Tuesday , 27 June 2017
Home » Nasional » Ekonomi » Paramount Gencar Luncurkan Produk Investasi

Paramount Gencar Luncurkan Produk Investasi

Jajaran Direksi Paramount Land Saat Press Conference Produk Investasi

Jajaran Direksi Paramount Land Saat Press Conference Produk Investasi

BERITA PROPERTI-Kebijakan pemerintah dengan memberlakukan aturan tax amnesty atau pengampunan pajak, disambut positif oleh Paramount Land dengan meluncurkan sejumlah produk properti yang menguntungkan sebagai investasi. Di Gading Serpong, Paramount Land memperkenalkan Solvang Square, ruko dengan konsep custom tematik dan lifestyle, Mendrisio Square, ruko dengan konsep double decker dan alfresco dining, dan Fitto @ Amarillo Village, rumah sewa pertama dalam klaster yang dapat disewakan per lantai.

Managing Director Paramount Land Andreas Nawawi menjelaskan, saat ini produk properti baik rumah, apartemen, ruko, dan bangunan komersial lainnya dijadikan sebagai media atau alat investasi. Produk investasi ini diakui oleh berbagai kalangan sebagai salah satu cara terbaik dan menjanjikan untuk ke depannya, karena investasi properti dinilai lebih aman, stabil dan menguntungkan dibanding jenis investasi lainnya.

“Produk investasi ini merupakan pilihan tepat bagi konsumen dan investor yang ingin menginvestasikan dana untuk investasi/usaha. Seperti kita ketahui bersama Kota Gading Serpong  merupakan salah satu daerah penyangga Jakarta yang berada di lokasi yang sudah hidup dan merupakan kawasan komersial dan residential, dan sangat cocok dijadikan peluang berbagai usaha seperti food & beverages, gadget store, office space, mini market, retail shop, dan masih banyak peluang usaha lainnya,” jelas Andreas Nawawi pada peluncuran jargon dan logo Produk Investasi, 100% Menguntungkan, Kamis (4/8) di Gading Serpong.

Untuk mendapatkan nilai investasi yang menjanjikan, sambung Andreas, ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan dalam berinvestasi properti meliputi 1. MOMENTUM, waktu yang tepat untuk membeli, 2. MANAGEMENT, perusahaan yang berdiri dibalik produk tersebut dan 3. LOKASI, lokasi terbaik dan ditunjang 2 hal di atas menghasilkan produk investasi yang tepat.

Ditambahkan Andreas, terkait kebijakan pemerintah mengenai tax amnesty (pengampunan pajak), Paramount Land juga telah mengantisipasi dengan menghadirkan produk-produk investasi yang menjanjikan. Berinvestasi di bidang properti ini tergolong jangka panjang, karena nilai properti akan terus bertambah. “Beberapa waktu lalu Paramount Land melalui SuperPro telah meluncurkan beberapa produk investasi yang menjanjikan dan bernilai investasi tinggi,” tegasnya.

“Kami selalu berusaha menghadirkan inovasi dalam setiap produk yang kami luncurkan serta menyesuaikan dengan apa yang menjadi kebutuhan saat ini. Sepanjang 2016 Paramount Land telah dan akan meluncurkan produk-produk investasi yang bernilai tinggi. Produk-produk investasi ini kami kembangkan dengan memanfaatkan kebutuhan yang diperlukan baik dari sisi desain yang unik, layout/denah, fungsi ruangan, flexibilitas, dan optimalisasi ruang serta memperhatikan sirkulasi dari setiap bangunan,” imbuh Direktur Paramount Land Aryo Tri Ananto.

Sementara itu, Presiden Direktur Paramount Land Ervan Adi Nugroho menambahkan, pihaknya mengapresiasi gebrakan dan tingginya komitmen pemerintah melalui tax amnesty ini yang berpeluang memberikan efek besar bagi ekonomi Indonesia. Selain itu adanya kebijakan Bank Indonesia (BI) yang melonggarkan pembatasan uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) yang berlaku pada Agustus 2016 dengan meningkatkan rasio loan to value (LTV) hingga 85%.

“Kebijakan ini dapat memberikan angin segar bagi properti sebagai sektor ‘leading’ dalam pemulihan ekonomi karena akan meningkatkan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) dan memberikan dampak terhadap sektor lainnya, seperti konstruksi, industri, pertambangan, maupun jasa, yang dibutuhkan untuk meningkatkan kembali pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Ervan.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*