Thursday , 24 August 2017
Home » Properti » Apartemen & Perhotelan » Milenial, Segmen Gemuk yang Terlupakan

Milenial, Segmen Gemuk yang Terlupakan

file1-1BERTA PROPERTI – Situs jual beli properti Rumah123 hari ini (22/3) megadakan diskusi terkait besarnya potensi kelas milenial atau kelas menengah Ibu Kota yang penghasilannya di bawah Rp 12 juta/bulan. Dikaitkan dengan Pilkada Jakarta, jumlah kelas milenial yang memiliki rentang usia 23 sampai 37 tahun ini menurut Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung jumlahnya di Jakarta sebanyak 30 persen.

Sementara pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, para pasangan calon sudah bicarakan bagaimana memenuhi kebutuhan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), pekerja informal, dan golongan bawah lainnya. Sementara milenial Jakarta, kebanyakan adalah pekerja dengan penghasilan cukup tapi tak mampu beli properti.

Kelas ini tak masuk dalam kualifikasi MBR, namun juga belum mampu ajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada umumnya. “Sesuai data Rumah123.com per Desember 2016, kaum milenial usia 23-37 tahun, 94 persen memiliki kisaran gaji dibawah 12 juta rupiah, dimana mereka hanya bisa mencicil rumah kurang dari 3,6 juta per bulan,” jelas Ignatius.

Untuk itu Rumah123 sengaja melakukan open challenge ini dan sengaja didengungkan untuk menarik perhatian para calon pemimpin Jakarta terkait isu ini. “Gubernur terpilih sudah seharusnya juga menyiapkan kebijakan yang bisa membantu para pemilih terbesarnya ini untuk bisa memiliki hunian, baik rumah tapak maupun apartemen,” kata Ignatius.

Untung menambahkan, pemilihan konsep open challenge dilakukan dengan pertimbangan jaminan keterbukaan bagi kedua paslon. “Maka dari itu, kami juga membuka semua data yang dibutuhkan terkait masalah ini seperti data penghasilan menurut usia, ketersediaan listing yang sesuai dengan penghasilan, dan data lainnya di www.rumah123.com/solusipropertijakarta,” ujar Untung lagi.

Rasanya wajar jika siapapun yang terpilih sebagai Gubernur DKI nantinya, juga memperhatikan masalah kaum milenial, khususnya terkait hunian. Sayangnya, masalah yang dihadapi tidaklah sesederhana ingin punya hunian belaka. Jadi, adakah pasangan calon yang bisa menyiapkan solusi untuk masalah ini?

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*