah meningkat dua pertiga setiap tahunnya. “Kawasan Asia Pasifik memegang peranan penting dalam masa transisi untuk masa depan perkotaan,” kata Shamsad dalam The Launch of The State of Asian and Pacific Report 2015, di Ballroom Fairmont Hotel, Jakarta, Senin (19/10) bersamaan dengan dibukanya penyelenggaraan The Sixth Asia-Pacific Urban Forum (APUF 6).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam kesempatan yang sama mengatakan, prioritas utama bangsa ini adalah bagaimana membangun secondary city, yaitu mengurangi beban metropolitan dengan membangun dari pinggiran. Dikatakannya, ada 4 hal yang menjadi permasalahan metropolitan yang harus diselesaikan dalam rangka menuju kota yang nyaman yaitu transportasi massal, sanitasi, air bersih dan perumahan

“Jadi New Urban Agenda itu akan dibawa di Habitat III di Quito (Ekuador), sub temanya dari masing-masing region, Asia-Pasifik ini diantaranya membawa isu urbanisasi, bagaimana mengelola urbanisasi yang terus menerus, sekarang 53 persen penduduk ada  di kota, transportasi publik, sanitasi, air bersih dan perumahan itu harus kita sediakan, makanya kita membangun secondary city yang ada di kota-kota pinggiran,” ujar Basuki.

Basuki menjelaskan, APUF 6 merupakan pertemuan awal para pemangku kepentingan menjelang penyelenggaraan Habitat III yang akan dilaksanakan tahun depan di Quito, Ekuador. Basuki menjelaskan pemerintah akan membangun kota-kota di pinggiran di sekitar kawasan metropolitan di Indonesia, diantaranya di Medan, Palembang, Padang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassar.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*