Sunday , 20 August 2017
Home » Breaking News » Pasar Properti Asia Masih Merosot

Pasar Properti Asia Masih Merosot

Global Property Guide mempublikasikan laporannya mengenai trend properti global pada kuartal kedua 2014. Laporan tersebut menyebutkan bahwa di kawasan Asia mulai kehilangan momentumnya dengan hanya 20% saja yang memperlihatkan kinerja baik.

Data yang dirilis Global Property Guide, menunjukkan pencapaian triwulan kedua tersebut jauh lebih rendah ketimbang kuartal pertama tahun ini dan periode yang sama tahun lalu.

Pasar properti di Taiwan merosot drastis menjadi hanya 5,2% dari sebelumnya 14,53%. Pasar-pasar utama lainnya bernasib serupa, yakni Tokyo yang menurun jadi 2,63% dari 5,81% pada tahun lalu.

Di Indonesia sendiri, harga properti residensial di 14 kota terbesar mengalami kenaikan hanya 0,74%. Pencapaian tersebut lebih rendah dari pada periode yang sama tahun lalu, yang berada pada level pertumbuhan 6,06%.

Penurunan paling drastis terjadi di Tiongkok. Setelah ledakan properti pada dua tahun lalu, pasar Tiongkok berada di ambang kehancuran dengan hanya mencatat pertumbuhan harga 2,31% ketimbang pertumbuhan yang kuat 11,11% tahun lalu.

Kemerosotan ini disebabkan harga rumah yang terlalu tinggi, sehingga pasar tidak mampu menyerapnya. Para pemegang kebijakan di Asia akhirnya memaksakan langkah-langkah pendinginan untuk menghindari terulangnya krisis dahsyat 1997/1998 dan juga krisis finansial 2008.

Hasan Pramudji, Associate director Knight Frank Indonesia menjabarkan beberapa faktor yang menjadi penyebab perlambatan di Indonesia. Seperti pengetatan kredit properti, Suku bunga KPR yang tinggi, Transisi pemerintahan dan Tingkat Inflasi. Belum lagi rencana kenaikan BBM. Hasan memperkirakan perlambatan di Indonesia akan berlangsung hingga akhir 2014. Namun berita baiknya adalah reaksi pasar positif akan terlihat pada awal 2015.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*