Thursday , 29 June 2017
Home » Indeks Berita » Pasar Trafo Di Indonesia Masih Menjanjikan

Pasar Trafo Di Indonesia Masih Menjanjikan

Seminar Enjiniring Transformator Yang Efisien oleh PT Sintra Sinarindo Elektrik bekerjasama dengan Himpunan Ahli Elektro Indonesia (HAEI)

Seminar Enjiniring Transformator Yang Efisien oleh PT Sintra Sinarindo Elektrik bekerjasama dengan Himpunan Ahli Elektro Indonesia (HAEI)

TEKNOLOGI – Guna menjawab kebutuhan listrik yang terus meningkat, tentunya dibutuhkan inovasi dalam teknologi dan infrastruktur guna menunjang efisiensi. Hal ini mendorong PT Sintra Sinarindo Elektrik bekerjasama dengan Himpunan Ahli Elektro Indonesia (HAEI) menggelar “Seminar Enjiniring Tranformator Yang Efisien”.

Direktur PT Sintra Sinarindo Elektrik, Yohanes Purnawan Widjaja mengatakan, seminar ini bukti dukungan pihaknya dan HAEI untuk mengedukasi anggota HAEI dalam memproduksi transformator yang lebih efsien dalam produknya seperti bahan baku, proses produksi, desain dan pemakaian.  Diakuinya, saat ini bahan baku dalam pembuatan transformator masih banyak bergantung pada impor.

“Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi pelaku usaha bagaimana bisa menciptakan bahan baku dari dalam negeri, sehingga mampu menekan biaya produksi. Kami masih banyak mengimpor bahan baku untuk produksi transformator dari Jepang, Korea dan Cina. Ini dilakukan bukan karena tidak bisa atau tidak mau menambahkan bahan lokal. Tetapi karena bahan yang kami butuhkan untuk memproduksi transformator memang masih belum tersedia di Indonesia,” ungkap Yohannes usai Seminar Enjiniring Transformator Yang Efisien, (15/12) lalu.

Berbicara soal bisnisnya sendiri masih sangat menjanjikan pasar transformator di Indonesia. Dimana angka pertumbuhan pasar trafo mencapai 30% per tahun seiring dengan meningkatnya kebutuhan listrik di dalam negeri, baik itu untuk perorangan maupun dunia industri. Terlebih proyek pembangkit listrik 35.000 MW yang tengah di kejar pemerintah akan menjadi potensi pasar yang menjadi rebutan produsen transformator dalam negeri.

Ketua Umum HAEI, Ir. Achmad Sutowo Sutopo menambahkan, pihaknya menyambut baik seminar yang digelar karena akan memberikan banyak informasi bagi para pelaku jasa konstruksi dan termasuk ahli elektro. “Melalui seminar sehari ini memberikan gambaran betapa besarnya potensi bisnis trafo di dalam negeri dalam menunjang program pemerintah untuk elektrisasi masyarakat seluruh Indonesia,” ujarnya.

PT Sintra Sinarindo Elektrik adalah member dari Shen Chang-Group, Taiwan, yang mana PT Sintra Sinarindo Elektrik merupakan produsen transformator dengan pelanggan tetapnya PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Indah Kiat Pulp & Paper, PT Lontar Papyrus dan PT Wijaya Karya serta perusahaan swasta lainnya.

Berdiri pada tahun 1996 dengan hanya memproduksi trafo tegangan menengah dengan kapasitas hanya sampai 20 MVA dengan tegangan 33 KV dengan jumlah produksi 12.000 unit /tahun, kini berkembang pesat dengan memiliki pabrik kedua, PT Sintra Power Elektrik yang merupakan perluasan dari pabrik sebelumnya (PT Sintra Sinarindo Elektrik) di Newton Techno Park, Lippo Cikarang, Bekasi Jawa Barat. PT Sintra Power Elektrik  ini memproduksi transformator tegangan tinggi dengan kapasitas hingga 100 MVA dengan tegangan 150 KV. Pabrik yang dibangun seluas 2,4 hektar ini menelan investasi sebesar 20 Juta USD.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*