Nabung Dana DP Rumah, Potong di Depan! | Property & Bank
Saturday , 16 December 2017
Home / Indeks Berita / Nabung Dana DP Rumah, Potong di Depan!

Nabung Dana DP Rumah, Potong di Depan!

Rumah Mewah Dalam Kawasan Perumahan

UMUM – Pengin punya rumah tapi belum juga kesampaian? Dana untuk uang muka (DP) selalu gak ada? Eits! Jangan bilang hal itu karena gajimu kecil ya. Kambing hitam memang gampang ditemukan. Tapi, itu tak akan pernah menyelesaikan persoalan, bukan?

Gaji kecil, gaji kurang, gaji tak cukup, intinya sama, ya kambing hitam. Itu cuma alasan agar kamu tak juga berani beli hunian. Sebenarnya, berapa pun gajimu kamu bisa menyisihkannya untuk beli rumah.

Gak bisa kebeli sekarang, ya mungkin beberapa tahun ke depan. Syaratnya ya harus ada usaha dong. Usaha dalam hal ini ya disebut menabung. “Kalau gaji kecil, memangnya ada sisa buat ditabung?” pasti itu kan komenmu?

Kalau penghasilanmu kamu gunakan dulu untuk memenuhi pengeluaranmu lantas baru ditabung, ya memang gak akan ada sisa sih buat ditabung. Tapi, gimana kalau dibalik? Kamu potong dulu dari penghasilanmu untuk ditabung, sisanya baru kamu gunakan untuk pengeluaranmu?

Berapa besar potongan untuk ditabung? Itu tergantung pada besarnya dana uang muka yang kamu harus siapkan untuk beli rumah yang kamu inginkan. Untuk hal ini, kamu bisa tengok situs online yang menayangkan harga-harga rumah, berikut tipe dan lokasinya, semisal rumah123.com.

Setelah kamu pilih rumah incaranmu, hitung sendiri dana uang muka (DP)-nya. Saat ini uang muka (DP) rumah secara umum sekitar 15%. Kalau kamu pilih rumah bersubsidi malah DP hanya 1-5%.  Atau ada juga pengembang yang punya skema pembayaran dengan membebaskan DP.

Setelah kamu tahu besar DP yang harus kamu sediakan, maka hitung pula berapa besar uang yang harus kamu sisihkan untuk DP dan berapa lama masa menabung ini sampai mencapai jumlah DP yang sudah kamu tentukan itu. Gak susah kan? Yang susah mungkin ketika kamu harus mensinkronkan antara sisa penghasilanmu yang sudah kamu potong untuk tabungan dengan kebutuhan-kebutuhan yang harus  kamu bayar. Nah, puyeng deh kamu!

Solusinya, coba cek dan ricek pengeluaranmu. Mulai dari pengeluaran untuk kebutuhan primer: sandang-pangan-papan, termasuk tagihan listrik, air, internet, dan lain-lain. Kebutuhan ongkos transportasi ke tempat kerja, hiburan, parkir, jajan, dan lain-lain. Kalau kamu mencatat semua pengeluaranmu, kamu jadi bisa tahu ke mana larinya uangmu.

Kalau sudah tahu ke mana saja larinya uangmu, terus apa? Ya bisa kamu siasati pengeluaran mana yang bisa dipotong, yang bisa diganti dengan alternatif yang lebih murah, atau pengeluaran yang ditiadakan sama sekali. Dengan begitu, kamu bisa menemukan sejumlah uang yang bisa kamu tambahkan untuk dana menabung DP.

Memang gak ada seorang pun yang happy kalau harus menghilangkan pengeluaran, bukan? Semisal menghilangkan dana untuk hiburan atau liburan. Tapi, gimana kalau ‘judul’nya bukan menghilangkan, tapi mengganti? Hiburan yang menyenangkan tidak harus menghabiskan banyak uang, bukan? Aktivitas di luar ruangan semisal dengan berolahraga juga bisa menyegarkan kembali pikiran. Kunci dari mengurangi pengeluaran adalah mencari alternatif.

Cari alternatif transportasi yang lebih murah, tempat makan yang lebih murah (atau cobalah masak sendiri), hiburan tanpa keluar uang (bahkan kalau bisa menghasilkan uang), berbelanja di tempat yang lebih murah, dan lain sebagainya. Nah, hasil dari pemangkasan pos-pos pengeluaran tersebut, dananya bisa kamu alihkan ke rekening tabungan DP rumah. Menarik untuk dicoba kan?

Meskipun butuh waktu dan kesabaran, menabung untuk DP rumah tetaplah cara yang lebih baik ketimbang kamu cuma bisa ‘mimpi’ beli rumah. Hanya menghabiskan semua penghasilanmu dari bulan ke bulan, tanpa terasa harga rumah sudah selangit, dan kamu cuma bisa gigit jari! (sumber : rumah123.com)

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*