Login
Nickname:
Password:
  Registrasi?
M I C E
Rubrik Utama
Profil
Edisi Terbaru

Edisi 53

Edisi Sebelumnya

Edisi 52


Edisi 51


Edisi 51


Edisi 50

Edisi 50

Edisi 49

Edisi 48

Edisi 47

Edisi 47

Edisi 46

Edisi 45

Edisi 44

Indonesia Property Award


Indonesia Property Award

Katagori & Pemenang IPA 2005


Katagori & Pemenang IPA 2006


Katagori & Pemenang IPA 2008

Sponsor

BNI

SG

BTN

Tigaroda

News / UTAMA / Trend Pasar
Gurihnya Fee Pengiriman Uang TKI
By eki
Selasa, 03-April-2007, 11:47:30 2036 clicks Send this story to a friend Printable Version
Sekitar Rp26,1 triliun dana segar mengalir ke Indonesia dari uang TKI di luar negeri setiap tahunnya. Dari negeri jiran Malaysia saja, sedikitnya ada aliran uang masuk sekitar Rp 5 triliun/tahun.
Bank di Malaysia bisa meraup fee sekitar RM1 juta atau kurang lebih Rp 2,5 miliar setiap bulannya. Sayang masih banyak keluhan dari TKI.

Hari-hari belakangan ini, sejumlah pejabat bank papan atas rajin melancong kesejumlah kantong-kantong negara yang memperkerjakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) seperti di Malaysia, Hongkong dan Arab. Jahja Setiatmadja, Deputy President Director BCA saat laporan ini ditulis, bahkan masih berada di Midlle East salah satu kawasan yang banyak mempekerjakan tenaga dari Indonesia.

Saat ini, TKI yang bekerja di luar negeri sedikitnya terdapat di 20 negara antara lain Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Arab Saudi, Qatar, Jordania, Uni Emirat Arab, Italia, Australia, Spanyol, Belanda, Amerika Serikat, dan Kanada. Sedikitnya, ada sekitar 2,7 juta orang pekerja ada di luar negeri, dengan rata-rata penempatan per tahun mencapai 400.000-450.000 orang. Tahun 2006 lalu bahkan meningkat menjadi 1 juta orang per tahun.

Nah, dari jumlah pekerja yang sangat besar inilah bisnis kirim mengirim uang menjadi serius dan dilirik sejumlah bank papan atas. Tidak kurang dari 2,9 miliar dolar Amerika pertahun, para pekerja dari luar negeri ini mengirim (remittance) uang untuk keluarga dan kerabatnya di Indonesia. Jika kurs rupiah per dolar AS dipatok Rp9.000 saja, maka setiap tahun total ada uang segar sebanyak Rp26,1 triliun mengalir ke Indonesia. Sebuah angka yang sangat fantastis jika mengingat nasib TKI di negeri orang yang belum mendapat perhatian penuh dari pemerintah.

Jangan heran bila besarnya uang segar tersebut menjadi rebutan banyak bank, baik di negeri tetangga, maupun bank lokal di dalam negeri sendiri. Sebuah bank di Malaysia yakni AmBank (Arab Malaysian Bank) bahkan sengaja menjalin kerjasama dengan BCA untuk menjaring para TKI di negeri mereka untuk sudi datang ke kantor-kantor AmBank untuk menggunakan jasa bank mereka. Berbagai strategi digunakan untuk menarik minat pekerja tersebut. ”Mulai dari berbagai hadiah dan bonus, sampai pada keringanan fee pengiriman,” kata Laila Binti Mujir, Manager Consumer Sales AmBank.

Selain aktif melakukan sosialiasi sampai ke kantung-kantung tenaga kerja Indonesia di pelosok Malaysia, AmBank memberi hadiah tas untuk setiap pengiriman minimal RM 700. Artinya, semakin besar uang yang dikirim, semakin besar pula fee yang diraup bank. Apalagi jumlah TKI yang bekerja di negeri jiran ini diperkirakan mencapai 1 juta orang.

AmBank sengaja menjalin hubungan dengan BCA untuk menjangkau lokasi pengiriman TKI yang ada dipelosok-pelosok Indonesia. ”TKI yang ada di Malaysia itu berasal dari seluruh Indonesia, ada yang dari Lombok, Madura, Jawa, Sumatera, dan lainnya. Nah, BCA sendiri di Indonesia punya kantor cabang sangat banyak di seluruh Indonesia, ada sekitar 800 kantor cabang sehingga kita melakukan kerjasama dengan BCA,” jelas Laila soal dipilihnya BCA dalam menjangkau lokasi pengiriman di Indonesia.

