Sunday , 21 July 2019
Home / Breaking News / Pasca Pilpres 2019, Industri Properti di Medan Diyakini Bersinar Kembali

Pasca Pilpres 2019, Industri Properti di Medan Diyakini Bersinar Kembali

Bandara Internasional Kualanamu, pintu gerbang utama Sumatera Utara

DAERAH – Hampir sama dengan pengembang di wilayah lainnya di Indonesia, para pengembang di ibukota Sumatera Utara, Medan merasakan rendahnya penjualan. Namun, pasca pelaksanaan Pemilu 2019 dengan agenda Pilpres dan Pileg yang dilakukan serentak pada 17 April 2019 lalu, industri properti di kota ini diharapkan akan segera bergerak dan bergairah kembali.

Wakil Ketua KADIN Sumatera Utara Tomi Wistan mengatakan, bangkitnya kembali industri properti di kota Medan karena didukung oleh sejumlah faktor. Menurut dia, jika semua faktor tersebut sesuai dengan yang diharapkan, maka bisnis properti di kota terbesar ketiga di Indonesia itu segera melejit.

BACA JUGA :   Menteri PUPR : Satu Juta Rumah Tetap Dilanjutkan

“Yang paling utama adalah karena sudah selesainya pelaksanaan Pemilu 2019, sehingga banyak yang berharap perekonomian segera tumbuh. Lalu, faktor berikutnya adalah semakin banyaknya kemudahan yang diberikan oleh perbankan, baik bunga yang rendah maupun prosedurnya yang mudah,” ujar Tomi di kota Medan pekan lalu.

Kemudian, sambung Tomi, wajib pajak semakin disiplin dalam membayar kewajiban serta sektor-sektor perkebunan seperti kelapa sawit dan perkebunan lainnya sudah makin membaik. Hal ini tentu meningkatkan perekonomian masyarakat Sumatera Utara pada umumnya. Selain itu, peningkatan tenaga kerja disektor informal, seperti supir taksi online juga menjadi salah satu faktor.

“Pembangunan infrastruktur seperti jalan tol di Sumatera Utama, merupakan salah faktor berikutnya yang membuat sektor properti di Medan akan kembali tumbuh. Pembangunan itu sudah selesai dan mulai digunakan, yang berpengaruh terhadap kawasan sekitar dan akan membuat tumbuh kawasan-kawasan baru,” ujar Ketua Dewan Kehormatan DPD REI Sumut ini.

BACA JUGA :   Kelas Menengah Pendorong Bangkitnya Properti 2016

Namun begitu, kata Tomi, segmen menengah ke bawah dengan harga dibawah Rp300 jutaan masih menjadi pilihan utama pengembang di Sumatera Utara khususnya Medan saat ini. Tomi tak menampik, masih ada sejumlah developer yang tetap fokus dan sukses menggarap segmen pasar menengah atas di kota Medan. Salah satunya adalah Samera Propertindo.

Lalu, selain Samera Propertindo, siapa saja pengembang yang masih konsisten dan tetap mampu membukukan penjualan dengan baik, untuk segmen menengah ke atas di kota Medan saat  ini? Baca artikel lengkapnya di Property&Bank edisi 159, bulan Mei 2019 mendatang.

Check Also

39 Bank Pelaksana Yang Ikut PKO, Hanya 18 Bank Salurkan FLPP Lebih Dari Kuota

RUMAH RAKYAT – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyalurkan subsidi untuk membantu meningkatkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 161

Pesan Sekarang!
close-link