Saturday , 7 December 2019
Home / Indeks Berita / Enaknya Nasi Bakar Bale Bumen, Aromanya Begitu Menggugah Selera

Enaknya Nasi Bakar Bale Bumen, Aromanya Begitu Menggugah Selera

Nasi Bakar Bale Bumen

KULINER – Makanan Indonesia punya aneka ragam olahan nasi yang lezat dan menggoda, seperti nasi uduk, nasi kuning, dan nasi bakar khas daerah Kebumen yang kini menjadi salah satu olahan nasi yang tengah hits dan diminati pecinta kuliner.

Kebumen yang berada di daerah pesisir Selatan Jawa Tengah, memiliki potensi kekayaan alam berlimpah. Tidak heran jika Kebumen menjadi salah satu destinasi tujuan wisata, seperti Pemandian Air Panas Krakal, Goa Jatijajar, Goa Barat, Wisata Alam Jembangan, Waduk Wadas Lintang, Geowisata Karangsambung, Benteng Vander Wijck, pantai Suwuk, Pantai Menganti dan masih banyak lokasi wisata alam lainnya.

Selain lokasi wisata alam, Kebumen juga memiliki kuliner khas yang tidak boleh dilewatkan seperti Sate Ambal, Nasi Penggel, Yutuk Goreng, Nasi Bakar Bale Bumen dan masih banyak lainnya. Berbeda dengan nasi uduk dan nasi kuning, dalam mengolah nasi bakar, diberi tambahan bumbu dan rempah-rempah yang dimasukkan. Sehingga aroma yang keluar dari nasi bakar menggugah selera.

BACA JUGA :   Rasa Mewah, Harga Gila Di D'Stupid Baker

Salah satu cafe atau rumah makan yang menyediakan menu nasi Bakar yakni Nasi Bakar Bale Bumen, nasi olahan khas daerah Kebumen, berlokasi di Jalan Raya Pemda, Cibinong. Menurut sang pemilik, Catur Budi Utomo, nama Nasi Bakar Bakar Bale Bumen itu diambil dari kata Balai Kebumen. Balai itu kan artinya tempat duduk yang besar atau luas. Dan Kebumen merupakan tanah kelahiran sang pemilik.

Lebih jauh Catur menjelaskan, Salah satu keistimewaan dari Nasi Bakar adalah aroma dan rasanya yang unik. Umumnya nasi bakar berasa gurih karena berbumbu. Bentuknya beragam, begitu juga bungkusnya. Ada yang berbentuk silinder atau agak bulat.

BACA JUGA :   REI Dukung Pembentukan KEK Pariwisata di Bangka

“Untuk pilihan menu sangat bervariasi mulai dari nasi bakar teri, nasi bakar ayam, nasi bakar daging, nasi bakar cumi, nasi bakar tongkol / tuna, nasi bakar ati ampela dan nasi bakar vegetable,” imbuh Catur.

Selain menu nasi bakar pihaknya juga menawarkan masakan tradisional yang tidak dijumpai di rumah makan lain, berbagai macam tumisan tradisional seperti Tumis, papaya muda, tumis nangka muda, tumis daun papaya, tumis kacang panjang, tumis, buncis, tumis pare, tumis kangkung. “Semua disajikan fresh alias saat itu dipesan saat itu juga dimasak,” tegasnya.

Ada pula sambal dan lalapan segar untuk menambah nikmat nasi bakar. Begitu bungkus dibuka, serasa tak sabar untuk menyantapnya. ”Kami ingin menciptakan makanan asli Indonesia yang dikenal banyak orang. Semua produk asli dari Indonesia,” kata Catur.

Pada kesempatan yang sama, Catur menceritakan proses pembuatan nasi dibungkus daun pisang berserta lauk yang dipilih sesuai selera konsumen, daun kemangi dan dicampur bumbu rempah.

BACA JUGA :   Es Teler, Sejarahmu Dulu dan Kini

Setelah bungkusan dilipat, nasi kemudian dibakar di atas panggangan selama lebih kurang 10 menit. Saat daun pisang mulai layu dan beberapa bagian menjadi kering kecoklatan, nasi diangkat. Dengan asap yang masih mengepul dan menebarkan bau harum, nasi bakar dihidangkan.

Di tengah cuaca kota cibinong yang sejuk, menyantap nasi bakar sangat tepat karena hangat. Meskipun sudah dingin, aroma dan kenikmatan nasi bakar pun tak lenyap. Nasi Bakar Bale Bumen bisa dinikmati dengan harga terjangkau, yaitu mulai Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per porsi.

“Di nasi Bakar Bale Bumen juga disediakan hiburan agar suasana tidak monoton untuk melengkapi makan, bisa live music, atau yang hoby nyanyi bisa karaoke gratis,” ujarnya.

BACA JUGA :   Laksa Betawi yang Menggugah Selera

Beberapa pengunjung nasi bakar bale bumen, menuturkan, yang paling dia sukai dari nasi bakar adalah aroma khas daun pisang yang dibakar dan meresap sampai ke dalam makanan. Salah seorang pengunjung yang juga merupakan praktisi branding property, Widodo mengungkapkan, untuk masalah rasa, Nasi Bakar Bale Bumen adalah juaranya, setelah berkunjung ke Cibinong, ujarnya yang mengaku juga pernah menyambangi Nasi Bakar Bale Bumen di daerah asalnya yakni Kebumen.

Jadi, tambahnya, rasanya sama sekali tidak ada perbedaan, kualitas rasa betul – betul terjaga, aroma khas daun pisang yang dibakar dan meresap sampai ke dalam makanan, rasanya unik, aroma masakan tradisionalnya sangat kental harumnyapun mengundang selera.

Check Also

SMF

SMF Siap Kucurkan FLPP Rp3,7 Triliun di 2020, 25% Dari Total Penyaluran

KEUANGAN – PT Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) siap kucurkan pembiayaan Rp3,7 triliun pada 2020 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 166

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
Cover Property&Bank edisi 166
close-link
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI!
close-link