Selama ini, ungkap Laila, para TKI banyak yang mengirim uangnya ke kampung halaman di Indonesia melalui jasa perusahaan money changer yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keamanannya. ”Beberapa kali ada yang terjadi, uang yang dikirim tidak sampai ke penerima di Indonesia, kalaupun sampai seringkali terlambat,” kata Laila.

Melalui jasa bank, tambah Laila, uang TKI tersebut akan lebih cepat sampai dan lebih penting lagi uang tersebut aman sampai ke si penerima. Mekanisme remittance ini, kata Laila, dimulai saat TKI tersebut datang ke Am Bank lalu pihak Am Bank akan mengirim uang tersebut ke BCA di Indonesia. Jika nomor rekening penerima di Indonesia bukan nomor rekening BCA maka BCA akan mengirim uang tersebut ke nomor rekening bank lain yang dimiliki oleh si penerima.

Menurut Laila setiap tahun uang yang dikirim TKI asal Indonesia dari Malaysia ke Indonesia diperkirakan sekitar RM 2 Miliar. Jika kurs mata uang rupiah terhadap ringgit Malaysia Rp. 2.500, maka setiap tahun jumlah uang TKI dari negeri jiran ini mengalir ke Indonesia mencapai Rp. 5 triliun. Angka ini masih terbilang rendah dibanding uang yang dikirim tenaga kerja asal Filipina yang mencapai 12 milyar dolar AS pertahunnya.

Lantas, berapa besar keuntungan yang diraup AmBank dan BCA untuk setiap pengiriman tersebut? AmBank mengenakan biaya sebesar RM 10 untuk setiap pengiriman uang ke BCA yang ada di Indonesia. Jika dirata-ratakan setiap bulan sekitar 100.000 TKI atau sekitar 10% dari jumlah TKI di Malaysia mengirim uangnya ke Indonesia melalui Ambank, maka bank di negeri Jiran ini akan memperoleh keuntungan sekitar RM 1 juta atau kurang lebih Rp. 2.5 milyar/bulan. Jelas bukan angka yang kecil.

Keuntungan Am Bank tak berhenti sampai di sini. Keuntungan lain yang tak kalah besar juga diperoleh dari selisih kurs ketika TKI tersebut mengirim uangnya. TKI yang datang ke bank untuk mengirim uang pastinya membawa ringgit Malaysia dan kiriman uangnya tentunya akan diterima dalam bentuk rupiah. Selisih kurs inilah juga yang menjadi ladang pendapatan bagi Am Bank. Keuntungan yang terakhir adalah dari floating rate. Nilainya juga tak kalah besarnya, jika sehari saja dana raksasa itu mengambang di Bank Sentral.

Bank-bank di Indonesia termasuk BCA juga mendapat keuntungan yang sangat besar dari remittance ini. Untuk setiap item pengiriman, bank mengenakan biaya kurang lebih sebesar Rp. 20.000. Bayangkan, jika rata-rata terdapat 100.000 pengiriman per bulan maka bank memperoleh fee sebesar Rp 2 miliar/ bulan. Tidak heran melihat besarnya keuntungan dari bisnis ini, Am Bank dan BCA getol melakukan promosi dan sosialisasi mengenai remittance ini kepada para pekerja Indonesia di Malaysia. BCA menyelenggarakan gathering dengan sejumlah perusahaan pengerah tenaga kerja dan Departemen Tenaga Kerja RI untuk mensosialisasikan jasa kiriman uang agar tenaga kerja Indonesia di luar negeri menggunakan jasa bank mereka.

Laila mengakui pihaknya bekerjasama dengan BCA dan secara intensif memberi penerangan kepada TKI di Malaysia bagaimana menggunakan remittance ini agar lebih aman, mudah, dan cepat dibanding menggunakan money changer. ”Di Malaysia kita mendatangi perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan orang Indonesia. Kami juga pergi ke perkebunan-perkebunan, perusahaan konstruksi yang pekerjanya banyak orang Indonesia. Kita mempromosikan remittance ini kepada mereka. BCA juga membantu memberi penerangan,” kata Eva Sumampouw, Kepala Divisi International Banking BCA.

Selain itu, pihak Am Bank sendiri juga melakukan pendekatan kepada nasabah-nasabah orang Malaysia yang mungkin mempunyai pembantu orang Indonesia. ”Nah, kita memberi penerangan kepada nasabah kita ini kalau mengirim uang pembantunya bisa melalui jasa AmBank. Nasabah kita yang seperti inipun sebenarnya sudah cukup banyak,” kata Laila.

