Monday , 19 November 2018
Breaking News
Home / Apa Kabar / Menyoal Pelayanan Fasilitas Publik

Menyoal Pelayanan Fasilitas Publik

Property&Bank edisi 146, 2018

APA KABAR – Pembaca yang budiman, Semoga pertolongan Allah SWT senantiasa mengiringi Anda menapaki tahun 2018 ini dalam kebahagian dan kesuksesan. Aamiin.

Pembaca, peristiwa mengejutkan menyangkut fasilitas publik kembali terjadi 16 Januari 2018 lalu, robohnya selasar gedung BEI, di gedung yang menjadi simbol transaksi saham terbesar negeri ini. Disini aktifitas berdenyut selama 24 jam sepanjang hari.  Penyebabnya, terjadi konsentrasi beban yang melebihi perhitungan kekuatan.

Akibatnya sambungan kolom selasar lepas dari kolom induk bangunan disusul oleh putusnya besi penggantung (sling) yang turut lepas akibat tak mampu menahan beban berlebih. Saat itu, puluhan mahasiswi Univesritas Bina Darma asal Palembang berkumpul di atas selasar saat melakukan studi banding ke BEI. Dengan beban momen yang muncul, tumpuan kolom pada gedung tidak kuat menahan disusul putusnya sling.  Dampaknya 77 orang terluka.

Kejadian kecelakaan yang membawa korban pada fasilitas umum seperti di BEI bukanlah yang pertama terjadi di negeri ini. Rusaknya lift, runtuhnya bangunan dan berbagai kecelakaan di ruang public lainnya, membuktikan sangat lemahnya kontrol, pengawasan bahkan perawatan  terhadap sarana publik. Kenyataan, setelah terjadi kecelakaan dan korban, baru rebut dan mencari solusi.

Andai saja pemerintah, pemilik dan pengelola gedung memperhatikan prosedur standar agar sebuah properti laik dipakai dan bisa menjamin keselamatan publik yang menggunakan fasilitas tersebut, terutama fasilitas strategis yang sangat terkait dengan keamanan, bukan hanya kenyamanan. Perawatan gedung yang di buktikan dengan sertifikat laik fungsi, harusnya benar-benar dilakukan dan harus ada bukti hasil perawatan. Bukan hanya formalitas dengan memperpanjang sertipikat, namun sisi control pengawasan gedung,tidak dilakukan sama sekali.

Bukan berita baru jika kita tahu bersama ada yang memperpanjang sertipikat tanpa melakukan cek fisik lokasi lagi. Ini jelas sangat berbahaya. Padahal, banyak hal ternyadi yang jelas jelas membuat penguatan konstruksi berubah. Mulai dari korosi, kelebihan beban, baut yang kendur, atau gempa bumi yang mungkin menggeser konstruksi bangunan. Sayangnya, hal seperti selalu diabaikan, setelah terjadi kegaduhan baru semua heboh dan cari kambing hitam.

Ini baru bicara serifikat yang di urus tapi tanpa melakukan cek fisik. Ada juga pemilik gedung yang sama sekali tidak memperpanjang sertifikat laik fungsi yang menurut aturan wajib diperpanjang 2 bulan sebelum habis masa berlakunya. Prilaku meremehkan seperti harus dibuang. Apalagi menyangkut nyawa siapa saja yang berhubungan dengan fasilitas tersebut.

Pembaca, masih soal fasilitas publik. Selain sisi keamanan, juga sisi kenyamanan perlu diperhatikan. Banyak kita saksikan fasilitas umum seperti toilet yang tidak terawat dan bau. Keran bocor dan saluran tersumbat masih sering kita lihat di berbagai rumah sakit umum bahkan kantor pemerintahan. Bahkan di beberapa pusat belanja dan rumah sakit, menyediakan tempat shalat di sudut tempat parkir mobil atau di sudut dapur di sebelah toilet.

Kita berharap, beberapa kecelakaan di ruang publik yang terjadi dan ketidaknyamannya sejumlah fasilitas publilk yang tersedia saat ini,  bisa menjadi perhatian utama bagi pemerintah, pemilik dan pengelola gedung atau properti lainnya. Jangan hanya sekadar mengejar keuntungan, aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi nomor sekian dan terabaikan.

Pemimpin Redaksi Property&Bank
Ir. H. Indra Utama

Share artikel ini dengan teman

One comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*