Tuesday , 20 November 2018
Breaking News
Home / Indeks Berita / Peduli Budaya Tanah Air, Modernland Dukung Munas FSKN Di Candra Naya

Peduli Budaya Tanah Air, Modernland Dukung Munas FSKN Di Candra Naya

Ketua Umum FSKN terpilih Sultan Haji Khairul Saleh Al-Mu”tashim Billah (kedua kiri) didampingi Sekretaris Jenderal FSKN terpilih, Dr. Ir. KRAy. Naniek Widayati Priyomarsono, M.T (ketiga kiri) saat menerima cinderamata yang diserahkan oleh Pemangku Adat dari Brunei Darussalam, Datuk Hamdan (ketiga kanan) pada acara Musyawarah Nasional ke-III Forum Silaturahmi Karaton Nusantara (FSKN).

SEKITAR KITA – Gedung Candra Naya yang terletak di jalan Gajah Mada, Jakarta Barat mendadak lebih ramai dari hari biasa. Pasalnya, di gedung bersejarah yang berada di dalam area superblok Green Central City itu, berlangsung kegiatan Musyawarah Nasional ke-III Forum Silaturahmi Karaton Nusantara (FSKN). Green Central City merupakan salah satu superblok yang dibangun dan dikelola oleh PT Modernland Realty Tbk.

HR & Legal Director PT Modernland Realty Tbk., Dharma Mitra mengatakan tujuan mulia ini perlu didukung untuk melestarikan seni dan budaya Indonesia di tengah serbuan budaya luar. Sebagai pengelola hunian superblok di kawasan Jalan Gajah Mada, PT Modernland Realty Tbk. sendiri berupaya mempertahankan cagar budaya Candra Naya sebagai situs bersejarah yang telah berusia dua abad.

“Kami bangga ikut mewarnai sejarah perkembangan kota Jakarta lewat acara ini. PT Modernland Realty Tbk, selalu mendukung kegiatan yang diadakan di Gedung Candra Naya. Kami sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Forum Silaturahmi Karaton Nusantara dan sudah beberapa kali dilakukan di Candra Naya. Kebudayaan bangsa Indonesia harus dilestarikan karena sarat nilai luhur dan PT Modernland Realty Tbk. ikut bertanggung jawab melestarikannya,” ujar Dharma Mitra.

Candra Naya merupakan sebuah rumah kuno bergaya China yang menjadi saksi sejarah hadirnya masyarakat Tionghoa di Indonesia. Masyarakat sekitar juga mengenalnya dengan nama Rumah Mayor. Disebut sebagai Rumah Mayor karena dulu rumah yang dibangun lebih kurang 200 tahun lalu yakni antara tahun 1806 atau 1867 tersebut adalah kantor dan tempat tinggal Mayor Tionghoa Khouw Kim An. Jabatan Mayor diemban Khouw Kim An pada tahun 1910-1942. Mayor adalah sebuah jabatan yang cukup prestisius dalam struktur pemerintahan Hindia Belanda. Jabatan itu menunjukkan bahwa tuan rumah tersebut berstatus sosial tinggi.

Sebagai informasi, Forum Silaturahmi Karaton Nusantara (FSKN) dibentuk oleh para Raja, Sultan, Datu, Penglingsir dan Pemangku Adat sebagai upaya untuk menyelamatkan, melestarikan, dan mengembangkan Karaton sebagai sumber tradisi dan jatidiri bangsa. Pada Musyawarah Nasional ke-III, FSKN menentukan kepengurusan baru periode 2018-2023 dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga baru, maupun menginventarisasi keanggotaan lama dan baru FSKN yang berjumlah 138 anggota. Melalui Musyawarah Nasional ke-III, secara aklamasi terpilih Ketua Umum FSKN yang baru yakni Sultan Haji Khairul Saleh Al-Mu”tashim Billah yang didampingi dengan Sekretaris Jenderal FSKN, Dr. Ir. KRAy. Naniek Widayati Priyomarsono, M.T

“Kegiatan ini memperkaya khasanah seni budaya yang hidup dan berkembang di Jakarta, dan hal ini tentu berkaitan erat dengan industri pariwisata. Kami menggandeng ‘Klassku untuk bidang E-Learning’ dan dengan keluarga Priyomarsono untuk pembelajaran batik disetiap daerah dimana anggota FSKN berada,” ujar Sekretaris Jenderal Forum Silaturahmi Karaton Nusantara (FSKN) Dr. Ir. KRAy. Naniek Widayati Priyomarsono, M.T..

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*