Untuk semakin menarik minat TKI mengirim uangnya melalui jasa AmBank dan BCA, Eva menuturkan, tahun 2007 ini BCA juga melayani pengiriman uang dari Malaysia ke non account holder atau ke yang tidak memiliki rekening di bank. Sehingga mereka yang tidak mempunyai rekening di bank dalam beberapa menit sudah bisa mengambil uangnya ke kantor BCA terdekat,” kata Eva.

Memang, selama ini jasa remittance ini baru melayani mereka yang memiliki rekening di bank mana saja. Akibatnya, para TKI banyak yang mengalami kesulitan mengirim uangnya karena mereka mengirim uang ke kampung asal dimana dunia perbankan belum menyentuhnya.

Dengan blak-blakan Laila mengakui bisnis remittance ini merupakan bisnis paling menguntungkan, aman, dan tidak beresiko. ”Orang punya uang, mau transfer, kita kenakan biaya RM10, uang dikirim, diterima oleh BCA dan BCA dapat Rp 20 ribu dan uang diantar ke orang yang dituju, enak bukan?”

Tapi, enak bagi bank belum tentu enak buat keluarga penerima uang yang ada di Indramayu, Jawa Barat. Sebut saja Juriah (55), orangtua Sulaiman (32), TKI yang bekerja di sebuah kontraktor di Kuala Lumpur. Uang sebesar RM1000 yang dikirim anaknya dari Kuala Lumpur sudah satu bulan lebih tidak juga diterimanya. Belakangan diketahui uang tersebut kembali lagi ke Bank di Malaysia dengan alasan salah penulisan nomor rekening penerima. Padahal Sulaiman jelas-jelas mengaku tidak melakukan kesalahan apapun. ”Nomor rekening yang saya buat benar,” katanya. Akhirnya setelah diselidiki, kesalahan terjadi pada pegawai bank yang kurang teliti saat memasukan nomor rekening penerima. Akibat kesalahan ini, bukan saja uang yang ditunggu tidak kunjung datang, Sulaiman harus menahan kecewa karena uang yang diterimanya kembali tinggal RM700. ”Bank tetap saja memotong jasa pengiriman, padahal uang saya tidak jadi diterima orangtua karena kesahalan pihak bank. Ini sih enaknya bank saja,” gerutu Sulaiman.

Hal lain, seorang pejabat di Departemen Tenaga Kerja yang enggan ditulis namanya mengatakan, seharusnya lembaga keuangan di luar negeri bekerjasama dengan bank atau kantor pos yang memiliki cabang di Indonesia sampai ke pelosok daerah terpencil. Para penerima uang itu kan berlokasi di daerah terpencil setingkat kabupaten. ”Nah, kalau BCA kan cabangnya cuma ada dikota besar saja,” katanya. Bagaimana AmBank dan BCA menjawab soal ini?
 
Another Trend Pasar News
.Jangan Kuatir, Bank Masih Berbaik Hati
.Banjir Tawaran Kredit Apartemen Bersubsidi
.Inovasi KPR Bank Top Of Mind
.Proyek Bertambah, Prospek Menanti
.Berburu Ruko Berprospek Cerah di Depok
.Rame-rame Bangun Pusat Bisnis Baru - Tren Pembangunan Pusat Bisnis Baru
Diskusi
Latest Post
. JADI PENGUSAHA BESAR MODA...
. Iklan Property Gratis
. Masih bingung cari pekerj...
. Masih bingung cari pekerj...
. Jasa layanan pemasangan i...
Latest Response
. Mutiara Citra Apsarai lok...
. Ingin membuat Town House ...
. Rumah SHM, di Tengah Kota...
. Jual Tanah Lokasi Senggig...
. Peluang Usaha
Iklan Baris
Iklan Terbaru
. SMS Gratis! Kirim SMS Gratis; ...
. SMS Gratis! Kirim SMS Gratis; ...
. SMS Gratis! Kirim SMS Gratis; ...
. karakter pemimpin)
. kumpulan bisnis dan investasi)
. elektronik bank)
. rahasia usaha)
. nonton tv dapat duit)
. rahasia data entry)
. bisnis paypal)
My HOME

Edisi 1

Edisi 2

Edisi 2

Edisi 3

Berlangganan

Formulir Berlangganan
Sponsor

www.indonesia-property.com


www.semarangproperti.com

www.jakarta-propertindo.com

www.lokasy.com

www.rumahtegal.com

Search






Website ini telah dibaca sebanyak :

kali